Stok Darah Menipis, PMI Jemput Donor

Kompas.com - 25/06/2016, 11:12 WIB
Kontributor Banyuwangi, Ira Rachmawati Bus untuk donor darah di Taman Sri Tanjung Banyuwangi dibuka mulai jam 17.00 wib sampai 21.00 wib

BANDUNG, KOMPAS.com – Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Bandung menipis. Hingga 26 Juni 2016, stok darah PMI hanya 1.775 labu dari idealnya 2.000 labu.

“Hingga 26 Juni 2016, stok darah di PMI 1.775 labu. Terdiri dari golongan A sebanyak 44 labu, golongan B sebanyak 599 labu, golongan O sebanyak 1.031 labu, dan golongan AB sebanyak 101 labu,” ujar Kabag Pelayanan Darah PMI, dr Wahyu Suryawidjaja di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Sabtu (25/6/2016).

Untuk menggenjot persediaan darah, PMI melakukan beberapa cara. Seperti membuka pelayanan donor darah selama 24 jam, menggelar mobile unit ke masjid-masjid di Bandung. Lalu, setiap hari Minggu, mobile unit mendatangi gereja-gereja, bahkan pihaknya memberlakukan penjemputan donor.

“Beberapa instansi ikut membantu, seperti Polres Kabupaten Bandung yang ditargetkan 150 labu. Jika dikalkulasikan dengan program lainnya, target hari ini mencapai 400 labu,” ucapnya.

Dengan berbagai cara ini ia berharap stok darah mencukupi. Direktur Utama Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Ayi Djembarsari mengatakan, melihat stok darah yang menipis ia berharap tidak ada kejadian luar biasa saat mudik dan musim libur Lebaran nanti.

“Mudah-mudahan tidak ada kejadian luar biasa,” ucapnya.

Namun bila itu terjadi, pihaknya harus siap. Karena itu, seluruh petugas kesehatan di RSHS bertugas saat libur Lebaran dengan sistem piket. RSHS menyiapkan 352 dokter spesialis, 1.800 perawat, 1.200 peserta didik.

“Jadi tidak ada petugas yang bisa libur selama 9 hari, karena pasti kebagian piket. Poliklinik yang disiagakan ada empat yaitu penyakit dalam, bedah, anak, dan obgyn,” katanya.


EditorErlangga Djumena

Close Ads X