Harga Melonjak, Cabai Merah Mulai Langka di Pasuruan

Kompas.com - 25/02/2017, 15:13 WIB
Muslikah, salahsatu pedagang cabai di Pasar Besar Kota Pasuruan yang kini tidak lagi menjual cabai merah karena harganya mencapai Rp.140 ribu/kg KOMPAS.com/Moh.AnasMuslikah, salahsatu pedagang cabai di Pasar Besar Kota Pasuruan yang kini tidak lagi menjual cabai merah karena harganya mencapai Rp.140 ribu/kg
|
EditorIndra Akuntono


PASURUAN, KOMPAS.com - Harga yang masih tinggi membuat ketersedian cabai merah di sejumlah pasar di Kota Pasuruan mulai langka. Para pedagang kesulitan menjual cabai merah yang harga belinya mencapai Rp 140.000 per kilogram.

Para pedagang di sejumlah pasar di Kota Pasuruan kini memilih menjual cabai hijau (rawit) yang harganya jauh lebih murah, Rp 50.000 per kilogram.

Pantauan Kompas.com di Pasar Besar Kota Pasuruan, di blok stan dan lapak sayuran tak nampak tumpukan cabai merah yang biasanya terlihat.

"Harga lombok (cabai merah) terus naik itu mulai dua bulan lalu. Kalau kami memaksa untuk membeli dari tengkulak risikonya tidak laku," ucap seorang pedagang di pasar tersebut, Muslikhah, Sabtu (25/2/2017).

Sebelum harga cabai merah naik, Muslikha mengaku dapat menjual hingga 20 kilogram cabai per hari. Namun sejak harganya naik, dia mengurangi stok cabai merah.

"Yang kami jual, ya hanya cabai hijau polos dan yang keriting karena jauh lebih murah", ucap dia.

Hal senada juga diungkapan Sutiran, pedagang cabai lainnya. Dia menyebutkan saat ini cabai yang dijualnya jenis cabai hijau dengan harga sekitar Rp 40.000 per kilogram hingga Rp 50.000 per kilogram.

"Karena pembeli kebanyakan sekarang sudah beralih ke lombok hijau", ujarnya.

Tidak hanya di Pasar Besar Pasuruan, di Pasar Gading serta Pasar Kebon Agung, sejumlah penjual sengaja tidak menjual cabai merah karena harganya sangat tinggi dan berisiko tidak laku.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Regional
Kasus Pembunuhan 'Debt Collector': Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Kasus Pembunuhan "Debt Collector": Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Regional
4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

Regional
Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Regional
Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Regional
Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Regional
Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Regional
Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Regional
Fakta Baru Remaja Dicabuli Ayah Tirinya, Ditetapkan Tersangka hingga Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandungnya

Fakta Baru Remaja Dicabuli Ayah Tirinya, Ditetapkan Tersangka hingga Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandungnya

Regional
Cuaca Buruk, 'Water Bombing' Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Batal

Cuaca Buruk, "Water Bombing" Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Batal

Regional
Upaya Penyelundupan 16.000 Ekor Bibit Lobster Digagalkan, 1 Pelaku Buron

Upaya Penyelundupan 16.000 Ekor Bibit Lobster Digagalkan, 1 Pelaku Buron

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita Nasir Bongkar Makam Ibunya | Gibran Dikabarkan Siap Maju Pilkada Solo

[POPULER NUSANTARA] Cerita Nasir Bongkar Makam Ibunya | Gibran Dikabarkan Siap Maju Pilkada Solo

Regional
Duduk Perkara Balita 3 Tahun Tewas Ditangan Pacar Ibunya, Disebut Jatuh di Kamar Mandi

Duduk Perkara Balita 3 Tahun Tewas Ditangan Pacar Ibunya, Disebut Jatuh di Kamar Mandi

Regional
Tipu Calon Polisi hingga Ratusan Juta Rupiah, Pria Ini Ditangkap Polisi

Tipu Calon Polisi hingga Ratusan Juta Rupiah, Pria Ini Ditangkap Polisi

Regional
Pengungsi Korban Gempa: Anggota DPRD Hanya Datang Saat Pileg, Waktu Kami Susah Mereka Hilang

Pengungsi Korban Gempa: Anggota DPRD Hanya Datang Saat Pileg, Waktu Kami Susah Mereka Hilang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X