Susi Janjikan Ekskavator bagi Warga yang Tangkap Pelaku Bom Ikan

Kompas.com - 20/03/2017, 22:10 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat meninjau pesisir Desa Hakatutobu, Kecamatan Pomala, Kabupaten Kolaka Dok/KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat meninjau pesisir Desa Hakatutobu, Kecamatan Pomala, Kabupaten Kolaka
|
EditorReni Susanti

KOLAKA, KOMPAS.com - Menteri Keluatan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menantang warga Kolaka khususnya petani tambak dan nelayan untuk menangkap pelaku bom ikan. Jika ada yang berhasil menangkapnya, Susi akan memberikan excafator.

“Kalau berhasil tangkap pelaku bom ikan saya kasih satu excafator. Alat berat ini nantinya bisa dipakai mengolah empang atau ambak. Tapi nanti alat beratnya tidak bisa dimiliki perorangan atau dinas. Tetapi dimiliki koperasi. Nah Koperasinya yang betul-betul ada, bukan bohongan,” ujarnya Senin (20/3/2017).

Susi berjanji, dirinya juga akan memberikan hadiah yang sama bagi yang berhasil mengamankan bahan baku untuk bom ikan sebanyak 20-50 ton. 

"Di sini kan ada Pak Kapolres dan Dandim, nanti dibantu mereka ya. Intinya kalau karang rusak hasil tangkapan para nelayan tidak ada lagi. Jadi cari dan tangkap ya para pelaku bom ikan itu,” tegasnya.

Mendengar tantangan dan penjelasan dari Susi, warga bersorak sorai. Mereka bertanya, jika warga berhasil mendapatkan lebih dari satu pelaku bom ikan, apa yang akan diperolehnya.

Mendapatkan pertanyaan tersebut, Susi menjawab, semakin banyak pelaku bom ikan yang ditangkap, maka kementerian yang dipimpinnya akan lebih memperhatikan kesejahteraan petani tambak.

Salah satu warga, Arman mengaku senang mengikuti penjelasan Susi. Ada beberapa hal yang baru ia ketahui sekarang. Seperti, jenis penyakit turunan di udang vaname. Padahal ia sudah puluhan tahun bertani tambak. 

"Ibu Menteri juga mengingatkan kami agar jangan memakai zat kimia seperti tiodang karena bisa membunuh plankton. Dan kami juga diberitahu jangan memaksa tambak untuk terus aktif kaena bisa merusak ekosistem," tutupnya. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Kiai Protes Jabatan Menteri Agama ke PBNU | Risma Akui Rugi Tolak Jadi Menteri

[POPULER NUSANTARA] Kiai Protes Jabatan Menteri Agama ke PBNU | Risma Akui Rugi Tolak Jadi Menteri

Regional
Pasien Demam Berdarah di Cianjur Bertambah Jadi 22 Orang

Pasien Demam Berdarah di Cianjur Bertambah Jadi 22 Orang

Regional
Puslabfor Ambil Sampel di Lokasi Kebakaran Pipa Pertamina Cimahi

Puslabfor Ambil Sampel di Lokasi Kebakaran Pipa Pertamina Cimahi

Regional
Ganjar Apresiasi Terpilihnya Tito Karnavian Sebagai Mendagri

Ganjar Apresiasi Terpilihnya Tito Karnavian Sebagai Mendagri

Regional
Surabaya Bakal Punya Layanan Kedokteran Nuklir, Warga Tak Perlu Terapi ke Luar Kota

Surabaya Bakal Punya Layanan Kedokteran Nuklir, Warga Tak Perlu Terapi ke Luar Kota

Regional
Pilkada Surabaya, Risma Akui Diminta Pendapat Megawati Soal Calon Wali Kota dari PDIP

Pilkada Surabaya, Risma Akui Diminta Pendapat Megawati Soal Calon Wali Kota dari PDIP

Regional
Dalam 7 Bulan, 186 Orang Meninggal karena Kecelakaan di Banyumas

Dalam 7 Bulan, 186 Orang Meninggal karena Kecelakaan di Banyumas

Regional
Bersembunyi 2 Tahun dengan Nama Palsu, Buronan Koruptor Ini Akhirnya Ditangkap

Bersembunyi 2 Tahun dengan Nama Palsu, Buronan Koruptor Ini Akhirnya Ditangkap

Regional
Api di Gunung Tampomas Masih Menyala, Luas Lahan yang Terbakar Capai 154 Hektare

Api di Gunung Tampomas Masih Menyala, Luas Lahan yang Terbakar Capai 154 Hektare

Regional
Asosiasi Tradisi Lisan Gelar Munas dan Seminar Internasional di Makassar

Asosiasi Tradisi Lisan Gelar Munas dan Seminar Internasional di Makassar

Regional
Kepala Daerah di Maluku Diminta Tak Takut dengan KPK

Kepala Daerah di Maluku Diminta Tak Takut dengan KPK

Regional
Tak Ingin Ada OTT, Wakil Ketua KPK Minta Kepala Daerah di Maluku Tak Berbuat Tercela

Tak Ingin Ada OTT, Wakil Ketua KPK Minta Kepala Daerah di Maluku Tak Berbuat Tercela

Regional
Dalam Sepekan Terjadi 3 Kecelakaan di Lampung, 12 Orang Tewas

Dalam Sepekan Terjadi 3 Kecelakaan di Lampung, 12 Orang Tewas

Regional
Dedi Mulyadi: Susi Pudjiastuti Legenda Kelautan

Dedi Mulyadi: Susi Pudjiastuti Legenda Kelautan

Regional
Ayah 15 Kali Cabuli Anak Tirinya yang Masih di Bawah Umur

Ayah 15 Kali Cabuli Anak Tirinya yang Masih di Bawah Umur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X