Kompas.com - 24/08/2016, 07:43 WIB
EditorErlangga Djumena

KOMPAS.com - Sesosok orang tua dibopong oleh Komandan Wing II Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU di Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Badannya kurus, rambut memutih, dan wajah keriput menunjukkan usianya yang sudah sangat tua.

Dialah Imanuel Nuhan (93), salah satu pelaku sejarah di Indonesia. Mungkin tak banyak lagi yang mengenal sosoknya, tetapi siapa yang mengira bahwa ia adalah salah satu dari 13 orang penerjun payung pertama di Tanah Air.

Imanuel bersama 12 rekannya tercatat sebagai penerjun pertama Indonesia, yang sukses melakukan aksinya pada tanggal 17 Oktober 1947 silam, di Desa Sambi, Kevamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Imanuel saat ini menjadi satu-satunya dari 13 orang tersebut yang masih hidup. Sementara rekannya yang lain, yaitu Hari Hadi Sumantri, FM Soejoto, Iskandar, Ahmad Kosasih, Bachri, J Bitak, C Williem, Amirudin, Ali Akbar, M Dahlan, JH Darius, dan Marawi, telah meninggal.

Para prajurit terjun dari pesawat C-47 Dakota RI-002 yang dipiloti oleh Bob Freeberg berkebangsaan Amerika, dan kopilot Opsir Udara III Suhodo, Serg Jump Master Opsir Muda Udara III Amir Hamzah.

Pejuang tersebut adalah Hari Hadi Sumantri, FM Soejoto, Iskandar, Ahmad Kosasih, Bachri, J Bitak, C Williem, Imanuel, Amirudin, Ali Akbar, M Dahlan, JH Darius, dan Marawi.

Peristiwa heroik tersebut merupakan operasi penerjunan pertama sekaligus operasi lintas udara pertama yang dilakukan oleh TNI serta menandai lahirnya Satuan Tempur Darat Matra Udara yang dimiliki TNI AU saat ini.

Saat terjun, ke-13 prajurit tersebut belum pernah melakukan penerjunan, kecuali teori dan ground training.

Hernison Inuhan, putra Imanuel Nuhan yang selalu mendampinginya, menceritakan bagaimana sang ayah dapat tercatat dalam sejarah sebagai penerjun pertama Indonesia.

"Dulu bapak sekolah di Sekolah Rakyat, lalu ada kawan bapak yang bawa beliau sekolah pelayaran di Jawa. Bapak kemudian berangkat dari Desa Tewa ke Pulau Jawa. Setelah lulus, ia kemudian menjadi tentara Jepang," kata Hernison saat mendampingi ayahnya berkunjung ke Desa Sambi, Selasa (23/8/2016).

Saat Jepang kalah dari sekutu, Imanuel kemudian bergabung ke Tentara Rakyat Indonesia (TRI). Saat bergabung di TRI itu, ia sempat berperang di Surabaya dan sekitarnya.

Beberapa waktu kemudian, Gubernur Kalimantan saat itu, Muhammad Noor, mengajukan permintaan kepada Kasau yang saat itu dijabat Marsekal S Soeryadarma untuk mengirimkan pasukan payung guna membantu menyusun gerilya dan perjuangan rakyat di Kalimantan.

Selain itu, juga untuk membuka jaring komunikasi stasiun radio antara Kalimantan dan Pemerintahan RI yang ada di Yogyakarta serta mengusahakan dan menyempurnakan daerah penerjunan untuk penerjunan lanjutan.

Permintaan ini disambut baik oleh AURI dengan membentuk Tim yang terdiri dari 13 prajurit pejuang dan menunjuk Mayor Udara Tjilik Riwoet sebagai putra daerah Kalimantan untuk menyiapkan prajurit dalam misi tersebut.

Tepat pada pukul 07.00 WIB, tanggal 17 Oktober 1947, pesawat C-47 Dakota RI-002 yang dipiloti oleh Bob Freeberg berkebangsaan Amerika, dan kopilot Opsir Udara III Suhodo, serta jump master Opsir Muda Udara III Amir Hamzah menerjunkan 13 prajurit di daerah Sambi, Kotawaringin Barat.

"Pada saat penerjunan itu, semua anggota selamat, namun saat istirahat di pondok tak jauh dari lokasi pendaratan, mereka dikepung pasukan Belanda dan terjadi kontak senjata hingga menyebabkan tiga orang pejuang tewas," lanjut Hernison.

Saat pengepungan oleh pasukan Belanda itu, beberapa orang sempat meloloskan diri, termasuk Imanuel. Namun, pada akhirnya semuanya tertangkap. Imanuel menjadi orang terakhir yang tertangkap.

Mereka yang tertangkap kemudian dipenjarakan Belanda di Nusakambangan. Namun, setelah melalui berbagai perundingan, seluruh tahanan akhirnya dibebaskan.

"Setelah bebas, bapak ditugaskan di beberapa tempat, termasuk pernah di kebun binatang Wonokromo. Setelah Pak Tjilik jadi gubernur, ia ditarik jadi kabiro humas sampai akhirnya pensiun pada tahun 1980," ungkapnya.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil Temui Investor di Inggris, Jabar Jajaki Kerja Sama Pengembangan PLTB dan Ekraf

Ridwan Kamil Temui Investor di Inggris, Jabar Jajaki Kerja Sama Pengembangan PLTB dan Ekraf

Regional
Pastikan Calon Haji Terbang ke Tanah Suci, Dinkes Jabar Gulirkan Program “Jabar Nyaah ka Jamaah”

Pastikan Calon Haji Terbang ke Tanah Suci, Dinkes Jabar Gulirkan Program “Jabar Nyaah ka Jamaah”

Regional
3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

Regional
Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Regional
Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Regional
Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Regional
Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Regional
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Regional
Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Regional
Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Regional
Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.