Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/01/2017, 13:52 WIB
|
EditorCaroline Damanik

GRESIK, KOMPAS.com – Objek wisata “Jeglongan Sewu” di Gresik yang sempat menjadi viral di media sosial (medsos) warga Pantura sudah memakan banyak korban.

Menurut data Satlantas Polres Gresik, selama rentang tahun 2016, sebanyak 57 kecelakaan lalu lintas terjadi di sepanjang Jalan Raya Manyar yang kini dikenal orang sebagai wisata “Jeglongan Sewu” tersebut.

“Dari jumlah kecelakaan itu, sebanyak 19 korban meninggal dunia, tiga korban mengalami luka berat, dan sisanya mengalami luka ringan,” tutur Kanit Laka Lantas Satlantas Polres Gresik Ipda Supriyono, Kamis (5/1/2017).

Oleh karena itu, menurut dia, warga geram karena perbaikan jalan tak kunjung dilakukan pun sempat melakukan beberapa aksi nyata. Warga protes dengan cara menanami jalan raya dengan batang pohon, mendatangi para pemimpin pemerintahan daerah setempat, hingga melakukan aksi sedikit anarkis dengan menggelundungkan pipa gas milik PT PGN yang hendak dipasang ke tengah-tengah jalan, pada penghujung 2016 lalu.

“Kami khawatir saja kalau tidak segera dilakukan perbaikan di sepanjang jalan yang rusak, akan banyak lagi korban berjatuhan. Sebab ini jalur utama, yang menghubungkan warga Gresik timur dengan beberapa perusahaan dan kota yang ada di barat,” ucap Abdur Rozaq (34), salah satu warga Desa Betoyo, Kecamatan Manyar, Gresik.

Imbasnya, selama beberapa hari Jalan Raya Manyar, Gresik sempat dilanda kemacetan parah pada saat jam keberangkatan kerja. Kondisi yang membuat warga semakin jengkel dan terus membahasnya dalam akun medsos-nya masing-masing, yang tanpa disepakati kemudian merujuk menjadi wisata “Jeglongan Sewu” lantaran jalan rusak dengan dipenuhi banyak lubang.

“Makanya kemarin sebagian warga yang jengkel, kemudian dengan sengaja menggelundungkan pipa gas yang hendak dipasang di pinggir ke tengah jalan yang membuat kemacetan parah, yang kemudian membuat istilah Jeglongan Sewu semakin terkenal,” sahut Muhammad Ikrom (38), salah seorang warga Desa Manyar.

Terkenalnya wisata “Jeglongan Sewu” lantas mengundang rasa penasaran Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf alias Gus Ipul untuk melakukan sidak, pada Kamis (5/1/2017). Orang nomor dua di Jatim ini sepakat, bila aspirasi dari masyarakat memang cukup mendesak untuk segera ditanggapi, demi mencegah angka kecelakaan di daerah tersebut terus meningkat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Regional
Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Regional
Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Regional
Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Regional
Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Regional
Rahasia Satu Abad NU

Rahasia Satu Abad NU

Regional
Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.