Lama Terbengkalai, Stasiun Indro di Gresik Kembali Difungsikan - Kompas.com

Lama Terbengkalai, Stasiun Indro di Gresik Kembali Difungsikan

Kompas.com - 09/09/2016, 20:56 WIB
Kontributor Gresik, Hamzah Arfah Kereta api perdana yang membawa komoditas dari Stasiun Indro, saat dilepas Bambang Eko Martono dan jajaran.

GRESIK, KOMPAS.com – Setelah lama tidak difungsikan, Stasiun Indro di Kelurahan Sidorukun, Kecamatan Kebomas, Gresik, Jawa Timur, akhirnya kembali beroperasi untuk keperluan angkutan kereta barang.

Dalam agenda soft launching pengoperasian kembali pada Jumat (9/9/2016) sore, stasiun di bawah kendali PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) VIII Surabaya ini digunakan untuk lalu lintas 30 gerbong rangkaian kereta dengan tujuan Stasiun Sungai Lagowa, Jakarta.

"Kami sengaja kembali memfungsikan stasiun ini setelah lama tidak digunakan demi keperluan menunjang mobilitas bisnis yang ada di Gresik. Sama seperti sebelumnya, untuk saat ini stasiun ini masih terbatas untuk angkutan barang saja," ujar Direktur Pengelolaan Prasarana PT KAI Daop VIII Surabaya Bambang Eko Martono, Jumat.

Jalur cabang rel kereta api di stasiun tersebut terhubung dengan Stasiun Kandangan, Benowo.

Sebelumnya, jalur ini hanya melayani kereta api barang angkutan semen. Pada Februari 2010, layanan kereta barang tersebut terhenti karena masa kontrak dengan PT Semen Gresik telah habis dan tidak diperpanjang. Aktivitas produksi pabrik Semen Gresik pun telah berpindah ke Tuban.

Rel di Stasiun Indro juga terhubung dengan jalur kereta api lingkar kota Gresik di dekat pesisir pantai Selat Madura dan menyatu dengan jalur utama di Stasiun Sumari. Namun jalur yang terakhir disebut itu juga sudah lama mati dan kini bisa dikatakan nyaris tidak berbekas.

Bambang mengatakan, PT KAI akan berusaha menambah dua kereta api lagi pada rentang Oktober sampai November 2016 agar bisa mengangkut sekitar 1.200 hingga 1.500 ton komoditas per hari.

Setelah itu, PT KAI tidak hanya melayani pengiriman komoditas ke Stasiun Sungai Lagowa di Jakarta, tetapi juga ke beberapa stasiun lain.

"Saat ini yang tengah dijajaki adalah stasiun di Solo dan Karawang," kata dia.

Untuk sementara, PT KAI Daop VIII Surabaya masih menjalin kerja sama dengan tiga perusahaan, yakni, anak perusahaan PT Petrokimia Gresik, PT Timur Raya, dan PT ROM.

Bambang yakin bahwa natinya akan semakin banyak perusahaan yang bakal memanfaatkan pengiriman barang dengan menggunakan kereta api.

"Karena pengiriman komoditas melalui sarana ini bisa dibilang lebih efektif ketimbang menggunakan kendaraan truk maupun tronton," kata dia.

Selain pengiriman komoditas padat, sarana di Stasiun Indro dapat memberikan pelayanan pengiriman komoditas cair sesuai dengan pesanan yang diberikan oleh perusahaan.


EditorLaksono Hari Wiwoho

Terkini Lainnya


Close Ads X