Kompas.com - 19/05/2016, 16:26 WIB
EditorErlangga Djumena

Selepas dinas pukul 16.00, dengan mengendarai sepeda tua, Seladi menuju ke rumah kosong yang berjarak 200 meter dari kantor SIM. Di rumah itu, tumpukan sampah dalam kantong-kantong plastik hitam sudah menantinya. Selasa sore itu, anak kedua Seladi, Rizal Dimas Wicaksono (20), sudah berada di sana. Rumah kosong itu milik kenalan Seladi, dan diizinkan dijadikan tempat penampungan sampah.

Memasuki ”ruang kerja” Seladi harus melalui dua ruangan gelap dan pengap penuh sampah. Bau anyir kotoran menyesakkan hidung dan bisa membuat mual perut. Di ruang ketiga yang lokasinya lebih terbuka (tanpa atap), Seladi dan anaknya memilah-milah sampah.

Semua sampah ini dari stasiun yang berasal dari setiap kereta yang berhenti di Stasiun Kota Besar Malang. Beberapa dari sampah ini masih ada yang bisa dijual, seperti plastik, kertas, atau kemasan makanan.

”Orang melihat sampah tidak ada gunanya. Namun, bagi saya, ini adalah rezeki luar biasa yang dijauhi orang,” ujar Seladi.

Ingin masuk polisi

Istri dan tiga anak Seladi tidak protes soal memulung sampah. Anak pertamanya kini bekerja di RSI Unisma Malang. Anak keduanya, Rizal Dimas Wicaksono, lulus D-2 Teknik Informatika Universitas Negeri Malang. Anak ketiga Seladi masih duduk di bangku kelas II SMA.

Dimas saat ini sedang berjuang untuk masuk menjadi polisi. ”Saya ingin menjadi polisi sejak kecil. Saya ingin seperti Bapak. Banyak orang menilai polisi tidak baik. Namun, saya melihat ayah saya tidak seperti itu. Saya ingin buktikan bahwa polisi bisa jadi sosok baik asal bekerja dan bertindak dengan baik pula,” ujar Rizal.

Rizal sudah tiga kali mengikuti ujian seleksi menjadi polisi, tetapi belum lolos. Sang ayah terus mendorongnya sebab menjadi polisi artinya adalah melayani dan berguna bagi masyarakat.

Sosok Seladi, yang kini masih tinggal di rumah peninggalan mertuanya, dikenal sebagai polisi jujur dan sederhana, serta menolak suap dan setia dengan sepeda tuanya untuk bekerja.

Ia mungkin tidak mendapatkan dan memiliki banyak uang. Namun, Seladi mengantongi hormat dan penghargaan banyak orang Malang. Itu sudah cukup membuat Seladi bahagia.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 19 Mei 2016, di halaman 1 dengan judul "Seladi Memilih Memulung untuk Menghidupi Keluarga".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubenrur Jatim Berikan Bantuan Sambungan Listrik PLN untuk 1.951 Penyintas APG Semeru

Gubenrur Jatim Berikan Bantuan Sambungan Listrik PLN untuk 1.951 Penyintas APG Semeru

Regional
Lumpy Skin Disease Ancam Ketahanan Pangan

Lumpy Skin Disease Ancam Ketahanan Pangan

Regional
Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Regional
Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Regional
Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Regional
Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Regional
Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Regional
Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Regional
Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Regional
Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Regional
Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Regional
Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Regional
Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Regional
Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Regional
Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.