Peringati Harlah NU, Ribuan Warga Bondowoso Serukan Tolak Radikalisme

Kompas.com - 15/04/2017, 10:33 WIB
Ribuan Warga Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Menggelar Konvoi Dalam Rangka Hari Lahir NU Ke 94, Sabtu (15/4/2017). KOMPAS.com/ Ahmad WinarnoRibuan Warga Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Menggelar Konvoi Dalam Rangka Hari Lahir NU Ke 94, Sabtu (15/4/2017).
|
EditorBayu Galih

JEMBER, KOMPAS.com - Ribuan warga Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Sabtu (15/4/2017), menggelar aksi damai dengan berkonvoi dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-94.

Acara konvoi tersebut dimulai dari wisma Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso dan berakhir di Pondok Pesantren Darul Falah Kecamatan Cerme.

Menurut Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso, Ahmad Dhafir, kegiatan konvoi tersebut bertujuan untuk menyosialisasikan kepada masyarakat tentang ancaman serta bahaya gerakan terorisme dan radikalisme.

"Kami ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa hari ini negara kita sedang diincar oleh kelompok-kelompok intoleran, yang ingin mengubah negara kita menjadi negara Islam," kata Dhafir.


Padahal, lanjut dia, negara ini didirikan oleh para ulama, tidak dengan mudah. Para ulama, termasuk pendiri Nahdlatul Ulama, telah berkorban demi merebut dan memperjuangkan kemerdekaan bukan untuk sekelompok orang.

"Kalau kemudian sekarang ada sekelompok organisasi yang ingin mendirikan negara Islam dan menerapkan sistem syariat Islam, maka perlu dipertanyakan jiwa nasionalismenya. Makanya baca sejarah bagaimana bangsa ini didirikan," kata dia.

Selain itu, kegiatan konvoi tersebut juga bertujuan untuk mengingatkan kepada masyarakat, agar selalu menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh dengan isu-isu yang mengarah kepada perpecahan bangsa.

"Di sepanjang jalan kami juga menyerukan kepada masyarakat agar tetap saling hidup rukun dan saling menghormati, sebagaimana nilai-nilai yang telah diwariskan oleh pendiri bangsa kita," ucapnya.

Sementara itu, salah satu peserta konvoi M Nawawi Siddiq, mengaku sangat mengapresiasi kegiatan tersebut.

"Ini adalah kegiatan positif untuk menyampaikan pesan langsung kepada masyarakat, untuk terus ikut menjaga persatuan dan terus mengingat jasa para ulama NU yang ikut memiliki andil besar mendirikan bangsa ini," kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Lengkap Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Pelaku Sakit Hati hingga Polisi Bentuk Tim Khusus

Fakta Lengkap Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Pelaku Sakit Hati hingga Polisi Bentuk Tim Khusus

Regional
Gibran Resmi Maju Pilkada 2020, Pesan dari Jokowi hingga Dikritik Terlalu Ngebet

Gibran Resmi Maju Pilkada 2020, Pesan dari Jokowi hingga Dikritik Terlalu Ngebet

Regional
Sebelum Dicabuli, Siswi SMK Dicekoki Miras oleh Gurunya

Sebelum Dicabuli, Siswi SMK Dicekoki Miras oleh Gurunya

Regional
Sampai Akhir Penutupan, 97 Balon Pilkada 2020 Tercatat di DPD PDI-P Jateng

Sampai Akhir Penutupan, 97 Balon Pilkada 2020 Tercatat di DPD PDI-P Jateng

Regional
5 Fakta Seputar UN Dihapus, Dukungan Kepala Daerah hingga Dikritik Jusuf Kalla

5 Fakta Seputar UN Dihapus, Dukungan Kepala Daerah hingga Dikritik Jusuf Kalla

Regional
Evakuasi Kereta Api Anjlok Rampung, Perbaikan Rel Selesai Hari Ini

Evakuasi Kereta Api Anjlok Rampung, Perbaikan Rel Selesai Hari Ini

Regional
4 Fakta Oknum Guru Pendamping Olimpiade Sains Cabuli Siswinya, Dilakukan di Hotel hingga Berhasil Ditangkap

4 Fakta Oknum Guru Pendamping Olimpiade Sains Cabuli Siswinya, Dilakukan di Hotel hingga Berhasil Ditangkap

Regional
4 Sungai di Surabaya Dikembangkan Jadi Transportasi Air, Apa Saja?

4 Sungai di Surabaya Dikembangkan Jadi Transportasi Air, Apa Saja?

Regional
Korban Banjir di Kampar Mulai Terserang Penyakit

Korban Banjir di Kampar Mulai Terserang Penyakit

Regional
Eks Rumah Dinas PT KAI di Cihampelas Bakal Dibangun Masjid

Eks Rumah Dinas PT KAI di Cihampelas Bakal Dibangun Masjid

Regional
Jasad Balita Tanpa Kepala Diduga Yusuf, Orangtua Jalani Tes DNA

Jasad Balita Tanpa Kepala Diduga Yusuf, Orangtua Jalani Tes DNA

Regional
Kata FX Hadi Rudyatmo soal Gibran Mencalonkan Diri Melalui DPD PDI-P Jateng

Kata FX Hadi Rudyatmo soal Gibran Mencalonkan Diri Melalui DPD PDI-P Jateng

Regional
Mari Bantu Kesembuhan Nadia dan Vika, Kakak Beradik Asal Sumsel yang Terkena Penyakit Kulit Langka

Mari Bantu Kesembuhan Nadia dan Vika, Kakak Beradik Asal Sumsel yang Terkena Penyakit Kulit Langka

Regional
Tengah Tertidur, Ayah dan Anak di Sigi Tewas Saat Banjir Bandang Datang

Tengah Tertidur, Ayah dan Anak di Sigi Tewas Saat Banjir Bandang Datang

Regional
2020, Pemkot Surabaya Bangun Sekolah di Eks Lokalisasi Dolly

2020, Pemkot Surabaya Bangun Sekolah di Eks Lokalisasi Dolly

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X