Meniupkan Lagi Ruh Kota Lama Semarang

Kompas.com - 25/07/2016, 14:01 WIB
Salah satu sudut kawasan Kota Lama di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (22/7/2016). Beberapa tahun terakhir, kawasan ini kian semarak. Semakin banyak bermunculan kafe-kafe, restoran, tempat hiburan, dan galeri seni di distrik bersejarah yang dibangun sekitar abad ke-17 tersebut. Para pemiliknya merestorasi sejumlah bangunan yang sebelumnya terbengkalai dengan biaya miliaran rupiah. Namun, masih ada juga titik-titik kumuh dan rawan kriminal yang mengganggu pariwisata. KOMPAS/GREGORIUS MAGNUS FINESSOSalah satu sudut kawasan Kota Lama di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (22/7/2016). Beberapa tahun terakhir, kawasan ini kian semarak. Semakin banyak bermunculan kafe-kafe, restoran, tempat hiburan, dan galeri seni di distrik bersejarah yang dibangun sekitar abad ke-17 tersebut. Para pemiliknya merestorasi sejumlah bangunan yang sebelumnya terbengkalai dengan biaya miliaran rupiah. Namun, masih ada juga titik-titik kumuh dan rawan kriminal yang mengganggu pariwisata.
EditorLaksono Hari Wiwoho

KOMPAS - Spiegel Bar & Bistro, petang hari. Cahaya oranye kemerahan menelusup celah-celah bangunan di kawasan yang dikenal sebagai kawasan Kota Lama di Semarang, Jawa Tengah. Diiringi lantunan instrumen gitar Spanyol, sepasang remaja menikmati koktail.

"Serasa di Eropa. Klasik dan romantis," ucap Sisca (21), mahasiswi semester akhir sebuah universitas swasta di Semarang, Jawa Tengah, pertengahan Juni. Hendrik (22), pasangannya, menimpali, "Bangunannya adem. Pemandangannya keren."

Suasana kafe yang oleh sementara anak muda disebut cozy ini tak terbayang hadir di antara bangunan tua Kota Lama. Selama bertahun-tahun, distrik kuno di jantung Kota Semarang ini identik dengan kekumuhan, kegelapan, kriminalitas, pelacuran. Sebersit perubahan ini ditiupkan jiwa-jiwa bernyali, yang berani berinvestasi.

Di antara mereka sebutlah Shita Devi Kusumastuti (27), Handoko (saat tulisan ini ditulis telah almarhum), dan Chris Darmawan (52). Mereka ini sebagian dari sosok-sosok yang berani mengucurkan modal tak sedikit di Kota Lama. Selain tentunya sedikit "kegilaan", mengingat saat membuka usaha, kawasan itu masih gelap dan seram. Tidak seperti saat ini, bertabur kerlip lampu dan semarak hiburan.

Shita dan keluarga, misalnya, membeli sebuah bekas gudang, bangunan tahun 1895, yang kini dirombak menjadi Spiegel Bar & Bistro. Bangunan ini terletak di Jalan Letjen Suprapto, yang dulunya bernama Heeren Straat atau Jalan Toean-Toean Besar. Bangunan yang dibelinya berupa gedung dua lantai.

Semula, Shita bingung apa yang harus diperbuat dengan bangunan ini. Sekelilingnya kumuh dan banyak pedagang liar. Selain itu, para pekerja seks dan pemulung bergerobak berkeliaran di malam hari.

Setelah banyak berdiskusi, Shita yang juga arsitek memutuskan mendirikan restoran bernuansa Eropa kontemporer. Pada 2014, bangunan yang dibeli ratusan juta rupiah itu direnovasi dengan biaya mencapai Rp 3 miliar. Shita memberikan sentuhan Barat untuk restorannya.

Cermin masa lalu

Bar atau tempat pelayanan minuman berada di tengah ruang berupa island. Bar dikelilingi kursi-kursi tinggi. Lampu dibuat berwarna kuning lembut menambah hangat atmosfer restoran.

Langit-langitnya yang tinggi memberikan suasana khas, yang sulit didapat di kafe-kafe modern. Mezzanine atau lantai perantara di sekeliling ruang memberikan suasana akrab. Tepat sekali jika Spiegel, nama si empunya gedung ini dulu, tetap dipertahankan menjadi nama kafe. Dalam bahasa Jerman, Spiegel berarti cermin. Spiegel Bar & Bistro menjadi cermin masa lalu dalam modernitas dunia hiburan kontemporer.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Seorang Remaja di Pekanbaru Tewas Setelah Terjatuh dan Tertabrak Mobil Damkar

Detik-detik Seorang Remaja di Pekanbaru Tewas Setelah Terjatuh dan Tertabrak Mobil Damkar

Regional
Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Regional
Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Regional
Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Regional
Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Regional
KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

Regional
Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Regional
Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Regional
Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Regional
TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

Regional
5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

Regional
Diduga Sakit Jantung, Seorang Dokter Ditemukan Tewas Sehari Usai Disuntik Vaksin Covid-19

Diduga Sakit Jantung, Seorang Dokter Ditemukan Tewas Sehari Usai Disuntik Vaksin Covid-19

Regional
Persoalan Wajib Jilbab di SMKN 2 Padang Selesai, Siswi Kembali Sekolah

Persoalan Wajib Jilbab di SMKN 2 Padang Selesai, Siswi Kembali Sekolah

Regional
Kronologi KM Tanto Bersinar Tabrak Kapal Tug Boat di Perairan Gresik, Petugas Cari ABK yang Hilang

Kronologi KM Tanto Bersinar Tabrak Kapal Tug Boat di Perairan Gresik, Petugas Cari ABK yang Hilang

Regional
Pratu Dedi Hamdani Gugur di Papua, Ayah: Sedih Sekali...

Pratu Dedi Hamdani Gugur di Papua, Ayah: Sedih Sekali...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X