Polisi Operasi Tangkap Tangan 7 Pegawai "Pungli" di Dinas PU NTT

Kompas.com - 24/12/2016, 14:54 WIB
|
EditorFarid Assifa

KUPANG, KOMPAS.com - Sebanyak tujuh orang staf Bagian Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditangkap aparat Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor setempat.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Kupang Kota, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Lalu Musti Ali kepada Kompas.com, Sabtu (24/12/2016), mengatakan, penangkapan tersebut dilakukan, Jumat (23/12/2016) kemarin.

Menurut Ali, delapan orang itu diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) karena terlibat pungutan liar (pungli) terhadap proses pencairan pembayaran pekerjaan dari dinas tersebut terhadap rekanan.

Tujuh orang itu yakni berinisial YY, TNT, NFP, MJ, XTT, HS, dan RDN.

Selain tujuh orang itu, polisi juga mengamankan seorang staf rekanan berinisial LL dari PT PKK.

"Setelah mendapat informasi itu dari masyarakat, anggota Satuan Reskrim kemudian menindaklanjuti dengan mendatangi kantor Dinas PU di bagian keuangan yang mengurus administrasi pencairan anggaran," kata Ali.

Di dalam ruangan itu, lanjut Ali, hanya ditemukan staf bagian keuangan yang sedang mengetik dokumen syarat pencairan anggaran yang diajukan oleh rekanan, dan berkas dari rekanan berada di meja masing-masing staf.

Anggota polisi kemudian melakukan pemeriksaan di ruangan dengan memeriksa sejumlah dokumen yang ada di dalam ruangan itu.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan ada amplop di dalam berkas PHO yang diajukan oleh rekanan berinisial LL sebanyak lima amplop yang setelah dibuka masing-masing amplop berisi Rp 15.000. Berkas itu masih terletak di atas meja seorang staf yang berstatus PHL atas nama YY," jelasnya.

Berkas itu, lanjut Ali, diajukan oleh salah satu staf rekanan, dan menurut keterangan YY, yang mengerjakan administrasi itu tidak mengetahui bahwa ada amplop di dalam berkas, dan di dalam berkas itu ditemukan nama rekanan sehingga bisa dihubungi untuk datang.

Saat diperiksa, staf rekanan menjelaskan bahwa uang itu adalah sebagai tanda terima kasih buat staf yang mengerjakan tanpa ada permintaan apapun. Seluruh staf yang ada di ruangan, termasuk staf rekanan yang menaruh amplop dalam berkas sudah diperiksa.

Menurut Alin, berdasarkan keterangan yang didapat, uang pungli itu belum diterima oleh PHL.

"Sehingga untuk sementara belum ditemukan adanya dugaan tindak pidana, akan tetapi proses pendalaman tetap dilakukan guna menemukan adanya dugaan tindak pidana atau tidak," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.