Pemprov Setujui Dana Pilkada di Jawa Barat 2018 Rp 1,6 Triliun

Kompas.com - 28/04/2017, 11:40 WIB
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. KOMPAS/SAMUEL OKTORAGubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau yang akrab disapa Aher menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) untuk penyelenggaraan Pilkada di Jawa Barat 2018.

Naskah tersebut juga ditandatangani oleh KPU Jawa Barat dan Bawaslu Jawa Barat di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (28/4/2017).

"Alhamdulilllah NPHD sudah kita tanda tangani dan akan turun dalam dua tahun," kata Aher seusai penandatanganan, Jumat pagi.

Baca juga: Aher Sebut PKS dan Golkar Mungkin Bisa Berkoalisi di Pilkada Jabar

Total anggaran dalam NPHD penyelenggaraan Pilkada Jawa Barat 2018 yang terdiri dari Pilkada 16 kabupaten kota dan Pilkada Gubernur Jawa Barat mencapai Rp 1,687 triliun. 

"Untuk KPU Rp 1,169 triliun, untuk Bawaslu Rp 332 miliar. Sisanya untuk kepolisan dan stakeholder lain," ujarnya. 

Anggaran penyelenggaraan Pilkada Jawa Barat 2018 tersebut akan digelontorkan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, Rp 400 miliar untuk KPU dan Rp 197 miliar untuk Bawaslu.

"Tahun sekarang (2017) sebagian turun. Sebagian tahun depan sisanya. NPHD dibuat dua naskah. Pada naskah sekarang djelaskan sisanya dicairkan 2018," jelasnya.

Aher berharap KPU dapat memanfaatkan anggaran tersebut sebaik-baiknya.

"Jalankan tugas dengan baik, amanah keuangan dilaksanakan dengan baik, 3 bulan setelah pelaksanaan pilkada saya harap sudah ada laporan ke pemprov," tegasnya.

Baca juga: Desy Ratnasari Siap jika Diusung untuk Pilkada Jabar

Kompas TV Seberapa Besar Peluang untuk Diusung di Pilkada Jabar 2018?

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Meski Pandemi, Luwu Utara Surplus Beras Hingga 34.000 Ton Lebih

Meski Pandemi, Luwu Utara Surplus Beras Hingga 34.000 Ton Lebih

Regional
Pelempar Al Quran di Makassar: Saya Khilaf, Saya Minta Maaf

Pelempar Al Quran di Makassar: Saya Khilaf, Saya Minta Maaf

Regional
2 dari 6 Tahanan Covid-19 yang Kabur di Jayapura Menyerahkan Diri

2 dari 6 Tahanan Covid-19 yang Kabur di Jayapura Menyerahkan Diri

Regional
Tak Terima Penghulu Hendak Nikahkan Anaknya, Ibu Pengantin: Stop Bapak

Tak Terima Penghulu Hendak Nikahkan Anaknya, Ibu Pengantin: Stop Bapak

Regional
Tidak Mau Disebut Kebobolan Soal Klaster Secapa AD, Ini Penjelasan Wakil Wali Kota Bandung

Tidak Mau Disebut Kebobolan Soal Klaster Secapa AD, Ini Penjelasan Wakil Wali Kota Bandung

Regional
Kronologi Wanita Ngamuk dan Lempar Al Quran, Awalnya Kesal Dituduh Laporkan Tetangga Berjudi

Kronologi Wanita Ngamuk dan Lempar Al Quran, Awalnya Kesal Dituduh Laporkan Tetangga Berjudi

Regional
Industri Olahan Cokelat Nglanggeran Gunungkidul, Mulai Bangkit di Tengah Pandemi

Industri Olahan Cokelat Nglanggeran Gunungkidul, Mulai Bangkit di Tengah Pandemi

Regional
Terjatuh Saat Berolahraga, Ketua DPRD Samarinda Tutup Usia

Terjatuh Saat Berolahraga, Ketua DPRD Samarinda Tutup Usia

Regional
Duduk Perkara Wanita Ngamuk dan Lempar Alquran, Emosi Dituding Tukang Lapor Polisi

Duduk Perkara Wanita Ngamuk dan Lempar Alquran, Emosi Dituding Tukang Lapor Polisi

Regional
Investigasi Kematian Warga di Boven Digoel, Komnas HAM Papua Keluarkan 5 Rekomendasi

Investigasi Kematian Warga di Boven Digoel, Komnas HAM Papua Keluarkan 5 Rekomendasi

Regional
Antisipasi Erupsi Gunung Merapi, BPBD Klaten Petakan Tempat Evakuasi Warga

Antisipasi Erupsi Gunung Merapi, BPBD Klaten Petakan Tempat Evakuasi Warga

Regional
Menolak Dirawat di Bantul, Pasien Covid-19 Pilih Pulang ke Madura

Menolak Dirawat di Bantul, Pasien Covid-19 Pilih Pulang ke Madura

Regional
Ini Kondisi Covid-19 di Surabaya Setelah 2 Pekan Waktu yang Diberikan Jokowi Habis

Ini Kondisi Covid-19 di Surabaya Setelah 2 Pekan Waktu yang Diberikan Jokowi Habis

Regional
Ridwan Kamil: Klaster Secapa AD adalah Anomali, Akan Ditangani Langsung Mabes TNI

Ridwan Kamil: Klaster Secapa AD adalah Anomali, Akan Ditangani Langsung Mabes TNI

Regional
Ridwan Kamil Sarankan Pembatasan Akses Warga Sekitar Secapa AD Hegarmanah

Ridwan Kamil Sarankan Pembatasan Akses Warga Sekitar Secapa AD Hegarmanah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X