Kompas.com - 20/01/2017, 10:10 WIB
Foto Bea Cukai Nunukan. Barang bukti 5 buah gading yang disimpan di dalam sebuah kopor pakaian. 5 buah gading gajah dari Malaysia tersebut rencananya kan dibawa ke Flores sebagai maskawin saudara M. Kontributor Nunukan, SukocoFoto Bea Cukai Nunukan. Barang bukti 5 buah gading yang disimpan di dalam sebuah kopor pakaian. 5 buah gading gajah dari Malaysia tersebut rencananya kan dibawa ke Flores sebagai maskawin saudara M.
|
EditorErlangga Djumena

NUNUKAN,KOMPAS.com - Balai Karantina Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, mengamankan gading yang dibawa dari Malaysia. Sementara wanita yang membawanya dibebaskan.

Penanggung jawab Balai karantina Nunukan Dokter Hewan Sapto Hudaya mengatakan, dibebaskannya M (30) karena hanya sebagai pihak yang dititipi oleh seseorang dari Malaysia.

“Pelakunya kan cuma disuruh dan barang titipan. Jadi kita amankan komoditinya saja, karantina juga telah mengirim gading tersebut ke BKSDA Tarakan,” ujarnya, Kamis (19/1/2016).

Bea Cukai Kabupaten Nunukan menemukan 5 buah gading gajah yang disembunyikan didalam kopor pakaian yang dibawa M dari Malaysia.

Gading gajah tersebut terdeteksi mesin X Ray pelabuhan Tunon Taka Nunukan.

M mengakui,  kelima gading gajah dari Malaysia tersebut merupakan titipan dari saudaranya yang akan menikah. Gading gajah tersebut akan dibawa ke Flores dengan menggunakan KM Bukit Siguntang sebagai bala atau mas kawin.

“Kejadiaannya Jumat (13/1/2017) lalu sekitar jam 14.00 siang. X-Ray menemukan benda panjang lonjong melengkung dari dalam tas penumpang yang akan ke Flores, kita lihat ternyata itu gading gajah," ujar Kasubsi Pengawasan dan Penindakan kantor Bea dan Cukai Nunukan Nugroho.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari M  Petugas Bea Cukai Nunukan mengamankan 5 buah gading gajah yang berukuran sekitar 20 hingga 30 centimeter. Diperkirakan nilai dari kelima gading gajah tersebut lebih dari Rp 100 juta.

Pemilik gading tersebut bisa dijerat dengan undang undang karantina pasal 31 dengan ancaman hukuman 3 tahun penjara. Namun dengan alasan pembawa gading merupakan orang yang dititipi sehingga karantina membebaskan M.

"Kalau menurut undang undang karantina pasal 31 hukumannya 3 tahun penjara dan denda Rp 150 juta, tapi kalau kena Undang-undang Konservasi ya lebih berat," Sapto Hudaya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.