Kompas.com - 01/12/2016, 11:11 WIB
Bayi kembar dempet perut masih dirawat di RSUD Kota Tasikmalaya, Kamis (1/12/2016). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHABayi kembar dempet perut masih dirawat di RSUD Kota Tasikmalaya, Kamis (1/12/2016).
|
EditorFarid Assifa

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Seorang ibu warga Tasikmalaya melahirkan bayi kembar siam perut.

Kedua bayi itu adalah Fatimahtun Zahra dan Fahimatun Nisa. Mereka dilahirkan seorang ibu bernama Erni (32), istri buruh jahit asal Kampung Sukahurip, Desa Madiasari, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (29/11/2016) lalu.

Proses kelahiran dua bayi kembar ini terjadi di kamar mandi rumah. Namun, kedua bayi itu sempat terganjal, sehingga sang ibu dilarikan ke RSU Dr Soekadjo Kota Tasikmalaya.

"Sempat akan melahirkan di rumah, di kamar mandi, tapi alhamdulilah bisa ditolong tetangga dan dibawa oleh bidan puskesmas ke rumah sakit. Saya waktu istri melahirkan sedang berada di luar membeli pakan ayam," jelas Haeruman (44), suami Erni sekaligus ayah kedua bayi kembar tersebut di RSU Tasikmalaya, Kamis (1/12/2016).

Haeruman menambahkan, kedua anaknya kini berada di ruang perawatan NICU RS dr Soekardjo atau RSU Kota Tasikmalaya.

Menurut dia, kelahiran kedua anaknya kali ini persis kejadian sebelumnya saat melahirkan dua bayi laki-laki kembar yang proses persalinannya terjadi secara mendadak.

Haeruman menjelaskan, sebelumnya, sang istri selalu rutin memeriksakan diri ke bidan ataupun dokter di Cineam. Malah, pada saat kehamilannya telah dipastikan bahwa kandungannya berisi dua anak kembar, namun tidak mengetahui ternyata kondisinya dempet perut karena tidak pernah diperiksa USG.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Namun memang saya akui, namanya juga kondisi ekonomi seperti ini kadang asupan makanan kepada istri saya kurang terjamin. Saya berharap keduanya bisa selamat," harap dia.

Kedua anak kembar dempet ini kondisinya terlihat berada dalam ruang inkubator yang ukurannya lebih besar. Keduanya memakai alat bantu pernafasan.

Tampak wajah Fatimahtun lebih membiru dibandingkan muka Fahimatun yang lebih cera, kendati kondisi pernafasan keduanya mengalami gangguan.

"Kami sendiri belum bisa menyimpulkan organ tubuh keduanya seperti bagaimana, apakah ada yang menempel atau tidak. Karena harus melalui pemeriksaan secara khusus, tapi kalau jantungnya saya pastikan ada dua karena memang naik turunnya nafas pun terlihat berbeda. Hanya saja keduanya masih dalam kondisi kritis, makanya berada dalam penanganan khusus kami secara intensif," jelas Dokter Mahbub yang menangani kedua bayi itu.

Menurut Mahbub, kedua bayi tersebut lahir sekitar pukul 12.30 WIB dan baru dibawa ke RS dr Soekardjo pada pukul 16.30 WIB, Selasa sore lalu. Berat badan keduanya mencapai 3 kg yang artinya masing-masing memiliki berat 1,5 kilogram. Kondisi ini tidak normal, sehingga memerlukan penanganan khusus sebelum dioperasi pemisahan yang akan dilakukan di RSHS Bandung.

"Harus sehat dulu kondisinya, baru kami bawa ke RSHS Bandung untuk dilakukan pemisahan. Hanya saja memang saat ini masih kritis kondisinya dan memang harus dilakukan di sana, kalau biayanya sendiri kurang lebih mencapai Rp 100 juta. Tetapi bapaknya katanya memang orang kurang beruntung, saya harap beliau mengurus segala persyaratannya saja agar bisa meringankan bebannya," pungkas dia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.