Di Akhir Jabatan, Gubernur Setujui Pemekaran Provinsi Papua Barat Daya

Kompas.com - 17/01/2017, 20:13 WIB
Gubernur Papua Barat, Abraham Octavianus Atururi mbuka acara Lovely Raja Ampat 2016. Kompas.com/Silvita AgmasariGubernur Papua Barat, Abraham Octavianus Atururi mbuka acara Lovely Raja Ampat 2016.
EditorLaksono Hari Wiwoho

MANOKWARI, KOMPAS.com - Pada akhir masa jabatannya, Gubernur Papua Barat Abraham Oktonivus Atururi menyetujui pemekaran atau pembentukan daerah otonomi baru Provinsi Papua Barat Daya.

"Sebelum pukul 24.00 WIT, saya akan menandatangani persetujuan pembentukan Papua Barat Daya sebagai provinsi baru. Provinsi Papua Barat akan memekarkan Papua Barat Daya," kata Abraham pada acara pelepasan gubernur dan wakil gubernur di Manokwari, Selasa (17/1/2017). Hari ini merupakan akhir masa jabatan Abraham.

Terkait pembentukan daerah otonomi baru tersebut, Abraham akan segera menyampaikan kepada Presiden dan Menteri Dalam Negeri agar pemekaran tersebut segera terealisasi.

Menurut Abraham, akan ada lima daerah tergabung dalam Provinsi Papua Barat Daya, yakni Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Sorong Selatan, Maybrat, dan Tambrauw.

"Raja Ampat tidak karena akan didorong menjadi provinsi khusus kepulauan pariwisata," kata dia.

Secara terpisah, Direktur Administrasi Bina Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Eko Subowo mengatakan, pembentukan daerah otonomi baru memerlukan proses.

"Saya rasa masih ada regulasi perlu dibuat terkait peraturan pemerintah tentang penataan daerah dan Peraturan Pemerintah Pengganti Peraturan Pemerintah Nomor 78/2007," kata dia.

Mengacu pada Undang-Undang 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pembentukan daerah otonomi baru saat ini berbeda dari sebelumnya. Setiap daerah otonomi baru akan bermula dari daerah otonomi baru persiapan.

Daerah baru ini tidak memiliki DPRD dan dalam kurung waktu tiga sampai lima tahun akan diseleksi. "Setelah memenuhi syarat akan didefinitifkan," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Sumber ANTARA
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Regional
Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Regional
7 Hal Penting Kasus 'Pembubaran' Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

7 Hal Penting Kasus "Pembubaran" Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

Regional
Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Regional
Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Regional
Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Regional
Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Regional
BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

Regional
Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Regional
28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

Regional
Fakta Para Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Fakta Para Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Regional
Fakta Upacara Piodalan di Bantul 'Dibubarkan' Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Fakta Upacara Piodalan di Bantul "Dibubarkan" Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Regional
Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Regional
4 Fakta Gempa Bumi M 7,1 di Maluku Utara, Tsunami 10 Cm hingga 19 Kali Gempa Susulan

4 Fakta Gempa Bumi M 7,1 di Maluku Utara, Tsunami 10 Cm hingga 19 Kali Gempa Susulan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil | Acara Piodalan 'Dibubarkan' Warga

[POPULER NUSANTARA] Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil | Acara Piodalan "Dibubarkan" Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X