Kompas.com - 10/01/2017, 11:53 WIB
Siswa SDN Ciwangi Purwakarta menanam dan panen bersama pohon cabai rawit. Kegiatan ini merupakan bagian dari pendidikan vokasional yang ada di Purwakarta, Selasa (10/1/2016). KOMPAS.com/RENI SUSANTI Siswa SDN Ciwangi Purwakarta menanam dan panen bersama pohon cabai rawit. Kegiatan ini merupakan bagian dari pendidikan vokasional yang ada di Purwakarta, Selasa (10/1/2016).
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com - Siswa SD dan SMP se-Purwakarta hari ini, Selasa (10/1/2017) menanam pohon cabai rawit secara serentak. Penanaman dilakukan di rumah dan sekolah.

Untuk kelas 1 SD, anak menanam dua bibit. Satu di sekolah, satu di rumah. Begitupun anak kelas 2 SD, anak menanam 2 pohon di rumah dan 2 pohon di sekolah.

Seperti di SDN Ciwangi 1 Purwakarta. Sebanyak 740 siswa SD sudah bersiap dengan bibit cabai rawit yang akan ditanamnya sejak pukul 07.00 WIB. Sekitar pukul 08.00 WIB, mereka mulai menanam diarahkan langsung oleh guru dan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

"Baru tahu cara nanam cabai sekarang. Ternyata saat mengubur akarnya, kita tidak boleh menekan tanahnya. Yang penting tertutup dan pohon bisa berdiri tegak," ujar Maya, salah satu siswa.

Maya mengaku senang menanam cabai. Walaupun ia harus kotor-kotoran dengan tanah, tetapi ia dan temannya sangat menikmatinya.

Selain menanam cabai, siswa tersebut melakukan panen cabai. Di atas lahan 50 meter tersebut terdapat pohon cabai rawit yang sudah ditanam kurang dari setahun. Pohon tersebut kini berbuah lebat dan siap panen.

Baca juga: Harga Cabai Tinggi, Pemerintah Diminta Benahi Perencanaan Tanam Panen

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan, orang Indonesia sudah kehilangan kebiasaan menanam. Saat ini, orang sibuk dengan gawai. Padahal orang dulu, ingin cabai tinggal petik, ingin buah dan sayur apa pun tinggal ambil di pekarangan.

Karenanya, siswa di Purwakarta diwajibkan untuk menanam tanaman. Dengan cara ini, setidaknya keluarga siswa tidak akan bingung ketika harga cabai atau sayuran lain langka dan harganya melonjak.

"Kalau ada 150.000 siswa di Purwakarta dan tiap siswa menanam lima pohon, maka akan ada 750.000 pohon di Purwakarta. Nah, kalau satu pohon ini menghasilkan satu ons cabai, maka akan ada 750.000 ons cabai di Purwakarta," terangnya.

Jumlah itu akan mencukupi kebutuhan cabai di Purwakarta, sehingga ke depan tidak akan ada yang namanya harga cabai naik tidak terkendali. Selain itu, penanaman pohon ini bagian dari pendidikan berkarakter yang sudah dicanangkan sejak lama. Kegiatan ini merupakan bagian dari pendidikan vokasional.

"Ini pelajaran biologi lho. Pendidikan itu jangan hanya berkutat di akademik, tapi bagaimana mengaplikasikannya. Menanam cabai itu aplikasi," imbuhnya.

Dedi menyatakan, Purwakarta memiliki 500 sekolah dengan areal kosong 250 hektar tanah. Tanah tersebut harus jadi pusat produksi para siswa, baik tanaman produktif seperti cabai, maupun tanaman estetika seperti tanaman hias.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.