Dicabut, Keterangan Kepala BKD Malang bahwa Uang Hasil Pemerasan untuk Makan-makan

Kompas.com - 07/11/2016, 19:05 WIB
Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Tatang Prajitno saat ditemui usai pemeriksaan terhadap Bupati Malang Rendra Kresna di Mapolres Malang Kota, Senin (7/11/2016) Kontributor Malang, Andi HartikKasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Tatang Prajitno saat ditemui usai pemeriksaan terhadap Bupati Malang Rendra Kresna di Mapolres Malang Kota, Senin (7/11/2016)
|
EditorCaroline Damanik

MALANG, KOMPAS.com - Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Malang nonaktif, Suwandi, yang ditangkap jajaran Polres Malang Kota pernah mengaku bahwa uang hasilnya memeras dibuat untuk makan-makan.

Pengakuan itu pernah disampaikan kepada penyidik dalam sebuah pemeriksaan. Namun polisi menyebutkan bahwa Suwandi telah meralat dan mencabut keterangannya itu.

"Pertama dia mengaku bahwa dana itu buat makan-makan. Kemarin keterangannya dicabut," kata Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Tatang Prajitno di Mapolres Malang Kota, Senin (7/11/2016).

Saat ini, penyidik Polres Malang Kota masih terus mendalami kasus dugaan pemerasaan itu, termasuk kemungkinan adanya korban tambahan.


Sampai sejauh ini, masih ada dua korban, yaitu Hendrianus Janoari Hartadi dan istrinya, Dwi Ratna Septwiyanti, PNS di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, yang ingin pindah ke Kabupaten Malang.

"Itu makanya, saya minta kepada masyarakat yang merasa dirugikan monggo lapor kepada kami," ucapnya.

Dalam kasus itu, penyidik kepolisian sudah memeriksa sebanyak delapan saksi, termasuk Bupati Malang Rendra Kresna, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Abdul Malik dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Budi Iswoyo.

Ke depan, masih akan ada 10 saksi lagi yang akan diperiksa penyidik. Kesepuluh saksi tersebut merupakan pejabat di Kabupaten Malang.

Suwandi ditangkap jajaran Polres Malang Kota dalam sebuah operasi tangkap tangan pada Selasa (25/10/2016) di rumahnya yang ada di Jalan Sukarno Hatta Kelurahan Mojolango, Kota Malang.

Suwandi ditangkap dengan barang bukti berupa uang sebesar Rp 3 juta yang diduga hasil pemerasan terhadap korban.

Sebelum tertangkap dalam operasi tangkap tangan, Suwandi sebelumnya sudah menerima uang dari orang yang sama sebanyak dua kali. Pertama sebesar Rp 10 juta dan yang kedua sebesar Rp 5 juta.

Saat ini, Suwandi sudah menjalani tahanan di Mapolres Malang Kota. Ia dijerat dengan pasal 12 E UU RI nomor 20 tahun 2001 atas perubahan pada UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tipikor dengan ancaman minimal empat tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pencemaran Air Bengawan Solo Mulai Berimbas ke Lamongan

Pencemaran Air Bengawan Solo Mulai Berimbas ke Lamongan

Regional
Lamborghini Keluar Asap Tebal di Surabaya, Cek Legalitas hingga Diduga Komponen Mobil Terbakar

Lamborghini Keluar Asap Tebal di Surabaya, Cek Legalitas hingga Diduga Komponen Mobil Terbakar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Jasad Balita Ditemukan Tanpa Kepala | Mahasiswi Tewas Terkubur di Belakang Kos

[POPULER NUSANTARA] Jasad Balita Ditemukan Tanpa Kepala | Mahasiswi Tewas Terkubur di Belakang Kos

Regional
11 Dokter Disiapkan Tangani Bayi yang Derita Hydrocephalus di Surabaya

11 Dokter Disiapkan Tangani Bayi yang Derita Hydrocephalus di Surabaya

Regional
Alasan Bayi yang Derita Hydrocephalus dan Ibunya Dievakuasi ke Rusun

Alasan Bayi yang Derita Hydrocephalus dan Ibunya Dievakuasi ke Rusun

Regional
2 Induk Harimau Sumatera Dibunuh, 4 Janinnya Disimpan dalam Toples

2 Induk Harimau Sumatera Dibunuh, 4 Janinnya Disimpan dalam Toples

Regional
Dugaan Gratifikasi, Eks Kepala BPN Denpasar Ditetapkan Tersangka

Dugaan Gratifikasi, Eks Kepala BPN Denpasar Ditetapkan Tersangka

Regional
5 Fakta Mahasiswi Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Indekos, Hilang 3 Hari hingga Penjaga Kos Mendadak Pergi

5 Fakta Mahasiswi Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Indekos, Hilang 3 Hari hingga Penjaga Kos Mendadak Pergi

Regional
Bayi yang Derita Hydrocephalus Akan Jalan Rekonstruksi Wajah secara Bertahap di RSUD dr Soetomo

Bayi yang Derita Hydrocephalus Akan Jalan Rekonstruksi Wajah secara Bertahap di RSUD dr Soetomo

Regional
Fakta Tukang Tambal Ban Bakar Hidup-hidup Juru Parkir, Berawal dari Pergoki Istri Berduaan di Halaman Hotel

Fakta Tukang Tambal Ban Bakar Hidup-hidup Juru Parkir, Berawal dari Pergoki Istri Berduaan di Halaman Hotel

Regional
Cerita Miris Bocah 9 Tahun Dipaksa Mengemis oleh Ibu Kandung, Mnimal Rp 50.000 hingga Hanya Diberi Makan 2 Kali

Cerita Miris Bocah 9 Tahun Dipaksa Mengemis oleh Ibu Kandung, Mnimal Rp 50.000 hingga Hanya Diberi Makan 2 Kali

Regional
Curi Motor, Tak Sadar Jual ke Pemiliknya Sendiri

Curi Motor, Tak Sadar Jual ke Pemiliknya Sendiri

Regional
Jalan Desa Ambles Dua Meter di Perbatasan KBB dan Kabupaten Cianjur

Jalan Desa Ambles Dua Meter di Perbatasan KBB dan Kabupaten Cianjur

Regional
Dirawat 3 Bulan, Orangutan Tapanuli Kembali Dilepasliarkan

Dirawat 3 Bulan, Orangutan Tapanuli Kembali Dilepasliarkan

Regional
Banjir Lumpur di Bandung Barat, Akses Jalan 2 Kampung Tertutup

Banjir Lumpur di Bandung Barat, Akses Jalan 2 Kampung Tertutup

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X