Wali Kota Pontianak: Pak Menteri Jangan Bikin Kebijakan yang Mengada-ada

Kompas.com - 09/08/2016, 15:22 WIB
Ilustrasi siswa SD: Sejumlah siswa SD memegang kreweng usai memainkannya dengan digesek-gesekan di Ceramic Music Festival 2015, di lapangan Jatiwangi, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Rabu petang (11/11/2015). KOMPAS.com / MUHAMAD SYAHRI ROMDHONIlustrasi siswa SD: Sejumlah siswa SD memegang kreweng usai memainkannya dengan digesek-gesekan di Ceramic Music Festival 2015, di lapangan Jatiwangi, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Rabu petang (11/11/2015).

PONTIANAK, KOMPAS.com – Wali Kota Pontianak Sutarmidji angkat bicara menanggapi usulan “Full Day School” yang diwacanakan Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy.

Secara tegas, Sutarmidji menolak apa yang diwacanakan oleh menteri yang baru menggantikan Anies Baswedan tersebut.  

"Jangan buat kebijakan yang mengada-ada. Enggaklah, saya enggak setuju, ini (kebijakan yang ada) sudah bagus, jalankan saja dulu, jangan dadakan,” ujar sutarmidji, Selasa (9/8/2016).

Baca juga: Tak Setuju Usulan Mendikbud, Orangtua Siswa Gagas Petisi "Tolak Full Day School"

Sebagai menteri yang baru diangkat, imbuh Sutarmidji, Muhadjir sebaiknya menjalankan kebijakan yang sudah ada dan memperbaiki kekurangannya, terutama terkait kenyamanan anak di sekolah. Hal itu, menurut dia, jauh lebih penting daripada menyuruh anak sekolah satu hari penuh.

Saat ini, siswa sekolah tingkat SD dan SMP di Pontianak sudah menerapkan sistem lima hari di sekolah, mulai Senin hingga Jumat.

"Yang jelas mereka (siswa) dibuat nyaman di lingkungan sekolah. Nah, sekarang kondisi sekolah masih banyak yang harus dibenahi, lingkungan bau, panas, belum lagi atap bocor, suruh anak sekolah tiap hari di situ, mana bisa," kata Sutarmidji.

"Siapkan dulu infrastrukturnya, sekolahnya nyaman, ruang belajar bagus, perustakaan bagus, taman bermain ada dan lapangan olahraga ada," katanya.

Apalagi, menurut dia, di sejumlah daerah masih banyak sekolah yang kondisinya memprihatinkan dan minim fasilitas lainnya. Akan lebih baik, menurut dia, jika kondisi itu diperbaiki terlebih dahulu.

“Nah, ini (masih banyak) sekolah yang atapnya bocor, bangunan mau roboh, banjir, kemudian WC bau pesing, perpustakaan buku tahun 60-an, bangku goyang-goyang, itu dulu yang digenahkan, baru buat yang lain, ngada-ngada aja semua itu," katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Minta KPU dan Bawaslu Tindak Paslon Pelanggar Protokol Kesehatan

Ganjar Minta KPU dan Bawaslu Tindak Paslon Pelanggar Protokol Kesehatan

Regional
Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Penuh, Bupati Ponorogo Minta Ruang Isolasi Desa Diaktifkan Kembali

Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Penuh, Bupati Ponorogo Minta Ruang Isolasi Desa Diaktifkan Kembali

Regional
41 Rumah di Kabupaten Luwu Tergusur Imbas Pelebaran Jalan

41 Rumah di Kabupaten Luwu Tergusur Imbas Pelebaran Jalan

Regional
Bupati Lombok Timur Positif Covid19, Sopir dan Pelayan Tertular

Bupati Lombok Timur Positif Covid19, Sopir dan Pelayan Tertular

Regional
Fakta Corona di Banten: Pecah Rekor Tambah 200 Kasus Sehari, hingga Kota Cilegon Zona Merah

Fakta Corona di Banten: Pecah Rekor Tambah 200 Kasus Sehari, hingga Kota Cilegon Zona Merah

Regional
Heboh, Kades Kesurupan Saat TMMD Tampilkan Tari Jaipong di Indramayu

Heboh, Kades Kesurupan Saat TMMD Tampilkan Tari Jaipong di Indramayu

Regional
Pilkada Serentak Saat Pandemi, Machfud Arifin: Mau Ditunda atau Tidak, Kita Siap...

Pilkada Serentak Saat Pandemi, Machfud Arifin: Mau Ditunda atau Tidak, Kita Siap...

Regional
Sebanyak 28 Santri di Kendal Terkonfirmasi Positif Covid-19

Sebanyak 28 Santri di Kendal Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
Jelang Penetapan Paslon, Bawaslu Minta Parpol Kendalikan Pendukung

Jelang Penetapan Paslon, Bawaslu Minta Parpol Kendalikan Pendukung

Regional
119 Pasien Sembuh dari Covid-19 di Bali, Tertinggi di Denpasar

119 Pasien Sembuh dari Covid-19 di Bali, Tertinggi di Denpasar

Regional
Sanksi Denda Tak Efektif Tekan Pelanggar Protokol Kesehatan di Wonogiri

Sanksi Denda Tak Efektif Tekan Pelanggar Protokol Kesehatan di Wonogiri

Regional
Tentukan Struktur Bangunan, Ekskavasi Situs Pataan Dilanjutkan

Tentukan Struktur Bangunan, Ekskavasi Situs Pataan Dilanjutkan

Regional
Perjalanan Bupati Berau Terkonfirmasi dari Positif Covid-19 hingga Meninggal Dunia

Perjalanan Bupati Berau Terkonfirmasi dari Positif Covid-19 hingga Meninggal Dunia

Regional
Arisan RT Jadi Klaster Baru Covid-19 di Kulon Progo, Melebar ke Pasar Tradisional

Arisan RT Jadi Klaster Baru Covid-19 di Kulon Progo, Melebar ke Pasar Tradisional

Regional
Begal Bermodus Lempar Sambal ke Wajah Korban, Sasarannya Driver Ojol

Begal Bermodus Lempar Sambal ke Wajah Korban, Sasarannya Driver Ojol

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X