Polisi Tutup Taman Sri Baduga, "Netizen" Minta #BalikinAirMancurKami

Kompas.com - 22/02/2017, 14:58 WIB
Air mancur menari di Taman Air Mancur Sri Baduga telah diresmikan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Sabtu (18/2/2017). KOMPAS.COM/PUTRA PRIMA PERDANAAir mancur menari di Taman Air Mancur Sri Baduga telah diresmikan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Sabtu (18/2/2017).
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

PURWAKARTA, KOMPAS.com — Pemasangan garis polisi di pintu masuk dan keluar Taman Air Mancur Sri Baduga, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mendapat berbagai tanggapan dari netizen.

Kekecewaan itu muncul setelah polisi menutup taman air itu pasca-kematian seorang warga yang menyaksikan pembukaan taman air tahap ketiga tersebut pada Sabtu (18/2/2017) lalu.

Warga bernama Indra Kusumawati (42) itu meninggal dunia dalam perjalanan ke Rumah Sakit Umum Daerah Bayu Asih, Purwakarta, seusai menonton pembukaan air mancur oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya tersebut.

(Baca juga: Usai Tonton Air Mancur Menari, Indra Terkena Serangan Jantung)

Dengan hashtag #BalikinAirMancurKami", pengguna media sosial ramai-ramai meminta agar area air mancur itu dibuka kembali.

Mereka menilai bahwa penutupan itu tidak tepat karena warga meninggal di luar area air mancur.

Tagar bernada kekecewaan kepada pihak kepolisian ini mulai ramai pada Rabu (22/2/2017) pukul 09.00 WIB.

Pengguna akun @negativisme, misalnya, menulis, "Cuma satu kata untuk Polisi Purwakarta yang nutup taman sri baduga. LEBAY #BalikinAirMancurKami."

Meme bernada kekecewaan terhadap Polres Purwakarta juga terlihat dikicaukan oleh pengguna akun @PurwakartaKita.

Pengguna akun tersebut memajang foto para wanita polisi yang sedang duduk dan bermain gadget. Dalam foto tersebut, terdapat keterangan, "Lihat ya, ini pas acara berlangsung, mereka main gadget, ga jaga, ada musibah lalu salahin orang lain, ih please ya #BalikinAirMancurKami."

Keluhan juga datang dari beberapa warga yang datang ke taman air terbesar se-Asia Tenggara tersebut.

"Kok dikasih garis polisi sih? Kami mau nonton air mancur nanti gimana? Ini kan sudah sore, kata Pak Bupati juga boleh masuk kan kalau sore?" kata Mimah (40), warga Nagri Kidul, Purwakarta, saat berolahraga di Taman Sri Baduga.

Karyawan pada salah satu perusahaan swasta ini bahkan menuturkan, ia telah mengundang anggota keluarganya dari Bandung untuk menonton air mancur yang dilengkapi dengan aqua screen tersebut pada malam minggu nanti.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Panggil Penyelenggara Konser Dangdut yang Timbulkan Kerumunan di Tegal

Polisi Panggil Penyelenggara Konser Dangdut yang Timbulkan Kerumunan di Tegal

Regional
Wakil Ketua DPRD Tegal Nekat Gelar Konser Dangdut, Polisi: Awalnya Izin Pakai Panggung Kecil, Tapi...

Wakil Ketua DPRD Tegal Nekat Gelar Konser Dangdut, Polisi: Awalnya Izin Pakai Panggung Kecil, Tapi...

Regional
Polda Babel Hentikan Kasus Dugaan Penipuan Bitcoin BTC Panda Senilai Rp 261,3 M

Polda Babel Hentikan Kasus Dugaan Penipuan Bitcoin BTC Panda Senilai Rp 261,3 M

Regional
Anggota DPRD Jadi Bandar Narkoba, Golkar Sebut Penentuan Calon Tanggung Jawab KPU

Anggota DPRD Jadi Bandar Narkoba, Golkar Sebut Penentuan Calon Tanggung Jawab KPU

Regional
'Saya Sudah Diwanti-wanti, Pak Gubernur di Wilayah Itu Kiri Kanan Sudah Positif Semua'

"Saya Sudah Diwanti-wanti, Pak Gubernur di Wilayah Itu Kiri Kanan Sudah Positif Semua"

Regional
Ugal-ugalan di Jalan Raya, Puluhan Anggota Klub Motor Trail Ditangkap

Ugal-ugalan di Jalan Raya, Puluhan Anggota Klub Motor Trail Ditangkap

Regional
Sempat Ditegur Mendagri, Cellica-Aep hanya Bertiga datang ke Acara Penetapan Nomor Urut

Sempat Ditegur Mendagri, Cellica-Aep hanya Bertiga datang ke Acara Penetapan Nomor Urut

Regional
Pemda DIY Izinkan SMK dan Kampus Gelar Praktikum Tatap Muka

Pemda DIY Izinkan SMK dan Kampus Gelar Praktikum Tatap Muka

Regional
Tekan Penyebaran Covid-19,  Ada Tim Pemburu Warga Tak Bermasker di Tasikmalaya

Tekan Penyebaran Covid-19, Ada Tim Pemburu Warga Tak Bermasker di Tasikmalaya

Regional
Ridwan Kamil Klaim Penanganan Covid-19 di Jabar Membaik, Luhut: Okupansi ICU di Jabodetabek Tinggi

Ridwan Kamil Klaim Penanganan Covid-19 di Jabar Membaik, Luhut: Okupansi ICU di Jabodetabek Tinggi

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 September 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 September 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 24 September 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 24 September 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 24 September 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 24 September 2020

Regional
Cerita Parti Liyani TKI asal Nganjuk yang Menang atas Tuduhan Pencurian dari Bos Singapura

Cerita Parti Liyani TKI asal Nganjuk yang Menang atas Tuduhan Pencurian dari Bos Singapura

Regional
Dapat Nomor Urut 1 di Pilkada Surabaya, Eri Cahyadi: Kami Lillahi Ta'ala Mengabdi...

Dapat Nomor Urut 1 di Pilkada Surabaya, Eri Cahyadi: Kami Lillahi Ta'ala Mengabdi...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X