Kapolda Jabar: Yang Berkelahi di Bandung Itu Bukan Anggota GMBI

Kompas.com - 16/01/2017, 11:01 WIB
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Anton Charliyan. Kontributor Bandung, Dendi RamdhaniKapolda Jawa Barat Irjen Pol Anton Charliyan.
|
EditorErlangga Djumena

BOGOR, KOMPAS.com — Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Anton Charliyan mengatakan, peristiwa bentrokan seusai pemeriksaan Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, pekan lalu, tidak melibatkan Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), ormas yang dibinanya.

Menurut dia, bentrokan di depan Mapolda Jawa Barat pada Kamis (12/1/2017) itu terjadi antara massa FPI dengan organisasi masyarakat Sunda yang lain.

"Padahal, yang ngerusak atau berkelahi di Bandung itu bukan anggota GMBI, tapi organisasi lain. Sekarang sedang diadakan pemeriksaan oleh Polrestabes Bandung. Jelas-jelas itu bukan anggota GMBI. Tapi mereka malah merusak dan membakar rumah dan pos-pos GMBI," ujar Anton, di Bogor, Minggu (15/1/2017).

Baca juga: Kapolda Jabar Jadi Ketua Dewan Pembina GMBI, Ini Kata Mabes Polri

Dia juga menyebutkan bahwa kedatangan massa FPI ke Mapolda Jabar tersebut tanpa mengantongi izin.

"Massa (FPI) itu tidak ada izin sama sekali. Yang kami panggil satu orang, tapi mereka datang banyak. Sedangkan organisasi lain gabungan masyarakat, mulai dari Pekat, GMBI, Manggala, Wastapa itu sudah minta izin tiga hari sebelumnya," ucap Anton.

Baca: Usai Rizieq Shihab Diperiksa, FPI Bentrok dengan Ormas di Bandung

Sementara itu, Ketua GMBI Kabupaten Bogor Sambas Alamsyah mengatakan, dia sudah menginstruksikan kepada semua anggota GMBI agar menahan diri dan tidak terpancing untuk melakukan aksi balasan.

Meski begitu, Sambas meminta kepada kepolisian untuk mengusut tuntas kasus perusakan dan pembakaran Sekretariat GMBI di Ciampea, Kabupaten Bogor.

"Saya apresiasi apa yang dilakukan pihak kepolisian. Hanya, siapa provokator ini yang belum kita dapat. Saya tidak ingin beda paket. Saya inginnya satu paket. Intelektual dan simpatisan harus satu paket. Yang terjadi di lapangan mereka yang membakar itu mengaku FPI. Itu yang terjadi dan kita pun ada saksinya. Kalaupun mereka mengaku simpatisan, silakan. Nanti mereka buktikan," tuturnya.

Akibat pembakaran Sekretariat GMBI, kata Sambas, sementara ini anggota-anggotanya mengungsi ke tempat Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).

"Sekalian kita melakukan konsolidasi penerangan. Jangan sampai ada hal-hal yang tidak diinginkan dan berkelanjutan," kata dia.

Baca: Polres Bogor Tangkap 20 Orang yang Terlibat Pembakaran Sekretariat GMBI

 

Kompas TV Anggota FPI Saling Dorong Dengan Polisi

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Corona, Operasional Penerbangan Bandara Ahamd Yani Semarang Dibatasi

Cegah Corona, Operasional Penerbangan Bandara Ahamd Yani Semarang Dibatasi

Regional
Tiga Pasien Positif Corona di RSUD Zainoel Abidin Aceh Sembuh

Tiga Pasien Positif Corona di RSUD Zainoel Abidin Aceh Sembuh

Regional
Kisah Pilu di Balik Longsor Tanah Datar, Anak Tewas Saat Gendong Ibunya yang Lumpuh

Kisah Pilu di Balik Longsor Tanah Datar, Anak Tewas Saat Gendong Ibunya yang Lumpuh

Regional
Isolasi Diri di Hutan Sepulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Tidur di Tenda dan Jaring Ikan di Sungai

Isolasi Diri di Hutan Sepulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Tidur di Tenda dan Jaring Ikan di Sungai

Regional
Kader PDIP Kota Semarang Serahkan Gajinya untuk Bantu Penanganan Covid-19

Kader PDIP Kota Semarang Serahkan Gajinya untuk Bantu Penanganan Covid-19

Regional
Bertemu Dokter Forensik, Warga Akhirnya Mau Terima Pemakaman Pasien Corona

Bertemu Dokter Forensik, Warga Akhirnya Mau Terima Pemakaman Pasien Corona

Regional
Pandemi Corona, Terminal Tirtonadi Solo Data Pemudik dari Jabotabek

Pandemi Corona, Terminal Tirtonadi Solo Data Pemudik dari Jabotabek

Regional
Tiga Bocah SD di Makassar Sumbang Uang Celengan untuk Beli APD Tenaga Medis

Tiga Bocah SD di Makassar Sumbang Uang Celengan untuk Beli APD Tenaga Medis

Regional
Bayi 4 Bulan yang Positif Covid-19 di Kulonprogo Dinyatakan Sembuh

Bayi 4 Bulan yang Positif Covid-19 di Kulonprogo Dinyatakan Sembuh

Regional
Kronologi Sopir Ambulans Curi Masker Stok Puskesmas dan Dijual Rp 5 Juta Per Dus

Kronologi Sopir Ambulans Curi Masker Stok Puskesmas dan Dijual Rp 5 Juta Per Dus

Regional
Driver Ojol 59 Tahun Tertipu Antarkan Purwokerto-Solo, Penumpang Hanya Tinggalkan Sandal

Driver Ojol 59 Tahun Tertipu Antarkan Purwokerto-Solo, Penumpang Hanya Tinggalkan Sandal

Regional
Hasil Rapid Test, Seorang Dokter di Batang Terindikasi Positif Corona

Hasil Rapid Test, Seorang Dokter di Batang Terindikasi Positif Corona

Regional
Sinkhole Muncul di Gunungkidul, Seorang Petani Terperosok dalam Lubang

Sinkhole Muncul di Gunungkidul, Seorang Petani Terperosok dalam Lubang

Regional
Satu PDP Corona dari Magetan Meninggal di RSUD Soedono Madiun

Satu PDP Corona dari Magetan Meninggal di RSUD Soedono Madiun

Regional
Pulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Besar Pilih Isolasi Diri di Hutan

Pulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Besar Pilih Isolasi Diri di Hutan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X