Kompas.com - 28/04/2016, 08:07 WIB
Tim Ombudsman RI perwakilan DIY bertemu dengan Kapolresta Magelang Kota AKBP Edi Purwanto (Kanan) di Mapolres setempat untuk mengklarifikasi kasus penembakan misterius di Kota Magelang, Rabu (27/4/2016). Kompas.com/Ika FitrianaTim Ombudsman RI perwakilan DIY bertemu dengan Kapolresta Magelang Kota AKBP Edi Purwanto (Kanan) di Mapolres setempat untuk mengklarifikasi kasus penembakan misterius di Kota Magelang, Rabu (27/4/2016).
|
EditorCaroline Damanik

MAGELANG, KOMPAS.com - Ombudsmans RI mendorong Kepolisian Resor (Polres) Magelang Kota untuk mengungkap kasus penembakan misterius di Kota Magelang tiga pekan terakhir. Sebab, korban aksi terorisme dinilai cukup banyak dan mayoritas perempuan.

"Kasus ini cukup menarik perhatian. Mengingat korban berjumlah cukup banyak dan hampir semuanya wanita," ucap Asisten Bidang Penyelesaian laporan Ombudsman RI Perwakilan DI Yogyakarta, Nugroho Andriyanto, Rabu (27/4/2016).

Nugroho mengaku, tim Ombudsman telah bertemu dengan Kepala Polres Magelang Kota, AKBP Edi Purwanto, untuk mengklarifikasi dan berkoordinasi terkait kasus yang telah meresahkan masyarakat Kota Magelang dan sekitarnya itu.

"Kami tanyakan kasusnya seperti apa dan upaya yang dilakukan kepolisian dalam mengungkapnya. Ini penting untuk mengembalikan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang saat ini terganggu kasus tersebut," ujar Nugroho.

(Baca juga: Ini Penyebab Polisi Sulit Ungkap Penembakan Misterius di Magelang)

Pihaknya mengapresiasi Polres Magelang Kota yang telah bergerak cepat mengambil langkah-langkah penyelidikan guna mengungkap pelaku dan moitif penembakan misterius ini.

Menurut dia, Polres Magelang Kota sudah membentuk tim pengungkapan dan pencegahan kasus. Tim ini dinilai signifikan dalam upaya pengungkapan kasus ini.

"Termasuk Polda Jateng juga sudah menurunkan tim untuk mem-back-up kasus ini. Ini upaya bagus. Kami pastikan upaya-upaya itu berjalan baik, sehingga kasus serupa tidak terjadi lagi," katanya.

Sementara itu, Kepala Polres Magelang Kota, AKBP Edi Purwanto mengemukakan, pihaknya mengapresiasi perhatian Ombudsman terhadap upaya pengungkapan kasus penembakan yang diduga mengunakan senapan angin itu.

Menurut dia, banyak pertanyaan yang disampaikan lembaga negara itu, termasuk juga LSM dan masyarakat. Mereka mendukung langkah polisi untuk menangkap pelaku. Pihaknya mengaku cukup terbuka dengan siapapun dalam penanganan kasus ini.

"Saya terbuka dan banyak yang mendukung kami untuk mengungkap kasus ini," kata Edi.

Sebagaimana diketahui, dalam lebih dari tiga pekan terakhir, masyarakat Kota Magelang diresahkan dengan aksi yang diduga penembakan oleh orang tidak dikenal.

Sedikitnya, 13 orang diduga menjadi korban aksi tersebut. Dari jumlah itu, 12 orang adalah perempuan dan seorang laki-laki. Seluruh korban perempuan mengalami luka ringan di bagian pinggang ke bawah, sedangkan korban laki-laki luka pada bagian dada.

Penembakan terjadi dalam rentang 6-20 April 2016 pada sore hingga malam hari. Lokasi penembakan di Jalan Pemuda (Pecinan), Jalan Ikhlas dan Jalan Tidar, Kota Magelang, Jawa Tengah. Lokasi ini merupakan pusat perekonomian masyarakat dan merupakan jalan searah (Semarang-Yogyakarta).

 

Kompas TV Ada Penembakan Misterius, Ini Kata Ganjar
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.