Kompas.com - 01/06/2016, 13:14 WIB
|
EditorErlangga Djumena

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Jangan anggap remeh jasa mencuci sepatu. Jika ditekuni maka tidak hanya klien tak hanya datang dari dalam negeri, tetapi juga luar negeri. Inilah yang dirasakan oleh Tirta Air Mandira Hudhi, pemilik usaha cuci sepatu "Shoes and Care". 

Pengguna jasa cuci sepatu ini tidak hanya dari Indonesia, tetapi juga dari Eropa, Asia, dan Amerika Serikat.

"Saya ini otodidak, melihat dari YouTube seperti apa sih mencuci sepatu yang baik itu," ujar Tirta Air Mandira Hudhi (25) saat ditemui Kompas.com di gerai Shoes and Care, Jalan Cendrawasih, Demangan, Sleman, Selasa (31/5/2016).

Dari belajar otodidak itulah, Tirta akhirnya mendapatkan pengetahuan tentang tahap mencuci sepatu dengan standar premium Eropa. Standar itulah yang lantas diterapkannya di Shoes and Care.

"Ini yang saya terapkan, harga murah hanya Rp 30.000 untuk cuci sepatu, tetapi standarnya taraf Eropa. Ini bentuk memuaskan pelanggan," ucapnya.

Ia mengaku, dengan standar tersebut dan promosi via media online, dirinya memperoleh tawaran dari penyedia jasa dari Perancis bernama Shapire. Tirta dianggap menjadi satu-satunya jasa cuci sepatu otodidak yang memiliki standar Perancis.

"Kami dapat achievement dari Shapire Paris. Kami juga diberi pelatihan gratis mengenai standar cuci sepatu dari Shapire Perancis itu," sebutnya.

Seusai mendapat achievement dan pelatihan itu, Shoes and Care semakin dikenal tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di luar negeri. Buktinya, saat ini pelanggannya datang dari Eropa, Asia, dan Amerika Serikat.

"Ada warga Amsterdam, Australia, Hongkong, Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat. Untuk mencuci sepatu, mereka ke Shoes and Care," bebernya.

Biasanya, lanjut dia, konsumen dari luar negeri mengirimkan tiga sampai lima sepatu dengan cara menggunakan jasa paket pengiriman. Dari segi biaya, lebih mahal ongkos kirimnya daripada ongkos cuci sepatunya. Namun, dari segi ongkos keseluruhan, jauh lebih murah dibandingkan jasa cuci sepatu di negara bersangkutan.

Tirta menyebut, biaya pengiriman bisa mencapai 50 euro, sedangkan biaya mencuci di Shoes and Care sebesar 10 euro.

"Mereka bilang harga cuci sepatu di negaranya itu mahal, bisa 200 euro. Jadi, dengan standar yang sama, mereka memilih mengirimkan ke sini," kata Tirta.

Tak hanya itu, Tirta juga mendapat undangan mewakili Indonesia untuk hadir pada acara asosiasi dan komunitas sepatu se-Asia Pasifik.

Ke depan, pria kelahiran Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, ini bercita-cita akan menambah gerai Shoes and Care di beberapa kota di Indonesia. Selain itu, ia juga mulai mengembangkan ke jasa cuci topi serta tas.

Kiprah Tirta berawal dari membuka jasa cuci sepatu di emperan rumah kos. Saat ini, dia memiliki 19 gerai di beberapa kota di Indonesia, termasuk di Singapura. Bahkan, karena gerai cuci sepatu yang diberinya nama Shoes and Care ini, Tirta mendapat penghargaan dari Google. (Baca: Kuliah di Kedokteran, Mendulang Sukses di Bisnis Cuci Sepatu)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Regional
Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Regional
Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Regional
Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Regional
Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Regional
Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Regional
Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Regional
Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Regional
Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Regional
Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Regional
Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Regional
Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Regional
Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Regional
Pelantikan Menteri Baru, Gubernur Syamsuar: Alhamdulillah Putra Riau Terpilih Jadi Wamen ATR/BPN

Pelantikan Menteri Baru, Gubernur Syamsuar: Alhamdulillah Putra Riau Terpilih Jadi Wamen ATR/BPN

Regional
Akselerasi Penyelesaian PTSL di Jatim, Gubernur Khofifah Minta BPN Gelar Kembali Rakor dan Sinkronisasi GTRA

Akselerasi Penyelesaian PTSL di Jatim, Gubernur Khofifah Minta BPN Gelar Kembali Rakor dan Sinkronisasi GTRA

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.