Kompas.com - 15/02/2017, 18:07 WIB
Akses jalan Magelang - Kulonprogo, tepatnya di Desa Sambeng, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, sudah dapat dilalui setelah sempat tertutup material longsor sejak Selasa (14/2/2017) malam. Jalan dibuka sekitar pukul 12.30 WIB, Rabu (15/2/2017). Kontributor Magelang, Ika FitrianaAkses jalan Magelang - Kulonprogo, tepatnya di Desa Sambeng, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, sudah dapat dilalui setelah sempat tertutup material longsor sejak Selasa (14/2/2017) malam. Jalan dibuka sekitar pukul 12.30 WIB, Rabu (15/2/2017).
|
EditorFarid Assifa

MAGELANG, KOMPAS.com - Akses jalan Magelang-Kulon Progo, tepatnya di Desa Sambeng, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, sudah dapat dilalui setelah sempat tertutup material longsor sejak Selasa (14/2/2017) malam.

Jalan dibuka sekitar pukul 12.30 WIB, Rabu (15/2/2017).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Magelang Edi Susanto mengatakan, petugas dibantu masyarakat sempat mengalami kesulitan saat membersihkan material tanah karena terkendala hujan dan medan yang gelap. Saat membersihkan pun sempat terjadi longsor susulan pada Selasa malam.

"Kegiatan pembersihan kemudian kami lanjutkan Rabu pagi, dengan mendatangkan alat berat agar lebih cepat," ujar Edi, Rabu siang.

Edi menuturkan, longsor di jalur alternatif wisata Borobudur itu terjadi akibat hukan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam. Tanah menjadi labil, dan menyebabkan tebing setinggi 15 meter, lebar 10 meter, dan tebal 1,5 meter runtuh.

"Selain menutup jalan, longsor juga sempat menimpa tiga orang pengendara sepeda motor. Namun, mereka tidak mengalami luka, hanya trauma," ungkap Edi.

Baca juga: Longsor di Jalur Magelang-Kulon Progo, 3 Orang Tertimbun

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala Desa Sambeng, Sugiyarto, mengungkapkan bahwa longsor di lokasi tersebut adalah yang keempat sejak beberap waktu terakhir. Hal itu karena adanya rekahan tanah di atas tebing, serta kondisi tanah yang mudah sekali longsor jika terkena hujan deras.

“Longsoran ini sudah keempat kalinya. Setiap musim hujan di sini sering longsor,” jelas Sugiyarto.

Camat Borobudur, Nanda Cahyadi Pribadi, menyebutkan, di wilayah Borobudur ada beberapa desa yang rawan longsor, seperti Desa Kenalan, Desa Giritengah, dan Desa Giripurno.

Bahkan, hujan deras kemarin juga mengakibatkan longsor dan nyaris menimpa rumah warga di Dusun Kemiriombo, Desa Giripurno.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
'Children of Heaven' dari Baubau, Sulawesi Tenggara

"Children of Heaven" dari Baubau, Sulawesi Tenggara

Regional
Peduli Kesejahteraan Petani, Bupati IDP Hibahkan Ratusan Alsintan untuk 81 Poktan di Luwu Utara

Peduli Kesejahteraan Petani, Bupati IDP Hibahkan Ratusan Alsintan untuk 81 Poktan di Luwu Utara

Regional
Luwu Utara Raih 3 Penghargaan dari BI, Bupati IDP: Awal Digitalisasi Keuangan

Luwu Utara Raih 3 Penghargaan dari BI, Bupati IDP: Awal Digitalisasi Keuangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.