Toleransi Antarumat Beragama ala Tana Toraja

Kompas.com - 29/12/2016, 18:25 WIB
Remaja masjid di Toraja ikut memeriahkan Natal di Tana Toraja. Dokumen Pdt SulaimanRemaja masjid di Toraja ikut memeriahkan Natal di Tana Toraja.
|
EditorFarid Assifa

TORAJA, KOMPAS.com - Masyakarat Tana Toraja, Sulawesi Selatan, yang terkenal sebagai masyarakat multikultural, memiliki ragam suku, ras dan agama, punya cara unik merawat toleransi antaretnis dan umat beragama.

Tradisi “Tolu Batu Lalikan” yang dalam bahasa Toraja kira-kira bermakna persekutuan antara budaya, agama dan pemerintah menjadi perekat kokoh toleransi antar umat beragama di Toraja.

Menggali pemaknaan simbol-simbol budaya dan agama dalam konteks yang luas untuk kemaslahatan manusia yang terus-menerus digalakkan masyarakat, pemerintah dan tokoh agama, menjadikan Toraja tak mudah terpancing konflik atau disharmoni antara umat beragama yang kerap meletup di sejumlah daerah di tanah air.

Pendeta Sulaiman Manguling MTh, yang juga tokoh masyarakat di Tana Toraja kepada Kompas.com, Kamis (29/12/2016), menyebutkan, sinergitas yang terbangun kokoh antaretnis, suku dan umat beragama di Toraja sudah berlangsung ratusan tahun lalu.


Yang menarik, menurut Sulaiman, masyarakat Toraja dalam memperkaya kesadaran toleransi tidak hanya memanfaatkan agama masing-masing sebagai basis, tetapi juga budaya Toraja yang diwariskan secara turun-temurun.

Tradisi “Tolu Batu Lalikan” dalam bahasa Toraja juga dimaknai sebagai saling menopang dan mendukung menjadikan masyarakat Toraja tidak mudah terpecah belah meski isu disharmoni sedang berlangsung di berbagai daerah.

Menurut Pendeta Sulaiman, persatuan dan kesatuan antarumat beragama dan antaretnis serta golongan di Toraja sangat kokoh dan tidak mudah digoyahkan meski ada upaya mengobok-obok semangat toleransi dari luar daerah.

Sulaiman mengatakan, toleransi unik ala masyarakat Toraja dijumpai dalam agama apa pun di Toraja.

Saat umat Kristiani merayakan natal dan paskah, misalnya, umat lain datang menawarkan peran-peran apa saja yang bisa mereka lakukan sebagai bentuk partisipasi dan penghormatan tanpa mereka harus diundang terlebih dahulu.

Demikian sebaliknya, saat umat agama lain seperti muslim merayakan acara keagamaan seperti Idul fitri, Isra Miraj, Maulid Nabi, penganut agama lain lain juga datang menawarkan bantuan tanpa dipinta.

Termasuk juga jika ada orang yang meninggal. Semua warga, tanpa membeda-bedakan agama, ikut berbaur dan saling membantu dari mulai mengurus jenazah hingga pemakaman.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Pemuda Lulusan SMK di Purworejo Ciptakan Robot Pembuat Telur Dadar Bantu Ibunya Berjualan

Cerita Pemuda Lulusan SMK di Purworejo Ciptakan Robot Pembuat Telur Dadar Bantu Ibunya Berjualan

Regional
Diusung PDI-P di Pilkada Ngawi, Ini Kata Dwi Rianto Jatmiko

Diusung PDI-P di Pilkada Ngawi, Ini Kata Dwi Rianto Jatmiko

Regional
Viral Bupati Aceh Barat Duel dengan Penagih Utang, Pemkab Akan Laporkan Penyebar Video ke Polisi

Viral Bupati Aceh Barat Duel dengan Penagih Utang, Pemkab Akan Laporkan Penyebar Video ke Polisi

Regional
Final Persija Vs Persebaya, Polisi Siapkan 7.000 Personel hingga Gelar Nonbar

Final Persija Vs Persebaya, Polisi Siapkan 7.000 Personel hingga Gelar Nonbar

Regional
Kisah Pelajar Pedalaman Flores, Bertaruh Nyawa Menyeberangi Sungai

Kisah Pelajar Pedalaman Flores, Bertaruh Nyawa Menyeberangi Sungai

Regional
Dituduh Menculik Anak, Nenek Pemulung: Untuk Apa, Hidup Saya Sendiri Sudah Susah

Dituduh Menculik Anak, Nenek Pemulung: Untuk Apa, Hidup Saya Sendiri Sudah Susah

Regional
Seorang Ibu Pergoki Anaknya yang Berusia 8 Tahun Dicabuli Tetangga

Seorang Ibu Pergoki Anaknya yang Berusia 8 Tahun Dicabuli Tetangga

Regional
Ini Upaya Pemerintah Kota Semarang Perangi Narkoba

Ini Upaya Pemerintah Kota Semarang Perangi Narkoba

Regional
Pilkada Sulut 2020, Pengamat: PDI-P Paling Siap, Nasdem Dilema

Pilkada Sulut 2020, Pengamat: PDI-P Paling Siap, Nasdem Dilema

Regional
Remas Payudara Remaja Putri Lagi Joging, Mahasiswa Ini Diburu Polisi

Remas Payudara Remaja Putri Lagi Joging, Mahasiswa Ini Diburu Polisi

Regional
Calon Kepala Daerah dari PDI-P di 6 Daerah di Jateng Berpotensi Lawan Kotak Kosong

Calon Kepala Daerah dari PDI-P di 6 Daerah di Jateng Berpotensi Lawan Kotak Kosong

Regional
Stok Air di Batam Hanya Cukup Sampai Mei, Warga Batam Diimbau Berdoa

Stok Air di Batam Hanya Cukup Sampai Mei, Warga Batam Diimbau Berdoa

Regional
Oknum Polisi Jadi Kurir 35 Kg Sabu di Riau, BNN Minta Pelaku Digantung

Oknum Polisi Jadi Kurir 35 Kg Sabu di Riau, BNN Minta Pelaku Digantung

Regional
Jalan Pangkal Flyover di Muara Enim Ambles, 4.700 Warga Terancam Terisolasi

Jalan Pangkal Flyover di Muara Enim Ambles, 4.700 Warga Terancam Terisolasi

Regional
Diperiksa, Penganiaya Bocah 7 Tahun hingga Tewas Malah Tidur Pulas sampai Ngorok

Diperiksa, Penganiaya Bocah 7 Tahun hingga Tewas Malah Tidur Pulas sampai Ngorok

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X