Kompas.com - 27/09/2016, 13:12 WIB
Pelaku (kanan) perbuatan cabul terhadap anaknya sendiri di Minahasa saat diamankan polisi. Kompas.com/Ronny Adolof BuolPelaku (kanan) perbuatan cabul terhadap anaknya sendiri di Minahasa saat diamankan polisi.
|
EditorFarid Assifa

MANADO, KOMPAS.com - SS alias Sam (42), warga Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang ojek diamankan oleh Tim Resmob Manguni Polda Sulut, Senin (26/9/2016) kemarin.

Lelaki tersebut dibekuk berdasarkan laporan dari istrinya sendiri atas dugaan telah mencabuli anak kandung mereka, ES (14) selama enam tahun.

Perbuatan pelaku itu terungkap ketika Jumat (23/9/2016) siang saat istrinya sedang bekerja, pelaku dalam keadaan telanjang bulat menerobos masuk ke kamar korban. Di dalam kamar tersebut, pelaku menyuruh anaknya melakukan hal asusila.

Namun permintaan ayah bejat itu langsung ditolak gadis yang kini duduk di bangku SMA itu, dengan alasan sedang haid.

Pelaku marah dan menampar anak gadisnya sambil mengancam akan menganiaya anaknya kembali. Korban pun secara terpaksa melayani nafsu bejat ayah kandungnya itu.

Setelah kejadian itu, korban menceritakan perilaku ayahnya kepada sang ibu. Dari situlah terungkap bahwa bahwa hal tersebut sudah sering dilakukan ayahnya sejak korban masih kelas III SD.

Tidak terima kejadian tersebut, ibu korban melaporkan peristiwa yang dialami anaknya ke SPKT Polda Sulut, Sabtu (24/9/2016). Dari pengakuan pelaku, hal tersebut dilakukannya atas keinginan korban sendiri di dalam rumahnya sejak anaknya lulus SD.

"Saya minta maaf kepada keluarga saya, terutama anak saya yang saya sayangi sekali," ujar SS saat diwawancarai di Polda Sulut, Selasa (27/9/2016).

Pelaku pun mengakui meminta kepada anaknya untuk keluar dari rumah mereka kalau ada intimidasi dari keluarga.

"Saya katakan pada anak saya lebih baik keluar dari rumah kalau begini keadaannya, tapi istri saya pun ikut keluar dari rumah," kata SS.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulut, Kombes Pol Pitra Ratulangi saat dikonfirmasi mengatakan bahwa sudah ada tujuh orang saksi yang diperiksa dan terbukti kuat bahwa pelaku melakukan kejahatan seksual terhadap anak kandungnya sendiri.

"Terhadap tersangka kita sudah lakukan penahanan dan kita kenakan pasal berlapis karena sudah termasuk kejahatan luar biasa," ujar Pitra Ratulangi.

Pelaku, menurut Pitra, dikenakan Undang-undang KDRT dan Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman cukup tinggi, minimal lima tahun dan maksimal 12 tahun penjara.

"Kita mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada, karena ternyata kejahatan-kejahatan itu tidak kita sangka, datang dari orang terdekatnya, perlu kita waspadai bersama," pungkas Pitra.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Bobby Copot Jabatan Lurah Sidorame Timur Karena Pungli

Wali Kota Bobby Copot Jabatan Lurah Sidorame Timur Karena Pungli

Regional
Cegah Serangan Siber, Diskominfo Jabar Minta Pemda Manfaatkan 'Lalaki Sajabar'

Cegah Serangan Siber, Diskominfo Jabar Minta Pemda Manfaatkan "Lalaki Sajabar"

Regional
Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X