Kompas.com - 23/04/2016, 17:49 WIB
Kawasan Pecinan, Jalan Pemuda Kota Magelang, lokasi terjadinya penembakan misterius tiga hari terakhir, Jumat (22/4/3016). Kompas.com/Ika FitrianaKawasan Pecinan, Jalan Pemuda Kota Magelang, lokasi terjadinya penembakan misterius tiga hari terakhir, Jumat (22/4/3016).
|
EditorPascal S Bin Saju

MAGELANG, KOMPAS.com - Sigit Widyonindito, Wali Kota Magelang, Jawa Tengah, menyatakan wilayahnya tetap kondusif meski terjadi teror penembakan di kawasan pecinan, Jalan Pemuda, Kota Magelang, beberapa hari terakhir.

Sigit meminta masyarakat tetap tenang. "Saya optimis teror penembakan tidak mengganggu kondisi masyarakat. Kota Magelang tetap normal, nyaman, dan baik," ujar Sigit, Sabtu (23/4/2016).

Kendati demikian Sigit mengaku prihatin dan menyayangkan telah terjadinya  aksi teror yang sudah meresahkan masyararakat itu.

Wali kota  berharap kepada aparat Kepolisian Resor (Polres) Kota Magelang untuk segera mengungkap pelaku dan motif teror tersebut.

"Saya sangat menyayangkan tindakan teror tersebut. Jangan begitulah, kasihan yang dicederai itu juga orang biasa, lagi pulang kerja, apa motifnya," ungkap dia.

Sigit pun mengapresiasi jajaran Polres Kota Magelang yang langsung mengambil langkah-langkah guna mengantisipasi teror tersebut. Ia menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

"Mudah-mudahan kasus ini segera dapat diselesaikan dengan baik dan pelaku segera ditangkap," harap Sigit.

Lebih lanjut Sigit menyatakan keinginannya untuk memasang kamera pengawas (CCTV) di banyak titik di seluruh Kota Magelang. Alat ini dinilai perlu untuk merekam aktivitas masyarakat.

"Tidak hanya pecinan, tapi juga seluruh Kota (perlu dipasang CCTV), denyut nadi masyarakat harus terekam. Namun saat ini masih terkendala biaya," ujar Sigit.

Belakangan ini warga Kota Magelang diresahkan oleh aksi penembakan yang dilakukan oleh orang tak dikenal di kawasan pecinan Kota Magelang.

Setidaknya tujuh orang menjadi korban. Seluruh korban yang merupakan wanita itu rata-rata adalah pegawai di berbagai toko di pecinan dan warga lainnya yang sedang melintas.

Peristiwa itu terjadi pada sore hari sampai malam ketika toko-toko akan tutup. Sejauh ini aparat Kepolisian Resor Kota Magelang sedang menyelidiki kasus ini.

Polisi telah mengamankan barang bukti berupa gotri, olah tempat kejadian perkara, dan meminta keterangan saksi dan korban. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X