"Si Anti Ribet", Layanan Antar Jemput Denda Tilang ke Rumah

Kompas.com - 01/08/2016, 15:03 WIB
Dua petugas antar tilang bersiap di Kejaksaan Negeri Surabaya, Jawa Timur, Rabu (22/6). Mereka tergabung dalam tim Si Anti Ribet (Siap Antar Tilang ke Rumah dengan Cepet) yang merupakan program Kejari Surabaya untuk memudahkan pengurusan tilang. Warga yang tidak sempat menghadiri sidang tilang di pengadilan dapat memesan layanan itu untuk mendapatkan SIM atau STNK mereka yang sebelumnya disita untuk proses tilang. Kompas/Herpin Dewanto PutroDua petugas antar tilang bersiap di Kejaksaan Negeri Surabaya, Jawa Timur, Rabu (22/6). Mereka tergabung dalam tim Si Anti Ribet (Siap Antar Tilang ke Rumah dengan Cepet) yang merupakan program Kejari Surabaya untuk memudahkan pengurusan tilang. Warga yang tidak sempat menghadiri sidang tilang di pengadilan dapat memesan layanan itu untuk mendapatkan SIM atau STNK mereka yang sebelumnya disita untuk proses tilang.
EditorCaroline Damanik

Selain faktor pekerjaan, warga biasanya malas mengikuti sidang di pengadilan karena lama dan melelahkan.

”Bisa dari pagi sampai siang prosesnya. Saya pernah ditilang dan datang ke pengadilan. Supaya cepat saya minta bantuan calo dan bayar Rp 100.000,” kata Ferdinanto yang siang itu mengambil STNK di Kejari Surabaya setelah ditilang karena tak memiliki SIM.

Efran Basuning dari Humas PN Surabaya mengatakan, sidang tilang biasanya berlangsung setiap Senin dan Jumat. Dengan adanya 3.000 pelanggar lalu lintas setiap pekan, ratusan hingga ribuan orang memadati PN Surabaya tiap Senin dan Jumat.

Jika ada operasi khusus dari kepolisian, seperti Operasi Simpatik, jumlah pelanggar lalu lintas yang dijadwalkan ikut sidang melonjak menjadi lebih dari 8.000 orang per pekan.

Tak perlu antre

Sebenarnya, kata Efran, pelanggar lalu lintas tidak wajib mengikuti sidang tilang di pengadilan. Kelebihan ikut sidang di pengadilan adalah lebih cepat mendapatkan SIM dan STNK yang disita. Jika tidak mengikuti sidang, SIM dan STNK baru bisa diambil minimal pada hari berikutnya. Apabila sidang berlangsung Jumat, SIM dan STNK baru bisa diambil di Kejari Surabaya tiga hari berikutnya atau Senin.

”Kalau banyak yang tidak ikut sidang dan mengambil berkas tilang di kejaksaan ya bagus juga,” kata Efran.

Antrean peserta sidang tilang dapat berkurang dan pegawai PN Surabaya dapat melakukan senam pagi pada hari Jumat. Senam sering tidak dilakukan karena halaman dipenuhi warga yang menunggu sidang tilang.

Namun, ketika semakin banyak orang yang memilih tidak ikut sidang, giliran Kejari Surabaya diserbu warga yang hendak mengambil berkas tilang.

”Hari Senin bisa ada lebih dari 300 orang yang mengambil berkas tilang, hari berikutnya sekitar 200 orang, dan seterusnya semakin berkurang. Senin ramai lagi,” kata Didik.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X