Kompas.com - 14/09/2016, 21:29 WIB
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

SLEMAN, KOMPAS.com - Kepala Badan Teknologi Nuklir Nasional (Batan) Djarot Sulistyo Wisnu Broto mengatakan bahwa sumber daya manusia Indonesia sudah mampu membangun dan mengelola pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

Djarot mengatakan bahwa penerimaan masyarakat atas keberadaan PLTN sempat menurun saat peristiwa ledakan reaktor nuklir di Fukushima, Jepang, pada 2011.

(Baca juga Kenapa Reaktor Nuklir Fukushima Meledak?)

Namun, berdasarkan hasil survei Batan pada 2015, penerimaan masyarakat Indonesia terhadap PLTN semakin meningkat.

Survei yang melibatkan 4.000 responden itu menunjukkan tingkat penerimaan masyarakat terhadap PLTN meningkat menjadi 75 persen. Tahun sebelumnya, tingkat kepercayaan masyarakat tercatat 70 persen.

"Tingkat penerimaan setiap tahunnya mengalami peningkatan," kata Djarot saat rapat bersama Komisi VII DPR RI di Pusat Saint dan Teknologi Akselerator (PSTA) - Batan Yogyakarta, Rabu (14/9/2016).

Terkait usulan dari Komisi VII DPR RI, yang mendorong agar pemerintah segera membangun PLTN untuk menambah pasokan listrik nasional, Djarot menilai bahwa Indonesia sudah siap dan mampu membangunnya. Ia menyebutkan bahwa sejumlah ahli nuklir dari Indonesia saat ini bekerja di luar negeri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"SDM ada dan cukup mampu. Di sini (PSTA Batan Yogyakarta) ada pendidikannya, lalu ada Teknik Nuklir UGM," kata dia.

Anggota Komisi VII DPR RI, Kurtubi, berpendapat bahwa Indonesia tidak perlu takut membangun PLTN. Hanya yang terpenting saat ini adalah melakukan sosialiasi kepada masyarakat.

"Nuklir bukan genderuwo, tidak perlu takut, yang terpenting sosialisasi. Kalau menunggu semua masyarakat atau pengamat mendukung, mustahil," kata anggota Fraksi Partai Nasdem tersebut.

Menurut Kurtubi, untuk anggaran sosialisasi tinggal diajukan ke DPR. Nantinya Komisi VII akan mendukung untuk mengeluarkan anggaran sosialisasi.

"Bangun PLTN yang besar sekalian. Pembangunannya tidak harus pakai uang negara, pakai investor. Nanti tinggal dibuat aturannya seperti apa," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.