Di TTU, Petani Bisa Menikmati Uang Pensiun seperti PNS

Kompas.com - 26/02/2017, 09:06 WIB
Bupati TTU Raymundus Fernandes (baju merah) sedang meninjau tambak ikan air tawar di Kelurahan Bitefa, Kecamatan Miomafo Timur, TTU, Jumat (4/10/2013). Kompas.com/Sigiranus Marutho BereBupati TTU Raymundus Fernandes (baju merah) sedang meninjau tambak ikan air tawar di Kelurahan Bitefa, Kecamatan Miomafo Timur, TTU, Jumat (4/10/2013).
|
EditorFarid Assifa

KUPANG, KOMPAS.com - Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), Raymundus Sau Fernandez dalam kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Aloysius Kobes saat ini telah menggulirkan sejumlah program, dua di antaranya adalah Desa Mandiri Cinta Petani (Sari Tani) dan Padat Karya Pangan (PKP).

Dalam program yang mulai digulirkan sejak tahun 2012 lalu itu, seluruh petani di kabupaten yang berbatasan dengan Distrik Oekusi, Timor Leste, itu bisa menikmati uang pensiun layaknya pegawai negeri sipil (PNS).

Bupati Fernandez mengatakan, dalam Program Sari Tani dan PKP, pemerintah telah memosisikan kembali hak-hak politik rakyat sebagai pemangku kedaulatan tertinggi. Rakyat tidak lagi diberikan sisa-sisa dari anggaran pembangunan, tetapi diberi mandat penuh untuk mengelola anggaran sendiri.

Menurut bupati dua periode itu, belajar dari pengalaman dari waktu dan periode kepemimpinan di TTU, keluhan masyarakat sama, yakni mereka kesulitan akses untuk mendapatkan modal usaha.

“Kalau kita menyarankan mereka ke bank, maka yang diminta adalah agunan atau jaminan. Masyarakat kita memang memiliki tanah dan sebagiannya untuk bisa dijadikan agunan, namun masalahnya tanah mereka ini belum bersertifikat. Dengan demikian, proses untuk mendapat modal usaha menjadi sangat sulit, sehingga kita mulai menjawab keinginan masyarakat itu dengan program Sari Tani,” kata Fernandez kepada Kompas.com, Minggu (26/2/2017).

Program Sari Tani dan PKP adalah jabaran dari sebuah gerakan Cinta Petani. Petani harus bekerja dengan lahan yang terukur dan komoditas yang ditanam harus berkualitas sehingga tidak hanya mencukupi kebutuhan makan untuk setahun saja, tetapi juga harus memikirkan cadangan masa tua.

Konsep pensiun petani yang dimaksudkan Fernandez  adalah mempersiapkan masa tua. Ia pun pun mengadopsi sistem yang ada di PNS, yakni setiap bulan itu ada potongan gaji untuk masa tua. Sementara bagi petani, dari penjualan hasil tani sebagian ditabungkan di bank untuk masa tua.

“Tabungan itu dikunci sampai usia 60 tahun dan baru dibuka untuk kepentingan para petani. Itu bentuknya kita menyimpan dana di lembaga keuangan,” ujarnya.  

Fernandez menjelaskan, untuk menjalankan sistem ini, pihaknya bekerja sama dengan bank yang ada di TTU.

Selain itu, kata Fernandez, pensiun petani itu juga bisa dalam bentuk beternak atau menanam tanaman yang bernilai ekonomis tinggi seperti jati, mahoni, kemiri dan mete.  

Fernandez menyebut, melalui program padat karya pangan, pihaknya melakukan verifikasi untuk lahan lahan yang tidak produktif. Khusus pertanian holtikultura diarahkan untuk tanaman perkebunan dan kehutanan bernilai ekonomi tinggi.  

Adapun intervensi pemerintah untuk menyukseskan program pensiun petani itu adalah dengan bantuan langsung kepada kelompok tani berupa sapi sebanyak 100 ekor dan syaratnya pun sangat sederhana, yakni petani hanya menyiapkan pakan ternak.  

