Kompas.com - 14/08/2016, 06:28 WIB
Peserta Jelajah Sepeda Flores -Timor yang diadakan harian Kompas melintasi kawasan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (13/8/2016). Etape pertama Labuan Bajo-Ruteng menempuh jarak sejauh 135 kilometer. KOMPAS / TOTOK WIJAYANTOPeserta Jelajah Sepeda Flores -Timor yang diadakan harian Kompas melintasi kawasan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (13/8/2016). Etape pertama Labuan Bajo-Ruteng menempuh jarak sejauh 135 kilometer.
|
EditorGlori K. Wadrianto

RUTENG, KOMPAS.com - Rute hari pertama Labuan Bajo-Ruteng seakan menjadi neraka bagi para peserta "Jelajah Sepeda Flores Timor" yang diselenggarakan Harian Kompas.

Di hari pertama yang berlangsung Sabtu (13/8/2016) pagi, banyak peserta yang dievakuasi karena tak kuat dengan "suguhan" tanjakan yang bertubi-tubi.

Betapa tidak, 65 persen rute Labuan Bajo-Ruteng merupakan tanjakan terjal. Para pesepeda harus melewati dua puncak bukit sebelum tiba di Ruteng.

Meski diselingi turunan saat memasuki Ruteng, tenaga para peserta tentu telah terkuras. Akhirnya, kebanyakan dari mereka tak mampu melanjutkan perjalanan. Apalagi, suhu udara mencapai 40 derajat celcius.

Terlebih sebelum memasuki Ruteng yang terletak di ketinggian 1200 mdpl, peserta kembali dihajar tanjakan terjal menuju puncak bukit terakhir yang memisahkan Ruteng dan Manggarai Barat.

KOMPAS / TOTOK WIJAYANTO Peserta Jelajah Sepeda Flores -Timor yang diadakan harian Kompas melintasi kawasan Mbeliling, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (13/8/2016). Etape pertama Labuan Bajo-Ruteng menempuh jarak sejauh 135 kilometer.
Tak tanggung-tanggung, ketinggian puncak bukit itu mencapai 1600 mdpl.

Namun setelah melahap tanjakan terjal pertama, yakni di Lempor, -sebelum para peserta dievakuasi massal, mereka sempat menikmati bentang alam khas Flores yang terdiri dari persawahan dan perbukitan.

Bahkan, di puncak bukit pertama dan kedua terlihat keseluruhan bentang alam mulai dari perbukitan hingga laut lepas.

Banyak peserta yang melepas lelah sembari berfoto bersama.

Usai mendaki bukit pertama di Lempor, jalanan cenderung mendatar. Pemandangan di kanan kiri yang diapit persawahan serta perbukitan juga menjadi penyejuk mata bagi peserta.

Sayang angin berhembus kencang dari arah depan, sehingga memperberat kayuhan pedal. Para peserta pun beramai-ramai dievakuasi oleh mobil panitia.

Meski peluh memenuhi gurat wajah peserta, mereka tetap menikmati rute hari pertama yang "super berat".

Agus Hermawan peserta asal Jakarta mengaku meski rute sangat berat, keramahan warga yang menyambut di sepanjang perjalanan menjadi penyemangat tersendiri.

Ya, warga di pinggir jalan selalu mengucapkan salam saat kami menyusuri jalanan. Bahkan sekadar mampir untuk beristirahat pun mereka menerima kami dengan ramah.

KOMPAS / TOTOK WIJAYANTO Peserta Jelajah Sepeda Flores -Timor yang diadakan harian Kompas beristirahat kawasan Mbeliling, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (13/8/2016). Etape pertama Labuan Bajo-Ruteng menempuh jarak sejauh 135 kilometer.
"Rute hari pertama ini memang berat, tetapi yang bikin senang warganya ramah sekali," papar Agus.

Jelajah Sepeda Flores-Timor yang digelar Harian Kompas dimulai dari Labuan Bajo di ujung barat Flores, dan berakhir di Motaain, Kabupaten Belu (Timor), perbatasan RI-Timor Leste, pada 13-23 Agustus 2016.

Perjalanan bersepeda jarak jauh ini merupakan bagian dari komitmen Kompas untuk mempromosikan Flores dan Timor, serta Nusa Tenggara Timur pada umumnya. Hal ini guna meningkatkan kunjungan wisatawan dan investasi di sana.

Liputan itu tidak semata-mata memuat tentang perjalanan bersepeda, tetapi juga potensi, terutama ekonomi dan sosial budaya serta problematikanya yang ada di Flores dan Timor.

Liputan serupa juga akan dilakukan KompasTV, majalah National Geographic, Kompas.com, Radio Senora, dan Harian Pos Kupang, serta sejumlah media lain di bawah Kompas Gramedia.

Jelajah sepeda dilakukan Harian Kompas sejak tahun 2008. Saat itu, ditempuh rute Anyer-Panaroekan. Setelah itu Surabaya-Jakarta (2010), Jakarta-Palembang (2011), Bali-Komodo (2012), Sabang-Padang (2013), Manado-Makassar (2014), Banjarmasin-Balikpapan (Mei 2015), dan Jelajah Sepeda Papua (Juni 2015).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Regional
Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.