Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sebulan Buron, Satu Pelaku Penyerangan Warga di Ambon Diringkus Polisi

Kompas.com - 19/07/2016, 20:49 WIB
Rahmat Rahman Patty

Penulis

AMBON, KOMPAS.com - Hendra Sohuken, seorang pelaku bentrokan antarpemuda yang sempat dijadikan buronan Polres Pulau Ambon akhirnya dibekuk.

Pemuda asal Kelurahan Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Ambon, ini diringkus tanpa perlawanan. Dia ditangkap saat sedang melintas dengan sepeda motor milik temannya di kawasan Air Salobar pada Senin (19/7/2016) petang sekitar pukul 17.30 WIT.

“Saat itu pelaku sedang mengendarai sepeda motor ojek milik temannya. Dia tidak berkutik saat ditangkap,” kata KBO Satreskrim Polres Pulau Ambon, Izaac Salamor kepada waratwan, Selasa (19/7/2016).

Hendra kini harus mendekam di dalam sel tahanan Polres Ambon. Oleh penyidik, dia dikenakan Undang-undang penganiayaan Pasal 351 ayat 1 KUHP.

“Saat ini pelaku sudah resmi kami tetapkan sebagai tersangka. Sementara satu orang temannya lagi masih terus kami lacak keberadaannya,” pungkasnya.

Hendra diketahui sebagai salah satu pelaku penyerangan yang melukai dua orang warga di kawasan Tugu Dolan, Kelurahan Kudamati. Bersama sejumlah rekannya mereka saling berboncengan dengan tiga sepeda motor dan menyerang sejumlah pemuda yang ada di kawasan Tugu Dolan dengan menggunakan parang dan pipa besi.

Penyerangan itu terjadi pada pertengahan Juni lalu. Akibat aksi itu, tiga orang pemuda warga Tugu Dolan mengalami luka parah akibat ditebas dengan parang dan dihantam pipa besi.

Saat melancarkan aksinya, para pelaku juga menggunakan penutup wajah, namun polisi yang mengusut kasus tersebut berhasil menangkap seorang pelaku.

Dari hasil penyelidikan mendalam, Hendra akhirnya ditangkap.

Insiden penganiayaan ini sempat memicu terjadinya bentrokan antarpemuda di kawasan tersebut.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com