“Jadi pensiun petani itu bukan disiapkan oleh lembaga tertentu, pemerintah daerah maupun oleh negara, tetapi pensiun petani yang kita maksudkan yakni masing-masing warga mempersiapkan masa tuanya melalui tabungan di lembaga keuangan, melalui tanaman umur panjang dan pemeliharaan ternak, sehingga pada saat tua dia bisa menikmati hasil,” kata Fernandez.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Penangkapan Oknum Polisi yang Disangka Perampok ATM, Ternyata Lagi Menghisap Sabu

Kronologi Penangkapan Oknum Polisi yang Disangka Perampok ATM, Ternyata Lagi Menghisap Sabu

Regional
Daerah Rawan KKB di Papua Ini Tidak Tersentuh Covid-19

Daerah Rawan KKB di Papua Ini Tidak Tersentuh Covid-19

Regional
Jumlah Pasien Covid-19 yang Sembuh Meningkat Tajam, Risma Ungkap Peran Mobil PCR

Jumlah Pasien Covid-19 yang Sembuh Meningkat Tajam, Risma Ungkap Peran Mobil PCR

Regional
Masjid di Kota Bengkulu Kembali Gelar Shalat Berjemaah

Masjid di Kota Bengkulu Kembali Gelar Shalat Berjemaah

Regional
Diduga Salah Tembak, 2 Petani di Poso Tewas Saat Panen Kopi, Ini Penjelasan Polisi

Diduga Salah Tembak, 2 Petani di Poso Tewas Saat Panen Kopi, Ini Penjelasan Polisi

Regional
50.000 Ribu Butir Obat Batuk Disalahgunakan untuk Mabuk

50.000 Ribu Butir Obat Batuk Disalahgunakan untuk Mabuk

Regional
Ibu Hamil 9 Bulan yang Ditinggal dan Bergantung Tetangga: 'Tolong Jangan Cari Suami Saya'

Ibu Hamil 9 Bulan yang Ditinggal dan Bergantung Tetangga: "Tolong Jangan Cari Suami Saya"

Regional
Ingin Awet Muda dan Cepat Kaya, Oknum Karyawan Tambang Nekat Curi Celana Dalam, Ini Ceritanya

Ingin Awet Muda dan Cepat Kaya, Oknum Karyawan Tambang Nekat Curi Celana Dalam, Ini Ceritanya

Regional
Saat Polisi Kaget Dipergoki Rekan Seprofesinya, Ketahuan Isap Sabu-sabu

Saat Polisi Kaget Dipergoki Rekan Seprofesinya, Ketahuan Isap Sabu-sabu

Regional
Kadis Pariwisata NTB: Konsep New Normal, Hotel Harus Siapkan Klinik

Kadis Pariwisata NTB: Konsep New Normal, Hotel Harus Siapkan Klinik

Regional
Warga Pasuruan Tewas Dilempar Bom Ikan, Pelaku Diduga Masuk dari Jendela

Warga Pasuruan Tewas Dilempar Bom Ikan, Pelaku Diduga Masuk dari Jendela

Regional
Keluarga Ambil Paksa Jenazah Pasien Positif Covid-19 dari Rumah Sakit di Surabaya

Keluarga Ambil Paksa Jenazah Pasien Positif Covid-19 dari Rumah Sakit di Surabaya

Regional
Pasien Covid-19 Tertua dan Bocah 3 Tahun di Sorong Dinyatakan Sembuh

Pasien Covid-19 Tertua dan Bocah 3 Tahun di Sorong Dinyatakan Sembuh

Regional
Penularan Covid-19 Disoroti Presiden Jokowi, Pemprov Kalsel: Kasus Turun di Akhir Juli

Penularan Covid-19 Disoroti Presiden Jokowi, Pemprov Kalsel: Kasus Turun di Akhir Juli

Regional
Berpacaran dengan Orang yang Sama, 3 Oknum TNI Aniaya Pelajar SMA di Depan Rumah si Gadis

Berpacaran dengan Orang yang Sama, 3 Oknum TNI Aniaya Pelajar SMA di Depan Rumah si Gadis

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X