Pegawai Honorer Diharapkan Juga Didaftarkan dalam BPJS Ketenagakerjaan

Kompas.com - 07/09/2016, 10:55 WIB
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Lamongan, Yuhronur Efendi (kiri). Kontributor Gresik, Hamzah ArfahSekretaris Kabupaten (Sekkab) Lamongan, Yuhronur Efendi (kiri).
|
EditorCaroline Damanik

LAMONGAN, KOMPAS.com – Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Bojonegoro, Haryanto, berharap agar para pekerja honorer di lingkup Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Lamongan diikutkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Karena BPJS Ketenagakerjaan dibutuhkan oleh para pekerja formal maupun informal. Tapi rupanya, masih banyak masyarakat dan para pekerja yang belum mengetahui pentingnya BPJS Ketenagakerjaan,” tutur Haryanto, Rabu (7/9/2016).

“Selama ini, masyarakat sudah cukup mengetahui layanan BPJS Kesehatan, tapi tidak dengan keberadaan BPJS Ketenagakerjaan. Karena itulah sosialisasi penting untuk terus dilakukan,” lanjutnya.

Dia lantas menjelaskan, untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS), memang telah diatur mengenai aturan BPJS Ketenagakerjaan. Namun, hal itu tentu saja berbeda untuk para pekerja honorer, yang belum termasuk dalam jajaran PNS.

“Karena itu, kami telah mengundang Kepala SKPD (Satuan Perangkat Kerja Daerah) dan camat di Lamongan, dalam acara sosialisasi kemarin. Dengan harapan, para pekerja honorer bisa diikutkan BPJS Ketenagakerjaan, sehingga bisa mendapat fasilitas jaminan kecelakaan kerja, kematian, hari tua, dan pensiun,” ucapnya.

Niat tersebut mendapat respon baik dari Pemkab Lamongan. Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Lamongan Yuhronur Efendi menyatakan, jika pihaknya mendukung penuh gagasan tersebut. Ia pun mengimbau kepada Kepala SKPD dan camat yang ada di Lamongan untuk menyukseskan BPJS Ketenagakerjaan di wilayah tugasnya masing-masing.

“Karena memberikan jaminan bagi para pekerja, baik formal maupun informal, juga sebagai salah satu indikator kesuksesan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Lamongan,” tutur Yuhronur.

Sebelumnya, BPJS Ketenagakerjaan kantor cabang Bojonegoro juga sempat menyerahkan santunan kecelakaan kerja dan kematian kepada Umi Chalimah, ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal saat pulang kerja dari SPBU di Nguwok, Kecamatan Modo, Lamongan, senilai Rp114.512.880.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Positif Covid-19 Setelah Pulang Takziah dari Jakarta, Guru TK Sempat ke Sekolah

Positif Covid-19 Setelah Pulang Takziah dari Jakarta, Guru TK Sempat ke Sekolah

Regional
Angka Covid-19 Jateng Tertinggi Nasional, Ganjar: Itu Karena Satgas Pusat Telat Input Data

Angka Covid-19 Jateng Tertinggi Nasional, Ganjar: Itu Karena Satgas Pusat Telat Input Data

Regional
Pemprov Jatim Siapkan 3 Jalan Penghubung dari Tol Trans Jawa ke Jalur Lintas Selatan

Pemprov Jatim Siapkan 3 Jalan Penghubung dari Tol Trans Jawa ke Jalur Lintas Selatan

Regional
Dua Pegawai KAI Positif Covid-19, Salah Satunya Masinis

Dua Pegawai KAI Positif Covid-19, Salah Satunya Masinis

Regional
3 Guru dan 2 Murid di Yogyakarta Positif Covid-19, Diduga Tertular di Sekolah

3 Guru dan 2 Murid di Yogyakarta Positif Covid-19, Diduga Tertular di Sekolah

Regional
Pemkot Probolinggo: Pesan Berantai Wakil Wali Kota Meninggal Hoaks

Pemkot Probolinggo: Pesan Berantai Wakil Wali Kota Meninggal Hoaks

Regional
Gara-gara Menangis Ditinggal Masak Ibunya, Bocah 2 Tahun Dianiaya Ayah hingga Tangannya Patah

Gara-gara Menangis Ditinggal Masak Ibunya, Bocah 2 Tahun Dianiaya Ayah hingga Tangannya Patah

Regional
Libur Panjang Akhir Oktober Dituding Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Jateng

Libur Panjang Akhir Oktober Dituding Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Jateng

Regional
Gigi Bangkai Paus yang Terdampar di Bali Hilang, KKP: Seluruh Tubuh Paus Tak Boleh Dimanfaatkan

Gigi Bangkai Paus yang Terdampar di Bali Hilang, KKP: Seluruh Tubuh Paus Tak Boleh Dimanfaatkan

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Satu Anggotanya Diperiksa Polisi, Ini Penyebabnya

Ketua FPI Pekanbaru dan Satu Anggotanya Diperiksa Polisi, Ini Penyebabnya

Regional
UMK 2021 Kepri Ditetapkan, Tertinggi di Batam, Terendah di Tanjungpinang

UMK 2021 Kepri Ditetapkan, Tertinggi di Batam, Terendah di Tanjungpinang

Regional
Usai Acara Tur ke Bromo, 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19

Usai Acara Tur ke Bromo, 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19

Regional
KPK Ajukan 600 Izin Penyadapan, buat Pantau Pilkada hingga Anggaran Covid-19

KPK Ajukan 600 Izin Penyadapan, buat Pantau Pilkada hingga Anggaran Covid-19

Regional
Dipanggil Polda Jabar soal Rizieq Shihab, Bupati Bogor Ade Yasin: Saya Sakit...

Dipanggil Polda Jabar soal Rizieq Shihab, Bupati Bogor Ade Yasin: Saya Sakit...

Regional
Dinkes Salatiga Sebut Penambahan Kasus Covid-19 karena Gencar Tracing Kontak

Dinkes Salatiga Sebut Penambahan Kasus Covid-19 karena Gencar Tracing Kontak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X