Calon Wakil Wali Kota Cimahi Kecewa KPK Tak Izinkan Atty "Nyoblos"

Kompas.com - 15/02/2017, 16:13 WIB
Calon Wakil Wali Kota Cimahi nomor urut 1 Achmad Zulkarnain (Azul) saat melakukan pencoblosan di TPS 70 Jalan Cihanjuang, Kota Cimahi, Rabu (15/2/2017). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Kontributor Bandung, Dendi RamdhaniCalon Wakil Wali Kota Cimahi nomor urut 1 Achmad Zulkarnain (Azul) saat melakukan pencoblosan di TPS 70 Jalan Cihanjuang, Kota Cimahi, Rabu (15/2/2017). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI
|
EditorErlangga Djumena

BANDUNG, KOMPAS.com -  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak memberikan izin bagi calon wali kota urut 1 Cimahi, Jawa Barat, Atty Suharti, untuk menggunakan hak pilihnya.

Atty yang merupakan Wali Kota Cimahi non aktif tak bisa menggunakan hak pilihnya lantaran menjadi tahanan KPK. Atty ditangkap oleh KPK bersama suaminya Itoc Tochija terkait kasus suap proyek izin pembangunan Pasar Atas Cimahi.

Hal itu pun membuat kecewa pasangannya, Achmad Zulkarnain (Azul).

"Saya pikir ini membuat kami kecewa, ada hak pilih (Atty) tidak diberikan. Kami menghormati keputusan KPK, walaupun pasangan saya tidak mendapatkan haknya. Ini proses yang kami terima," kata Azul usai memberikan hak suaranya di TPS 70 Jalan Cihanjuang, Kota Cimahi, Rabu (15/2/2017).

Meski saat ini Atty mendekam di ruang tahanan KPK, Azul mengaku terus menjalin komunikasi hingga saat pencoblosan. Selama dalam tahanan, sambung Azul, Atty kerap menyampaikan pesan melalui perwakilannya.

"Walaupun di KPK, komunikasi tetap lancar dengan Ibu Atty. Beliau juga sering titip pesan kepada perwakilan kami yang ke sana," ujar Azul.

Dengan kondisi tersebut, Azul mengaku pasrah. Ia mengaku sudah berupaya semaksimal mungkin selama proses kampanye berlangsung.

"Usaha sudah maksimal. Tinggal menyerahkan kepada Allah saja, mudah-mudahan menang. Saya siap menang dan kalah. Tapi Insya Allah menang," jelasnya. 

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditangkap, Kurir Sabu di Banjarmasin Ini Menikah di Kantor Polisi

Ditangkap, Kurir Sabu di Banjarmasin Ini Menikah di Kantor Polisi

Regional
KPK Geledah Ruang Kerja Anggota DPRD Jabar Abdul Rozaq Muslim

KPK Geledah Ruang Kerja Anggota DPRD Jabar Abdul Rozaq Muslim

Regional
Banjir di Cilegon, 6 Kecamatan dan 1.700 KK Terdampak

Banjir di Cilegon, 6 Kecamatan dan 1.700 KK Terdampak

Regional
Cara Pengelola Dusun Semilir Urai Kerumunan agar Tak Lagi Langgar Protokol Kesehatan

Cara Pengelola Dusun Semilir Urai Kerumunan agar Tak Lagi Langgar Protokol Kesehatan

Regional
Puskesmas Teja Ditutup Setelah Tiga Tenaga Medis Positif Covid-19

Puskesmas Teja Ditutup Setelah Tiga Tenaga Medis Positif Covid-19

Regional
Direktur RSUD Soekarno Ungkap Penyebab Banyak Dokter Meninggal Saat Pandemi

Direktur RSUD Soekarno Ungkap Penyebab Banyak Dokter Meninggal Saat Pandemi

Regional
Wali Kota Malang dan Keluarganya Membaik, Sekda Masih Dirawat

Wali Kota Malang dan Keluarganya Membaik, Sekda Masih Dirawat

Regional
Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Gunakan Hak Pilih di Pilkada, Begini Mekanismenya...

Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Gunakan Hak Pilih di Pilkada, Begini Mekanismenya...

Regional
Pengemudi Speedboat yang Tabrakan Hilang Tenggelam

Pengemudi Speedboat yang Tabrakan Hilang Tenggelam

Regional
Ruang Isolasi Darurat Covid-19 di Purbalingga Terendam Air, 36 Pasien Dipindah

Ruang Isolasi Darurat Covid-19 di Purbalingga Terendam Air, 36 Pasien Dipindah

Regional
Kasus Meningkat, RSUD Jombang Over Kapasitas Pasien Covid-19

Kasus Meningkat, RSUD Jombang Over Kapasitas Pasien Covid-19

Regional
Dipecat karena Korupsi, Mantan PNS Dalangi Penipuan Pembangunan Rumah Duafa dari Penjara, Ini Ceritanya

Dipecat karena Korupsi, Mantan PNS Dalangi Penipuan Pembangunan Rumah Duafa dari Penjara, Ini Ceritanya

Regional
Diduga Keracunan AC Mobil, Seorang Ibu Tewas dan 2 Anaknya Kritis

Diduga Keracunan AC Mobil, Seorang Ibu Tewas dan 2 Anaknya Kritis

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Diprediksi Mengalami Krisis Pangan pada 2021

Ridwan Kamil Sebut Jabar Diprediksi Mengalami Krisis Pangan pada 2021

Regional
Kronologi Ditemukan 238 Kasus Positif di Politeknik Transportasi Darat, Berkumpul untuk Kegiatan Pengenalan Kampus

Kronologi Ditemukan 238 Kasus Positif di Politeknik Transportasi Darat, Berkumpul untuk Kegiatan Pengenalan Kampus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X