Setiap Pagi, 2 Polisi Tuban Berjoget Pakai Topeng Badut di Jalan

Kompas.com - 25/07/2016, 05:48 WIB
Dua polisi dengan topeng badut tampak sedang mengampanyekan tertib berlalu lintas di Tuban. SURYA ONLINEDua polisi dengan topeng badut tampak sedang mengampanyekan tertib berlalu lintas di Tuban.
EditorFarid Assifa

TUBAN, KOMPAS.com - Polisi lalu lintas di Tuban memiliki cara unik dalam mengampanyekan tertib lalu lintas.

Seperti yang dilakukan anggota Polsek Rengel, Tuban. Mereka berjoget dengan memakai topeng badut di tengah jalan hanya untuk mengampanyekan tertib berlalu lintas kepada para pengendara. Musik dangdut dan remix mengiringi polisi badut menggoyangkan badannya.

Masyarakat yang melintas di depan Mapolsek Rengel bisa melihat pemandangan tersebut di setiap pagi hari.

Dua anggota polsek membawa selembar kertas berisi tulisan yang dilekatkan di papan triplek.

Tulisan tersebut berbunyi pesan kampanye agar pengendara selalu memperhatikan peralatan kendaraan.

"Gunakan Kelengkapan Sepeda Motor", "Pakai Helm SNI", "Jangan Lupa Bawa Surat-surat Kendaraan". Begitu bunyi tulisan di beberapa lembar kertas yang dibawa.

Polisi lainnya menyampaikan pesan melalui pengeras suara kepada para pengendara agar tertib berlalu lintas, khususnya mengenakan helm kepada anak-anaknya saat dibonceng.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kami melakukan ini dalam rangka kampanye keselamatan dalam berkendaraan. Fenomena tahun ajaran baru, identik dengan kendaraan baru, khususnya para pelajar baik dari SD, SMP, maupun SMA,” kata AKP Musa Bachtiar, Kapolsek Rengel, dikutip Surya Online, Minggu (24/7/2016).

Menurut Musa, aksi badut polisi ini bertujuan mengantisipasi supaya tidak terjadi kecelakaan dengan cara memberikan imbauan. Badut itu bertugas memberikan pengetahuan dan pemahaman arti penting keselamatan berlalu lintas.

“Kami juga membagikan cokelat bagi pengendara yang tertib, sedangkan yang tidak tertib kami berikan teguran,” ungkapnya.

Sementara itu, di Tuban, hampir setiap hari ada warga yang terlibat kecelakaan lalu lintas. Pihak kepolisian lalu lintas Tuban menyebut, faktor manusia sebagai penyumbang terbesar kecelakaan.

Dari tahun ke tahun, jumlah kecelakaan meningkat. Pada tahun 2014, ada sekitar 900-an kecelakaan. Tahun 2015, ada 1100-an kecelakaan. Sementara, pertengahan bulan ini sudah lebih dari 70-an kecelakaan.

“Secara jumlah (kecelakaan) meningkat. Faktor utama kecelakaan adalah manusia karena lalai di jalan,” sebut AKP Dhyno Indra Setiyadi, Kasatlantas Polres Tuban.

Berita ini sudah tayang di Surya Online, Minggu, 24 Juli 2016 dengan judul Lihat, Begini Tingkah Polisi di Tuban, Bagaimana Menurut Anda?



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Regional
Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Regional
Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Regional
Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X