Pakai Kaus Bergambar Palu Arit, Seorang Petani Ditangkap Polisi - Kompas.com

Pakai Kaus Bergambar Palu Arit, Seorang Petani Ditangkap Polisi

Kompas.com - 10/07/2016, 19:38 WIB

KUPANG, KOMPAS.com - Yusak Takain (27), petani asal Desa Fatuteta, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditangkap polisi karena mengenakan kaus bergambar palu arit.

Yusak ditangkap saat sedang mengikuti kegiatan kepemudaan di Desa Oefafi, Kecamatan Kupang Timur.

Hal itu dikatakan Kepala Kepolisian Resor Kupang, Ajun Komisaris Besar Adjie Indra Dwiatma, Minggu (10/7/2016).

"Dari hasil pemeriksaan sementara terhadap Yusak bahwa, baju kaos berwarna merah dengan logo palu arit tersebut didapat dari seorang temannya bernama Darwin Amheka (saksi) pada Senin (4/7/2016) lalu," kata Adjie.

Saat diperiksa, lanjut Adjie, Yusak mengaku tidak mengetahui logo palu arit yang ada pada baju kaus tersebut merupakan simbol komunis yang dilarang di Indonesia.

"Yang bersangkutan (Yusak) ini pendidikannya rendah dan berprofesi sebagai petani sehingga tidak mengerti arti lambang palu arit," kata dia.

Adjie menjelaskan, sesuai keterangan dari Darwin, kaus berlambang palu arit ini dibeli oleh istrinya Darwin, Yanti Rambu Ama di tempat penjualan pakaian bekas di Pasar Oesao, Kelurahan Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Jumat (1/7/2016).

"Meski pelaku tidak kita tahan, namun kasus itu masih terus kita dalami," kata dia.


EditorGlori K. Wadrianto

Terkini Lainnya

Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kasus Peluru Nyasar di Gedung DPR

Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kasus Peluru Nyasar di Gedung DPR

Megapolitan
Memasuki Tahun Politik, Buwas Pastikan Pramuka Netral

Memasuki Tahun Politik, Buwas Pastikan Pramuka Netral

Nasional
Sambangi Rumah Ketua DPRD, Taufik Nyatakan Diri sebagai Cawagub DKI dari Gerindra

Sambangi Rumah Ketua DPRD, Taufik Nyatakan Diri sebagai Cawagub DKI dari Gerindra

Megapolitan
Jubir Jokowi-Ma'ruf Minta Polisi Selidiki Video Anak Berseragam Pramuka Teriak '2019 Ganti Presiden'

Jubir Jokowi-Ma'ruf Minta Polisi Selidiki Video Anak Berseragam Pramuka Teriak "2019 Ganti Presiden"

Nasional
2019, Upah Minimum Provinsi Naik 8 Persen

2019, Upah Minimum Provinsi Naik 8 Persen

Nasional
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Pintu Air Kalimalang

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Pintu Air Kalimalang

Megapolitan
Pembunuh Warga Cianjur di Sukabumi Diciduk  di Persembunyiannya

Pembunuh Warga Cianjur di Sukabumi Diciduk di Persembunyiannya

Regional
Siap-siap, Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2018 Diumumkan 16-21 Oktober 2018

Siap-siap, Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2018 Diumumkan 16-21 Oktober 2018

Nasional
Guru Honorer di Depok Mogok, Anggota DPRD Harap Pemkot Berikan Solusi

Guru Honorer di Depok Mogok, Anggota DPRD Harap Pemkot Berikan Solusi

Megapolitan
Wapres Pertimbangkan Pinjaman Rp 15,2 Triliun dari ADB untuk Sulteng

Wapres Pertimbangkan Pinjaman Rp 15,2 Triliun dari ADB untuk Sulteng

Nasional
Tinggalkan Makam Ibunda, Roro Fitria Sempat Pingsan

Tinggalkan Makam Ibunda, Roro Fitria Sempat Pingsan

Regional
Bupati Ditangkap KPK, Pemkab Bekasi Pastikan Pelayanan Publik Berjalan Normal

Bupati Ditangkap KPK, Pemkab Bekasi Pastikan Pelayanan Publik Berjalan Normal

Megapolitan
ISIS Sempat Rencanakan Pembunuhan Trump Saat di Filipina Tahun Lalu

ISIS Sempat Rencanakan Pembunuhan Trump Saat di Filipina Tahun Lalu

Internasional
Tiap Desa Miliki Website, Gunungkidul Siap Terapkan Pemerintahan Berbasis Elektronik

Tiap Desa Miliki Website, Gunungkidul Siap Terapkan Pemerintahan Berbasis Elektronik

Regional
Pelaku Teror 9/11 Dikelilingi 'Sniper' Saat Hendak Dideportasi

Pelaku Teror 9/11 Dikelilingi "Sniper" Saat Hendak Dideportasi

Internasional
Close Ads X