Kompas.com - 24/08/2016, 06:17 WIB
Para petani tembakau di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang menerapkan pola tumpangsari untuk meminimalkan anjloknya harga tembakau di pasaran.
KOMPAS.com/Syahrul MunirPara petani tembakau di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang menerapkan pola tumpangsari untuk meminimalkan anjloknya harga tembakau di pasaran.
EditorCaroline Damanik

KLATEN, KOMPAS — Munculnya wacana kenaikan harga rokok yang tinggi membuat petani tembakau di Klaten, Jawa Tengah, mulai khawatir. Jika harga rokok naik tinggi, hal itu berpotensi menurunkan omzet sehingga serapan produksi tembakau dari para petani juga menurun.

"Kenaikan harga rokok tidak dinikmati petani, tetapi malah merugikan petani," ujar Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Klaten Kadarwati di Klaten, Senin (22/8).

Kadarwati mengaku terus memantau informasi yang beredar di media massa dan media sosial. Wacana soal harga rokok itu sudah membuat resah para petani. Harga rokok yang tinggi akan menurunkan daya beli. Dampaknya, pabrikan rokok akan mengurangi pembelian tembakau.

Padahal, perkebunan tembakau di Klaten menyerap lebih kurang 15.000 tenaga kerja, mulai dari petani, buruh perajang tembakau, hingga tenaga bidang lainnya. Mata rantainya panjang sehingga pemerintah diminta mempertimbangkan banyak kepentingan sebelum memutuskan naik.

Kadarwati mengatakan, APTI Klaten belum menentukan sikap terkait wacana kenaikan harga rokok. Pihaknya akan berkoordinasi dengan pengurus APTI Jawa Tengah untuk mengambil sikap selanjutnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Klaten, luas panen tembakau rajang di Klaten tahun 2015 mencapai 1.830 hektar dengan produksi 2.209 ton kering. Sementara luas panen tembakau asap 711 hektar dengan produksi 1.164 ton kering.

Wakil Sekretaris Jenderal APTI Agus Setyawan mengatakan, menyikapi wacana tersebut, pihaknya berupaya menyerukan penolakan itu ke berbagai tingkatan, mulai dari pemerintah provinsi hingga pusat. Namun, jika upaya persuasif ini gagal, seluruh petani tembakau akan menempuh cara dengan berdemo.

"Jika sampai harus menggelar aksi turun ke jalan, kami pun bisa memastikan bahwa ini akan menjadi demo terbesar yang pernah dilakukan kalangan petani tembakau," ujarnya di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Senin.

Jumlah petani tembakau di seluruh Indonesia sekitar tiga juta orang. Demo akan dimulai di tingkat lokal di daerah masing-masing dan nantinya akan dilanjutkan aksi di Jakarta.

Wacana kenaikan harga rokok sudah meresahkan kalangan pabrikan dan menyebabkan mereka menunda pembelian tembakau. Pada tahun-tahun sebelumnya, pembelian tembakau oleh pabrikan biasanya sudah dimulai sejak Agustus.

"Ketika masalah ekonomi diusik, bukan tidak mungkin nantinya akan banyak orang marah dan melakukan aksi kekacauan agar dapat bertahan hidup," ujarnya. (RWN/EGI)


Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 23 Agustus 2016, di halaman 20 dengan judul "Petani Tembakau di Klaten dan Temanggung Resah".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.