Harga Rumput Laut Anjlok, Warga Nunukan Babat Mangrove untuk Tambak

Kompas.com - 29/06/2016, 18:28 WIB
 Kawasan Hutan Mangrove di tanjung Cantik Kabupaten Nunukan mulai terancam dengan kegiatan bertambak warga. Kegiatan bertambak warga mulai kembali marak dilakukan warga setelah harga rumput laut anjlog. Kontributor Nunukan, Sukoco Kawasan Hutan Mangrove di tanjung Cantik Kabupaten Nunukan mulai terancam dengan kegiatan bertambak warga. Kegiatan bertambak warga mulai kembali marak dilakukan warga setelah harga rumput laut anjlog.
|
EditorErlangga Djumena

NUNUKAN, KOMPAS.com – Sejumlah kawasan konservasi mangrove di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara terancam rusak oleh kegiatan pembukaan tambak oleh warga. Kegiatan pembukaan hutan mangrove untuk kegiatan bertambak warga ditengarai telah berlangsung selama setahun terakhir.

Sebelumnya warga Nunukan mulai meninggalkan kegiatan bertambak selama 8 tahun terakhir dan beralih kepada kegiatan budidaya rumput laut. Namun setahun terakhir harga rumput laut anjlok hingga Rp 4.500.

“Sudah setahun terakhir warga kembali bertambak dengan membabat mangrove,” ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Nunukan Dian Kusumanto Rabu (29/6/2016).

Diperkirakan puluhan hektar hutan mangrove telah dibabat masyarakat untuk membuka tambak.

Kepala Bidang Kelautan Pesisir dan Pulau Pulau Kecil Dinas Kelautan dan Perikanan Kabuapten Nunukan Eva Rahmifa mengatakan, kebanyakan tambak warga berada di wilayah pantai yang merupakan kawasan terlarang.

“Sempadan pantai itu menurut undang undang pasang tertinggi ditambah 100 meter ke depan, itu kan dikuasai negara. Artinya itu tidak boleh ada aktivitas sebetulnya. Jadi untuk legalitas di situ dilarang.“ ujar Eva.

Di Kabupaten Nunukan sendiri memeiliki 3 kawasan hutan mangrove yang dicanangkan sebagai kawasan konsrvasi dengan luasan hampir 1.000 hektar. Namun, kawasan tersebut saat ini terancam dengan aktivitas warga.

DKP Kabupaten Nunukan mengaku hanya bisa menyampaikan permasalahan tersebut kepada Dinas Kelautan Dan perikanan Provinsi sebagai pemegang kewenagan.

”Kita mulai mendata kerusakan mangrove dan sudah menyampaikan permasalahan tersebut kepada DKP Provinsi selaku peegang kewenangan. Kita tidak bisa berbuat apa apa,” kata Eva.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekda Grobogan Positif Covid-19, Pemkab Gelar Rapid Test dan Swab Massal

Sekda Grobogan Positif Covid-19, Pemkab Gelar Rapid Test dan Swab Massal

Regional
Banjir Genangi Bandara Andi Djemma Masamba, Penerbangan Ditunda 14 Hari

Banjir Genangi Bandara Andi Djemma Masamba, Penerbangan Ditunda 14 Hari

Regional
Kesal Sering Disebut Duda, Pria Ini Bunuh Temannya secara Sadis

Kesal Sering Disebut Duda, Pria Ini Bunuh Temannya secara Sadis

Regional
Kasus Covid-19 Masih Tinggi, MPLS di Jateng Belum Boleh Tatap Muka

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, MPLS di Jateng Belum Boleh Tatap Muka

Regional
Kepala Bappeda Jatim Meninggal karena Covid-19, Khofifah: Kami Sangat Kehilangan

Kepala Bappeda Jatim Meninggal karena Covid-19, Khofifah: Kami Sangat Kehilangan

Regional
Asrama Pondok Pesantren di Puncak Bogor Hangus Terbakar

Asrama Pondok Pesantren di Puncak Bogor Hangus Terbakar

Regional
Kasus Dugaan Prostitusi Artis H, Polisi Tetapkan R sebagai Tersangka

Kasus Dugaan Prostitusi Artis H, Polisi Tetapkan R sebagai Tersangka

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak Pemkot Gorontalo Akan Lakukan Pembatasan Khusus di Kecamatan

Kasus Covid-19 Melonjak Pemkot Gorontalo Akan Lakukan Pembatasan Khusus di Kecamatan

Regional
Marak Kapal Cantrang di Natuna, Nelayan Mengadu ke Susi

Marak Kapal Cantrang di Natuna, Nelayan Mengadu ke Susi

Regional
Muncul Klaster Pekerja Media di Jatim, Gugus Tugas Covid-19: Kami Yakin Bisa Ditangani

Muncul Klaster Pekerja Media di Jatim, Gugus Tugas Covid-19: Kami Yakin Bisa Ditangani

Regional
Wanita Ini Jual Rumah dan Siap Dinikahi Pembelinya

Wanita Ini Jual Rumah dan Siap Dinikahi Pembelinya

Regional
Ibu-ibu Bawa Anaknya Demo Tuntut Sekolah Dibuka, Ini Tanggapan Disdik Pamekasan

Ibu-ibu Bawa Anaknya Demo Tuntut Sekolah Dibuka, Ini Tanggapan Disdik Pamekasan

Regional
Positif Corona, Sekda Grobogan: Keluhan Saya Tidak Bisa Tidur Nyenyak

Positif Corona, Sekda Grobogan: Keluhan Saya Tidak Bisa Tidur Nyenyak

Regional
Mahasiswanya Gantung Diri Diduga Depresi Skripsi Sering Ditolak Dosen, Ini Penjelasan Universitas

Mahasiswanya Gantung Diri Diduga Depresi Skripsi Sering Ditolak Dosen, Ini Penjelasan Universitas

Regional
2 Pasien Covid-19 di Riau Merasa Nyeri di Perut dan Ulu Hati

2 Pasien Covid-19 di Riau Merasa Nyeri di Perut dan Ulu Hati

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X