124.000 Warga Kabupaten Semarang Masih Buang Tinja Sembarangan

Kompas.com - 19/06/2016, 14:14 WIB
Kakus diatas sungai masih dijumpai disejumlah desa dikecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Gambar diambil pada Mei 2012. Kompas.com/ Syahrul MunirKakus diatas sungai masih dijumpai disejumlah desa dikecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Gambar diambil pada Mei 2012.
|
EditorFarid Assifa

UNGARAN, KOMPAS.com - Sedikitnya 124.212 jiwa atau sekitar 13 persen dari jumlah penduduk Kabupaten Semarang hingga saat ini masih buang tinja di sembarang tempat.

Mereka sebagian besar masih melakukan praktik buang air besar (BAB) sembarangan seperti di sungai, kebun atau pekarangan.

"Hingga tahun 2016, baru sekitar 87.14 persen warga yang punya akses ke jamban. Sisanya BABS (buang air besar sembarangan) karena tidak punya akses," ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang, Gunadi, Minggu (19/6/2016).

Gunadi mengatakan, jumlah warga yang BAB sembarangan relatif tinggi. Pihaknya akan berupaya mengejar target semua warga mempunyai akses sanitasi yang baik pada tahun 2019. Hal ini sesuai dengan target Millenium Development Goals (MDGs) yang ditetapkan PBB sejak tahun 2000 lalu.

"Kita dorong percepatan jambanisasi. Dan, juga perilakunya dengan penyuluhan dan pemahaman," jelasnya.

Dijelaskan oleh Gunadi, BABS tidak hanya masalah aksebilitas terhadap sarana sanitasi saja, tetapi juga dari sisi perilaku. Terkadang banyak orang yang sudah mempunyai sarana sanitasi, namun masih melakukan praktik BABS.

"Katanya kalau tidak nempel di air (sungai) tidak bisa keluar, padahal di rumah juga punya WC," ucapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Termasuk di dalam praktik membuang tinja secara terbuka ini, menurut Gunadi, adalah pembuatan WC atau toilet tanpa septic tank. Pemandangan ini masih banyak dijumpai di perkotaan maupun perdesaan ketika tinja dari WC dibuang melalui saluran paralon ke sungai.

"WC-nya ada, tapi saluran tinjanya ke sungai. Ini juga termasuk dalam BABS. WC yang saniter tak harus yang mahal, WC cubluk asal ada tutupnya juga sudah saniter," tegasnya.

Sanitasi yang buruk, menurut Gunadi, dapat memicu penyebaran penyakit seperti diare, kolera, disentri, thypus, cacingan, penyakit infeksi saluran pencernaan, penyakit kulit dan keracunan.

Selain itu, sanitasi yang buruk juga bisa mencemari sumber air yang ada di sekitarnya. Untuk itu, mengubah perilaku seseorang agar bisa menerapkan pola hidup yang bersih dan sehat, Dinas Kesehatan terus mendorong mewujudkan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM), yakni kondisi masyarakat tidak ada lagi yang buang air besar sembarangan; mencuci tangan pakai sabun; mengelola air minum dan makanan yang aman; mengelola sampah dengan benar dan mengelola limbah cair rumah tangga dengan aman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.