Dinyatakan Meninggal 2 Tahun Lalu, Seorang Bocah Pulang ke Rumah

Kompas.com - 13/01/2017, 07:00 WIB
Seorang anak berusia 7 tahun pulang setelah dinyatakan hilang dan meninggal dunia dua tahun lalu. Orangtua korban jatuh pingsan saat anaknya datang dibawa polisi. handout/dok.Polres GowaSeorang anak berusia 7 tahun pulang setelah dinyatakan hilang dan meninggal dunia dua tahun lalu. Orangtua korban jatuh pingsan saat anaknya datang dibawa polisi.
|
EditorCaroline Damanik

GOWA, KOMPAS.com - Dinyatakan meninggal dunia sejak dua tahun lalu, seorang bocah di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, tiba-tiba muncul dan pulang ke rumahnya. Peristiwa ini pun membuat orangtuanya jatuh pingsan dan membuat geger kampungnya.

Bocah bernama Awal (7) ini pulang ke rumahnya di Dusun Bontoa, Desa Kampili, Kecamatan Pallangga, Selasa (10/1/2017) pada pukul 20.30 Wita, lalu diantar oleh aparat kepolisian setempat. Dua tahun sebelumnya, Awal bersama keluarganya sedang piknik di kawasan wisata Malino, Kecamatan Tinggimoncong.

Saat itulah, Awal menghilang. Pihak keluarga yang melakukan pencarian selama beberapa minggu putus asa dan mengambil kesimpulan bahwa Awal diculik dan dibunuh. Pihak keluarga kemudian menggelar pengajian atau ta'ziyah lantaran korban telah dinyatakan meninggal dunia.

Tiga bulan yang lalu Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Bungaya, AKP Muhammad Ramli, yang menggelar patroli pada dini hari kaget setelah mendengar suara tangisan di pinggir Jalan Poros Bungaya, Kecamatan Bungaya.

Suara tangisan itu pu mengusik AKP Ramli dan menghentikan kendaraannya. Suara tangisan tersebut ternyata bersumber dari seorang laki-laki yang sedang duduk di pinggir jalan dikelilingi hutan.

Bocah tersebut dalam kondisi lusuh dan langling. Awal kemudian Dievakuasi ke Mapolsek setempat guna diberikan Perawatan lantaran kondisi mentalnya masih belum stabil.  Lantaran tidak ada warga setempat yang merasa kehilangan keluarganya. Awal Kemudian dibawa ke rumah AKP Ramli dan dirawat oleh isterinya selama tiga bulan.

Selama dirawat tiga bulan kondisi mental Awal perlahan-lahan mulai membaik dan normal. Polisi kemudian secara perlahan-lahan menanyakan perihal Awal berada di hutan pada malam hari namun gagal mendapatkan jawaban. Terakhir korban menyebutkan nama kampungnya.

"Dia cuma tau nama kampungnya tapi hanya nama dusunnya jadi kami berkoordinasi dengan semua Polsek tapi tetapi nama Dusun yang disebutkan ternyata banyak karena nama Desa dan Kecamatannya dia tidak tahu, kata AKP Muh. Ramli.

Koordinasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian akhirnya membuahkam hasil. Bersama sejumlah petugas Polsek Pallangga dan Koramil. Polisi menyisir Dusun Bontoa, Desa Kampili dan berhasil menemukan rumah korban. Korban akhirnya bertemu dengan pihak keluarga, saat pertama kali memasuki pintu rumahnya, orangtua korban histeris dan jatuh pingsan.

"Saya kira anakku sudah lama meninggal, alhamdulillah terimah kasih banyak pak, kata orangtua korban yang enggan identitasnya dipublikasikan.

Meski demikian, baik pihak kepolisian maupun keluarga, masih kesulitan mengetahui keberadaan Awal selama setahun lebih hingga ditemukan polisi tiga bulan yang lalu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Mulyadi Tahu Anaknya Tewas Kecelakaan dari Media Sosial Setelah 11 Hari Pergi dari Rumah

Cerita Mulyadi Tahu Anaknya Tewas Kecelakaan dari Media Sosial Setelah 11 Hari Pergi dari Rumah

Regional
Kampus Unanda Palopo Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 6 Miliar

Kampus Unanda Palopo Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 6 Miliar

Regional
Soal Ditutupnya Obyek Wisata Dusun Semilir Semarang, Nekat Langgar Protokol Kesehatan Meski Sudah Diperingatkan

Soal Ditutupnya Obyek Wisata Dusun Semilir Semarang, Nekat Langgar Protokol Kesehatan Meski Sudah Diperingatkan

Regional
Pamit Pergi Berenang, Seorang ASN Ditemukan Tewas di Laut

Pamit Pergi Berenang, Seorang ASN Ditemukan Tewas di Laut

Regional
Terungkap, Ini Identitas Pria yang Tewas Ditabrak Truk Tangki Saat Bersila di Jalan

Terungkap, Ini Identitas Pria yang Tewas Ditabrak Truk Tangki Saat Bersila di Jalan

Regional
Cerita Serka Silvi Tinggalkan 2 Anak Balita demi Misi PBB ke Lebanon: Berat tapi Saya Tegarkan Hati

Cerita Serka Silvi Tinggalkan 2 Anak Balita demi Misi PBB ke Lebanon: Berat tapi Saya Tegarkan Hati

Regional
469 Petugas KPPS Kota Padang Reaktif Covid-19, Jika Positif Tidak Akan Diganti

469 Petugas KPPS Kota Padang Reaktif Covid-19, Jika Positif Tidak Akan Diganti

Regional
Lonjakan Kasus Covid-19 di Jawa Tengah dan Data yang Tak Selaras

Lonjakan Kasus Covid-19 di Jawa Tengah dan Data yang Tak Selaras

Regional
Jelang Pencoblosan Pilkada, Kota Serang, Cilegon dan Tangsel Masuk Zona Merah

Jelang Pencoblosan Pilkada, Kota Serang, Cilegon dan Tangsel Masuk Zona Merah

Regional
Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Ikut Pilkada, Mencoblos di TPS Terdekat

Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Ikut Pilkada, Mencoblos di TPS Terdekat

Regional
Edarkan 'Pil Setan' ke Pelajar, Pria Asal Cianjur Diringkus Polisi

Edarkan "Pil Setan" ke Pelajar, Pria Asal Cianjur Diringkus Polisi

Regional
Diminta Klarifikasi Kampanye Bagi-bagi Kartu, Calon Bupati Ogan Ilir Mangkir Dipanggil Bawaslu

Diminta Klarifikasi Kampanye Bagi-bagi Kartu, Calon Bupati Ogan Ilir Mangkir Dipanggil Bawaslu

Regional
Modus Nikah Siri, Pelajar Dibawa Kabur dan Dicabuli Berkali-kali

Modus Nikah Siri, Pelajar Dibawa Kabur dan Dicabuli Berkali-kali

Regional
Hati-hati, 80 Persen Pintu Perlintasan Kereta Api Tidak Dijaga

Hati-hati, 80 Persen Pintu Perlintasan Kereta Api Tidak Dijaga

Regional
Terjadi Penularan Antarkeluarga, Satu RT di Yogyakarta Diisolasi

Terjadi Penularan Antarkeluarga, Satu RT di Yogyakarta Diisolasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X