Jelang Pilkada Jabar, Dedi Mulyadi Sebut Tidak Ada Koalisi Permanen

Kompas.com - 06/05/2017, 14:43 WIB
IRWAN NUGRAHA/KOMPAS.com Presiden RI Joko Widodo didampingi Dedi Mulyadi saat melihat pertunjukkan Air Mancur Sri Baduga, Purwakarta.

GARUT, KOMPAS.com - Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi yang juga Bupati Purwakarta, melihat koalisi permanen dampak dari Pilkada DKI Jakarta, tidak selalu harus diterapkan dalam Pilkada Jawa Barat yang akan digelar pada tahun 2018 mendatang.

"Enggak ah, Enggak ada yang begitu (koalisi permanen), enggak ada koalisi permanen dalam perspektif saya. Enggak tahu kalau partai lain," tegas Dedi yang ditemui Sabtu (6/5/2017) usai menghadiri Milad Fagar Sukwan di SOR Merdeka, Kerkhof, Garut.

Menurut Dedi, konsep koalisi partai dalam pilkada, harusnya disesuaikan dengan kebutuhan di bawah.

"Kalau di daerahnya ini dengan yang itu cocok, jangan dipaksakan dengan yang lain, politik itu harus lahir dari bawah, kalau lahirnya dari bawah, maka dibawah ini cocoknya sama siapa," katanya.


Dedi mengingatkan, dalam ajang pilkada masyarakat lebih memilih orang atau figur calon bukannya partai politik, karenanya partai tidak harus terlalu memaksakan koalisinya.

"Ini bukan milih partai, tapi milih orang, tidak sama partai sama orang, " ucapnya.

Terkait banyaknya pemasangan-pemasangan calon saat ini seperti Dedi yang disandingkan berpasangan dengan Ridwan Kamil hingga Desy Ratnasari, Dedi tidak ambil pusing dan merasa senang-senang saja.

"Sampai saat ini saya belum jadi calon gubernur, kan baru direkomendasikan. Oleh DPD I, DPD II dan PK, DPP belum merekomendasikan, jadi saya belum jadi calon," katanya.

Baca juga: Menjajaki Kemungkinan Duet Ridwan Kamil-Dedi Mulyadi

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorErlangga Djumena
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X