Kapal Pengangkut Kopra dan 15 Penumpang Hilang di Perairan Nias

Kompas.com - 20/08/2016, 12:24 WIB
Sebuah Kapal Boat Kayu yang bertolak dari Pelabuhan Ujung Sialit, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Aceh Singkil, Nanggroe Aceh Darussalam, berkapasitas 10 Grosstone, diduga hilang arah saat menuju Desa Moawo, Kota Gunugsitoli, Sumatera Utara, kemarin Jum’at (19/08/2016), demikian di sampaikan Bobby Purba, Koordinator Pos SAR Nias, Sabtu (20/08/2016). KOMPAS.com/HENDRIK YANTO HALAWASebuah Kapal Boat Kayu yang bertolak dari Pelabuhan Ujung Sialit, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Aceh Singkil, Nanggroe Aceh Darussalam, berkapasitas 10 Grosstone, diduga hilang arah saat menuju Desa Moawo, Kota Gunugsitoli, Sumatera Utara, kemarin Jum’at (19/08/2016), demikian di sampaikan Bobby Purba, Koordinator Pos SAR Nias, Sabtu (20/08/2016).
|
EditorPascal S Bin Saju

GUNUNGSITOLI, KOMPAS.com – Sebuah kapal kayu yang bertolak dari pelabuhan Ujung Sialit, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Aceh Singkil, Nanggroe Aceh Darussalam,  diduga hilang saat menuju Desa Moawo, Kota Gunugsitoli, Sumatera Utara, Jumat (19/08/2016).

Bobby Purba, Koordinator Pos SAR Nias, mengungkapkan kejadian itu pada Sabtu (20/08/2016).

Menurut keterangan yang diterima Pos SAR Nias, kapal kayu tersebut bertolak dari Sialit pada Jumat pukul 09.00 WIB dengan mengangkut antara lain kopra dan 15 penumpang.

"Tim akan melakukan pencarian dengan menggunakan kapal negara NAKULA, yang kebetulan tiba Jumat kemarin untuk pengamanan kunjungan kerja Bapak Presiden Joko Widodo,” ujar Bobby Purba, Sabtu di Gunungsitoli.

Kapal bernama Kapal Motor (KM) Jaya dengan cat hijau daun. Berat bersih kapal tersebut 10 GT dengan pemilik Okto Derita Gea. Kapal diduga hilang diperairan antara pulau Banyak dan Nias.

“Kita rencanakan pencarian dengan menyisir jalur yang biasa dilalui kapal tersebut” kata Bobby.

Tim Pos SAR Nias bergabung dengan Pos SAR Sibolga dalam melakukan pencarian. Mereka menggunakan KN Nakula, perahu karet, dan alat selam.

Menurut Bobby, tim SAR akan memfokuskan pencariannya di sekitar perairan pulau Sarang Baung, Dudung, dan kepulauan Banyak.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Nelayan Jadi Gagah di Tengah-tengah Kapal Asing'

"Nelayan Jadi Gagah di Tengah-tengah Kapal Asing"

Regional
445 Seniman Meriahkan Festival Asmat Pokman

445 Seniman Meriahkan Festival Asmat Pokman

Regional
Dua Warga Karawang Diduga Meninggal karena DBD

Dua Warga Karawang Diduga Meninggal karena DBD

Regional
Kasus Nenek Palsu di Surabaya Berujung Vonis 2 Tahun Penjara

Kasus Nenek Palsu di Surabaya Berujung Vonis 2 Tahun Penjara

Regional
Bawa Paksa Jenazah Bayi, Driver Ojek Online Minta Maaf secara Tertulis ke RSUP M Djamil Padang

Bawa Paksa Jenazah Bayi, Driver Ojek Online Minta Maaf secara Tertulis ke RSUP M Djamil Padang

Regional
Nonton Bareng Video Porno Meresahkan Warga, Ini Tindakan Pemkab Magetan

Nonton Bareng Video Porno Meresahkan Warga, Ini Tindakan Pemkab Magetan

Regional
Warga Jabar, Nantikan Keseruan Jabar Otofest 2019 Akhir Pekan Nanti

Warga Jabar, Nantikan Keseruan Jabar Otofest 2019 Akhir Pekan Nanti

Regional
Di Baubau, Utusan Kerajaan Korea hingga Thailand Dijamu 1.000 Talang Kuliner, Dihibur 700 Penari Kolosal

Di Baubau, Utusan Kerajaan Korea hingga Thailand Dijamu 1.000 Talang Kuliner, Dihibur 700 Penari Kolosal

Regional
Soal Bali Tak Layak Dikunjungi Tahun 2020, Ini Respons Wishnutama

Soal Bali Tak Layak Dikunjungi Tahun 2020, Ini Respons Wishnutama

Regional
Pemkab Agam Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor

Pemkab Agam Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor

Regional
Kisah Samiyati, Guru Honorer di Ende, 11 Bulan Mengajar Tanpa Digaji

Kisah Samiyati, Guru Honorer di Ende, 11 Bulan Mengajar Tanpa Digaji

Regional
Di Bali, Menteri Wishnutama Bicara Pentingnya Wisatawan Berkualitas

Di Bali, Menteri Wishnutama Bicara Pentingnya Wisatawan Berkualitas

Regional
Data Terbaru, Virus Hog Cholera Menyebar ke 16 Kabupaten, 10.298 Babi Mati di Sumut

Data Terbaru, Virus Hog Cholera Menyebar ke 16 Kabupaten, 10.298 Babi Mati di Sumut

Regional
Lagi, Jateng Dinobatkan Sebagai Provinsi Informatif

Lagi, Jateng Dinobatkan Sebagai Provinsi Informatif

Regional
Masih Ingat Balapan Tradisional Kadaplak? Permainan Ekstrem Ini Kembali Dihidupkan Generasi Milenial

Masih Ingat Balapan Tradisional Kadaplak? Permainan Ekstrem Ini Kembali Dihidupkan Generasi Milenial

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X