Balai Karantina Larang Buah Impor Masuk ke Bandara Adisutjipto

Kompas.com - 21/02/2017, 13:39 WIB
Ilustrasi buah ShutterstockIlustrasi buah
EditorFarid Assifa

SLEMAN, KOMPAS.com - Balai Karantina Pertanian Yogyakarta mengintensifkan sosialisasi larangan bagi penumpang pesawat memasukkan atau membawa buah segar dari luar negeri melalui Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta.

"Daerah Istimewa Yogyakarta bukan merupakan tempat masuknya buah dan sayuran buah segar impor," kata Kepala Balai Karantina Pertanian Yogyakarta, Wisnu Haryana, di Sleman, Selasa (21/2/2017).

Menurut dia, berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 42/Permentan/OT.140/6/2012 hanya ada empat tempat pemasukan ke wilayah RI, yakni Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Belawan Medan, Bandara Soekarno Hatta Jakarta, dan Pelabuhan Makassar.

"Sampai saat ini kami masih menemukan banyak pelanggaran disebabkan faktor ketidaktahuan masyarakat tentang peraturan tersebut. Kami mulai mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat melalui lembaga atau organisasi terkait," katanya.

Ia mengatakan, jika hendak memasukkan buah atau sayuran buah segar impor, prosedurnya harus melalui jalur darat. Kebanyakan buah impor yang ada di DIY berasal dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

"Namun itu juga harus dilengkapi dokumen surat pelepasan. Jika masih dalam kurun 30 hari, pemasok terbebas dari persyaratan sertifikasi. Tapi setelah lebih dari jangka waktu itu diharuskan melakukan pemeriksaan karantina ulang," katanya.

Wisnu mengatakan, memasukkan buah atau sayuran dari luar negeri melalui Bandara Adisutjipto pasti akan ditolak berapa pun jumlahnya. Jika kedapatan, barang itu akan disita petugas.

"Masih banyak masyarakat yang belum memperhatikan permasalahan ini, padahal efeknya berbahaya. Masuknya buah dan sayuran dari luar negeri tanpa sertifikat kesehatan berpotensi menularkan organisme pengganggu tumbuhan dan bisa mengurangi tingkat produksi tanaman lokal," katanya.

Ia mengatakan, dalam lingkup yang lebih luas bisa berpengaruh terhadap perekonomian warga.

"Mungkin ada yang menganggap sepele karena dampak sosialnya tidak terlalu nampak, berbeda dengan penyelundupan satwa. Padahal pemahaman hal ini sangat penting," katanya.



Sumber ANTARA

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 8 Remaja Yogya, Satu Orang Sempat Todongkan Senjata

Polisi Amankan 8 Remaja Yogya, Satu Orang Sempat Todongkan Senjata

Regional
Gamis Tersangkut di Gir, Ibu Ini Jatuh dari Motor lalu Meninggal

Gamis Tersangkut di Gir, Ibu Ini Jatuh dari Motor lalu Meninggal

Regional
Rekor Tetinggi Kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor, Ada 58 Klaster Keluarga dan 11 Klaster Kantor

Rekor Tetinggi Kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor, Ada 58 Klaster Keluarga dan 11 Klaster Kantor

Regional
Produksi Padi Babel Baru 37 Persen, Pemprov Babel Dorong Pemanfaatan Lahan yang Masih Tersedia

Produksi Padi Babel Baru 37 Persen, Pemprov Babel Dorong Pemanfaatan Lahan yang Masih Tersedia

Regional
Siswi SMK Ditikam Saat Belajar Daring oleh Pamannya Sendiri

Siswi SMK Ditikam Saat Belajar Daring oleh Pamannya Sendiri

Regional
Foto Risma Boleh Dipasang di APK Peserta Pilkada Surabaya, Ini Alasannya...

Foto Risma Boleh Dipasang di APK Peserta Pilkada Surabaya, Ini Alasannya...

Regional
Rela Gadaikan Sawah demi Dapat Bantuan, Tukang Becak Ini Justru Kena Tipu

Rela Gadaikan Sawah demi Dapat Bantuan, Tukang Becak Ini Justru Kena Tipu

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 29 September 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 29 September 2020

Regional
Sempat Buat Bupati Sikka Geram, IGD RSUD Tc Hillers Akhirnya Teralirkan Listrik

Sempat Buat Bupati Sikka Geram, IGD RSUD Tc Hillers Akhirnya Teralirkan Listrik

Regional
Pemkab Sumedang Usul 200 Hektar Lahan Negara Bisa Dikelola Warga

Pemkab Sumedang Usul 200 Hektar Lahan Negara Bisa Dikelola Warga

Regional
Pemkot Tegal Tutup Tempat Wisata hingga Karaoke Selama Sebulan

Pemkot Tegal Tutup Tempat Wisata hingga Karaoke Selama Sebulan

Regional
Bermula dari Bayi 21 Hari Positif Covid-19, Ibunya dan 4 Tenaga Medis Terpapar Corona

Bermula dari Bayi 21 Hari Positif Covid-19, Ibunya dan 4 Tenaga Medis Terpapar Corona

Regional
Sebarkan Kolase Foto Wapres dan 'Kakek Sugiono', Pria Ini Dilaporkan ke Polisi

Sebarkan Kolase Foto Wapres dan "Kakek Sugiono", Pria Ini Dilaporkan ke Polisi

Regional
13 Mahasiswi di Makassar Diteror Video Call Seks, Korban: Saya Trauma Pegang HP

13 Mahasiswi di Makassar Diteror Video Call Seks, Korban: Saya Trauma Pegang HP

Regional
Jadi Calon Wabup Karawang, Adly Fairuz Kritik soal Pengangguran

Jadi Calon Wabup Karawang, Adly Fairuz Kritik soal Pengangguran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X