Kompas.com - 14/03/2017, 20:50 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo seusai berbicara dalam Forum Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan 2016 di Semarang, Selasa (26/1/2016) Kompas.com/Nazar NurdinGubernur Jateng Ganjar Pranowo seusai berbicara dalam Forum Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan 2016 di Semarang, Selasa (26/1/2016)
|
EditorCaroline Damanik

SEMARANG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menilai bahwa aksi cor kaki oleh petani Pegunungan Kendeng di depan Istana Negara, Senin (13/3/2017), tidak perlu dipermasalahkan. Ganjar menilai, aksi itu adalah hak untuk menyampaikan pendapat.

"Kenapa? Itu warga Rembang atau Pati? Rembang dan Pati enggak apa-apa, kan dia punya hak toh," kata Ganjar ketika dimintai komentar atas aksi itu, Selasa (14/3/2017).

Warga Kendeng, lanjut Ganjar, telah diundang untuk diajak berbicara di sidang komisi Amdal di Dinas Lingkungan Hidup. Pihak pendamping dari Walhi juga diundang, namun tidak hadir.

"Saya mengundang mereka, saya undang ketika sidang komisi Amdal, kita undang. Walhi kita undang tapi ndak datang. Katanya enggak sesuai melanggar lingkungan, ya mbok diuji di situ," tambahnya.

Ganjar menyayangkan, warga tidak bersedia ikut dalam forum yang disediakan. Namun demikian, ia menghormati pilihan yang dibuat warga.

"Setelah paparan pertama, malah temen-temen pulang, walk out. Maksud saya, mau kasih ruang fair kepada mereka untuk melakukan itu, tapi saya menghormati seluruh ekspresi, aspirasi yang disampaikan," tambahnya.

(Baca juga: "Kok Bisa Gubernur Jawa Tengah Berani Melawan Perintah Presiden")

Petani dari kawasan Pegunungan Kendeng, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, kembali menggelar aksi mencor kaki dengan semen di depan Istana Negara, Jakarta, Senin (13/3/2017).

Ada lima petani yang melakukan cor kedua kaki, yaitu dua laki-laki dan tiga perempuan. Mereka protes atas kebijakan Ganjar yang menerbitkan izin baru untuk melanjutkan kembali pabrik semen Indonesia di Rembang.

"Kami kembali melakukan aksi protes ini. Sudah beberapa kali kami melakukan aksi menyemen kaki, meminta Presiden Joko Widodo menghentikan operasi Pabrik Semen di Rembang," ujar Koordinator Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng Joko Prianto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.