Kompas.com - 24/05/2017, 19:31 WIB
Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Pawon Gendis,Dwi Martuti Rahayu (34), memamerkan produk makanan olahan dari daun pegagan di Pedukuhan Salakmalang, Desa Banjarharjo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Rabu (24/5/2017). KOMPAS.com/Teuku Muh Guci SKetua Kelompok Wanita Tani (KWT) Pawon Gendis,Dwi Martuti Rahayu (34), memamerkan produk makanan olahan dari daun pegagan di Pedukuhan Salakmalang, Desa Banjarharjo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Rabu (24/5/2017).

Tak hanya cokelat

Tuti mengatakan, KWT Pawon Gendis sejak awal memang menggeluti produksi olahan makanan berbahan daun pegagan. Sebab, kata dia, tanaman liar yang disebut regedeg itu ternyata termasuk kategori tanaman herbal.

Menurutnya, daun pegagan bermanfaat sebagai multivitamin otak penambah daya ingat, antiseptik, penurun panas, bisul, jerawat, dan lainnya.

"Kakek saya dulu kalau asma kumat itu langsung lari ke depan rumah mencabut pegagan. Dia santap langsung pegagan, dan dia langsung merasa plong. Zaman dulu, kalau terluka kena sabetan senjata tajam, lukanya ditempel daun-daunan yang juga tercampur pegagan, darahnya langsung mampet," ujar Tuti.

KWT Pawon Gendis, lanjut Tuti, sudah memproduksi beberapa olahan makanan dari daun pegagan. Ada yang bahan bakunya daun pegagan dan ada makanan yang dicampur dengan daun pegagan. Tak hanya makanan, KWT Pawon Gendis juga mulai memproduksi masker pegagan.

"Alhamdulillah, produk KWT Pawon Gendis sudah terjual ke beberapa kota di Indonesia seperti Sulawesi, Semarang, Jakarta, Tangerang, dan Maluku. Luar negeri mungkin ada karena kami belum ekspor, karena produk kami pernah difoto ada di Belanda dan Amerika. Kebanyakan yang beli itu yang pernah berkunjung ke sini," tutur Tuti.

Dari produk-produk itu, Tuti yang memiliki dua anak itu telah menerima Anugerah Adhikarya Pangan Nusantara pada 2015, penghargaan tertinggi di bidang ketahanan pangan. Ia dinilai sebagai perintis ketahanan pangan melalui ajakannya kepada masyarakat dalam membuat makanan olahan dari daun pegagan.

"Sekarang mulai banyak warga di sini dan di luar dusun menanam pegagan. Saya senang dan bangga, artinya apa yang kami lakukan memberikan dampak kepada masyarakat luas," kata Tuti seraya mengakui mengolah pegagan menjadi cemilan bukan hal yang pertama dilakukan KWT Pawon Gendis.

Dia menyebutkan, cemilan yang diproduksinya itu juga dibuat masyarakat Kulon Progo di Samigaluh dan Suroloyo.

"Jujur kami bukan yang pertama mengolah pegagan, Di sana mereka mengolah pegagan menjadi peyek dan masih sampai sekarang. Tapi karena kami suka berkerasi kami buat macam-macam seperti cokelat, egg roll, teh celup, es krim, basreng. Semua ada pegagannya, karena kuncinya diversifikasi," ujar Tuti.

Sementara itu, Cokelat Pegagan yang diproduksi KWT Pawon Gendis bisa dibeli di toko milik rakyat (Tomira) yang ada Kulon Progo. Dia pun menerima reseller untuk penjualan di luar Kabupaten Kulon Progo. Harganya cokelat itu pun terjangkau untuk semua kalangan, mulai dari Rp 2.000 sampai Rp 45.000.

"Saya memang belum buka penjualan secara online. Karena saya menyadari kemampuan produksi saya tidak banyak. Takutnya kalau online banyak yang pesan, tapi kami tidak bisa memenuhinya," ucap Tuti.

 

 

Kompas TV Salah satu gerai penjualan cokelat di Surabaya tepatnya di jalan Biliton ini sebuah toko cokelat menawarkan berbagai bentuk cokelat yang unik dan istimewa sebagai hadiah kasih sayang
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.