Warga Hadang Konvoi, Paspampres Berlarian, Jokowi Pun Turun dari Mobil

Kompas.com - 09/02/2017, 16:40 WIB
Presiden Jokowi melambaikan tangan kepada warga saat mengunjungi kota Ambon, Rabu (8/2/2017). Reza Wahyudi/Kompas.comPresiden Jokowi melambaikan tangan kepada warga saat mengunjungi kota Ambon, Rabu (8/2/2017).
|
EditorCaroline Damanik

AMBON, KOMPAS.com — Iring-iringan rombongan Presiden Joko Widodo dihadang warga di kawasan Jalan Tulukbessy, Kecamatan Sirimau, Ambon, Kamis (9/2/2017).

Warga melakukan penghadangan setelah mobil yang ditumpangi Presiden melintas di kawasan Yosiba pada pukul 12.00 WIT. Warga nekat melakukan penghadangan lantaran ingin berfoto bersama dengan Jokowi.

Sebelum menghadang iring-iringan rombongan Jokowi, warga telah terlihat memadati sisi kanan dan kiri badan jalan di kawasan itu.

Berdasarkan pantauan di lapangan, aksi nekat sejumlah warga ini pun membuat Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) terpaksa berlarian di jalanan untuk menghalau warga yang memaksa menghadang iring-iringan Presiden.

Saat itu, tiba-tiba mobil Presiden langsung berhenti. Beberapa saat kemudian, Jokowi langsung turun dari mobilnya dan menyapa warga yang berjubel dan berusaha menghampirinya.

"Pak Jokowi, Pak Presiden, kami ingin foto bersama," pinta sejumlah warga di tengah kerumunan itu.

Menanggapi permintaan warga, Jokowi pun sempat berfoto bersama dengan warga. Presiden pun tak lupa memberikan suvenir kepada warga yang ada di kawasan itu.

Peristiwa penghadangan iring-iringan mobil Presiden ini terjadi seusai Jokowi membuka Hari Pers Nasional (HPN) di Lapangan Upacara Polda Maluku di kawasan Tantui, Ambon.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Status Bencana Naik, Gugus Tugas Covid-19 Sumut Dipimpin Gubernur dan Pangdam

Status Bencana Naik, Gugus Tugas Covid-19 Sumut Dipimpin Gubernur dan Pangdam

Regional
Satu Jemaah Tabligh Asal Lampung Positif Covid-19 di Bengkulu

Satu Jemaah Tabligh Asal Lampung Positif Covid-19 di Bengkulu

Regional
Seorang Pria di Kupang Cabuli Calon Anak Tirinya, Kepergok Ibu Korban

Seorang Pria di Kupang Cabuli Calon Anak Tirinya, Kepergok Ibu Korban

Regional
Upaya Pemkot Balikpapan Cegah Corona, Penutupan Ruas Jalan hingga Penerapan Jam Malam

Upaya Pemkot Balikpapan Cegah Corona, Penutupan Ruas Jalan hingga Penerapan Jam Malam

Regional
Rumah Zakat Kirim Paket Makanan ke Warga Terdampak Corona, Dibeli dari Warung Kecil dan Diantar Ojek Online

Rumah Zakat Kirim Paket Makanan ke Warga Terdampak Corona, Dibeli dari Warung Kecil dan Diantar Ojek Online

Regional
Fakta Karantina Wilayah Surabaya, Akses Khusus Pelat L, Orang yang Masuk Disterilkan

Fakta Karantina Wilayah Surabaya, Akses Khusus Pelat L, Orang yang Masuk Disterilkan

Regional
Khawatir Terjangkit Corona, Puluhan Warga Manggarai Timur Memilih Tinggal di Kebun

Khawatir Terjangkit Corona, Puluhan Warga Manggarai Timur Memilih Tinggal di Kebun

Regional
UPDATE: 1 PDP Corona di Batam Meninggal, Pasien Punya Riwayat Pergi ke Malaysia

UPDATE: 1 PDP Corona di Batam Meninggal, Pasien Punya Riwayat Pergi ke Malaysia

Regional
40 Akses Masuk ke Trenggalek Ditutup, Bupati Sebut Bukan 'Lockdown'

40 Akses Masuk ke Trenggalek Ditutup, Bupati Sebut Bukan "Lockdown"

Regional
Polres Salatiga Patroli Siber Buru Penyebar Hoaks Corona

Polres Salatiga Patroli Siber Buru Penyebar Hoaks Corona

Regional
TKI Berpotensi Menumpuk di Kepri jika Daerah Lain 'Lockdown' Lokal, Gubernur: Pak Menteri Kami Mohon Solusi

TKI Berpotensi Menumpuk di Kepri jika Daerah Lain "Lockdown" Lokal, Gubernur: Pak Menteri Kami Mohon Solusi

Regional
Cegah Penyebaran Corona, 19 Pintu Masuk ke Surabaya Dipekerkat

Cegah Penyebaran Corona, 19 Pintu Masuk ke Surabaya Dipekerkat

Regional
Ini Kriteria Kendaraan yang Boleh Masuk ke Surabaya Saat Karantina Wilayah Diterapkan

Ini Kriteria Kendaraan yang Boleh Masuk ke Surabaya Saat Karantina Wilayah Diterapkan

Regional
Wali Kota: Hingga Hari Ini, Tidak Ada Warga Sukabumi Positif Covid-19

Wali Kota: Hingga Hari Ini, Tidak Ada Warga Sukabumi Positif Covid-19

Regional
Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Dijaga, Pengendara Di-screening

Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Dijaga, Pengendara Di-screening

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X