Jual Lempengan Emas Palsu, Dua Warga Negara China Ditangkap Polisi

Kompas.com - 06/08/2016, 15:50 WIB
Barang bukti 46 keping emas palsu yang dijual kepada korban seharga Rp 200 juta, Sabtu (6/8/2016) KOMPAS.com/YAMIN ABD HASANBarang bukti 46 keping emas palsu yang dijual kepada korban seharga Rp 200 juta, Sabtu (6/8/2016)
|
EditorFidel Ali

TERNATE, KOMPAS.com - Dua warga negara China digelandang ke Mapolres Halmahera Selatan, Maluku Utara setelah keduanya kedapatan menjual lempengan emas palsu kepada warga setempat.

Aksi penipuan yang dilakukan Futcao (30) dan Sie Shen (30) terbongkar setelah korbannya, Eddi Juwari (53), curiga dan mengetahui ternyata 46 lempengan seharga Rp 200 juta yang dibelinya tersebut adalah emas palsu. Korban pun langsung melaporkan dugaan tindak pidana penipuan yang baru dialaminya.

Kapolres Halmahera Selatan AKBP Agus Binarto menjelaskan, kedua pelaku telah diamankan oleh aparat kepolisian Polres Ternate saat turun dari kapal di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate.

"Kedua pelaku sempat lolos berangkat menuju Ternate, setelah korban mengetahui emas lempengan yang ia beli tersebut adalah palsu, barulah korban melapor ke polres dengan maksud agar kedua pelaku yang sudah lolos berangkat ke Ternate bisa ditangkap," kata Agus, Sabtu (6/8/2016).


Dari hasil penggeledahan barang bawaan pelaku, polisi menemukan uang tunai sebanyak Rp 200 juta yang merupakan uang hasil penjualan emas palsu. Kedua WNA tersebut kemudian dibawa ke Polres Halmahera Selatan untuk selanjutnya diproses hukum.

Kronologi

Kedua pelaku awalnya datang dan menginap di Hotel Janisi milik korban di Desa Tomori, Kecamatan Bacan Kabupaten Halmahera Selatan. Kedua pelaku menjelaskan kepada korban bahwa kedatangannya di Bacan untuk mengambil emas milik neneknya yang ditanam di salah satu tempat di Bacan saat penjajahan Jepang.

Pelaku pun pergi mencari emas-emas itu bersama korban. Namun korban tidak turun dari mobil. Setelah mencangkul pada kedalaman tertentu dua keping batangan emas mulai terlihat, korban pun dipanggil untuk menyaksikan langsung. Total emas yang dikumpulkan yaitu 46 keping.

Pelaku kemudian menawarkan emas-emas itu kepada korban dengan alasan takut ditangkap dalam perjalanan jika emas itu ikut dibawa ke China. Harga yang ditawarkan cukup fantastis yaitu Rp 1 miliar.

Korban awalnya tak mau karena tak punya uang sebanyak itu, namun ditawarkan terus oleh pelaku hingga akhirnya di harga Rp 200 juta. Korban pun kemudian membelinya dengan meminjam uang dari saudaranya. Namun pembayarannya, pelaku meminta tidak dilakukan saat itu tapi ketika mereka berangkat menuju Ternate.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Strategi Pemdaprov Jabar Pertahankan Gelar Primadona Investasi

Ini Strategi Pemdaprov Jabar Pertahankan Gelar Primadona Investasi

Regional
Fakta Guru Silat Cabuli 5 Murid sejak 2016, Modus Pijat Peregangan Otot hingga Dijerat UU Perlindungan Anak

Fakta Guru Silat Cabuli 5 Murid sejak 2016, Modus Pijat Peregangan Otot hingga Dijerat UU Perlindungan Anak

Regional
Polisi yang Bawa Senjata Api Saat Demo yang Tewaskan Mahasiswa Kendari Disidang

Polisi yang Bawa Senjata Api Saat Demo yang Tewaskan Mahasiswa Kendari Disidang

Regional
Fakta Terbaru OTT Wali Kota Medan, Harta Rp 20 M hingga Setoran untuk Tutupi Biaya ke Jepang

Fakta Terbaru OTT Wali Kota Medan, Harta Rp 20 M hingga Setoran untuk Tutupi Biaya ke Jepang

Regional
Di Daerah Ini Polisi Dilarang Berkumis dan Brewok, Melanggar Langsung Dicukur

Di Daerah Ini Polisi Dilarang Berkumis dan Brewok, Melanggar Langsung Dicukur

Regional
Agar Pelajar Tak Demo Saat Pelantikan Presiden, 400 Kepala Sekolah Se-Cianjur Dikumpulkan

Agar Pelajar Tak Demo Saat Pelantikan Presiden, 400 Kepala Sekolah Se-Cianjur Dikumpulkan

Regional
Lepas Kendali, Mobilio 'Nyungsep' di Persimpangan Lampu Merah

Lepas Kendali, Mobilio "Nyungsep" di Persimpangan Lampu Merah

Regional
Fakta Terkini Pasca-rusuh di Penajam Paser Utara, Situasi Kondusif hingga 3 Pelaku Ditangkap

Fakta Terkini Pasca-rusuh di Penajam Paser Utara, Situasi Kondusif hingga 3 Pelaku Ditangkap

Regional
Kisah Suyati Rawat Ibu dan Anak yang Lumpuh, Tak Mampu Beli Pembalut hingga Berharap Belas Kasih Tetangga

Kisah Suyati Rawat Ibu dan Anak yang Lumpuh, Tak Mampu Beli Pembalut hingga Berharap Belas Kasih Tetangga

Regional
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Talaud, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Talaud, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Suami Pembakar Isteri Di Surabaya Ditangkap di Dalam Bus

Suami Pembakar Isteri Di Surabaya Ditangkap di Dalam Bus

Regional
Pembunuh “Debt Collector” di Cianjur Terancam Hukuman Mati

Pembunuh “Debt Collector” di Cianjur Terancam Hukuman Mati

Regional
Senyum Cerita Para Siswa SD , Walau Mereka Belajar Menggunakan Atap Terpal...

Senyum Cerita Para Siswa SD , Walau Mereka Belajar Menggunakan Atap Terpal...

Regional
Gubernur Sumsel Ancam Cabut Izin Perusahaan yang Melakukan Pembakaran

Gubernur Sumsel Ancam Cabut Izin Perusahaan yang Melakukan Pembakaran

Regional
Ronda Jenis Baru Jadi Usulan Ganjar Antisipasi Terorisme

Ronda Jenis Baru Jadi Usulan Ganjar Antisipasi Terorisme

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X