Kompas.com - 02/04/2016, 16:07 WIB
Warga Desa Karanglo memakamkan seorang warga yang meninggal, Jumat (1/4/2016). Surya/Iksan FauziWarga Desa Karanglo memakamkan seorang warga yang meninggal, Jumat (1/4/2016).
|
EditorCaroline Damanik

GRESIK, KOMPAS.com – Terkait fenomena meninggalnya 61 warga Desa Karanglo, Kecamatan Kerek, Tuban, dalam rentang waktu 45 hari, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Timur Ony Mahardika menyatakan, bakal menerjukan tim untuk melakukan investigasi.

Ada indikasi, para korban meninggal dunia menderita sakit terlebih dulu akibat pencemaran limbah industri.

“Hari Senin (11/4) besok, kami akan menerjukan tim untuk mencari data dan kebenaran di lapangan. Apakah mereka yang meninggal itu karena adanya pencemaran lingkungan, karena 60 persen yang meninggal kabarnya kena penyakit paru-paru," tutur Ony saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (2/4/2016).

Ia pun tidak menutup kemungkinan, warga yang meninggal dunia tersebut lantaran terkena pencemaran industri semen yang banyak menjamur di Kabupaten Tuban. Untuk itu, tim investigasi yang diterjunkan bakal mencari data-data pendukung di lapangan, baik di puskesmas maupun tempat-tempat lain yang dianggap mendukung pencarian data dan fakta.

“Kami belum berani memastikan jika fenomena ini imbas dari produksi semen, sebab kami butuh pendalaman. Tapi untuk indikasi ke arah sana memang ada, karena di Tuban terdapat lima perusahaan besar semen,” terangnya.

Selain, PT Semen Indonesia dan PT Holcim Indonesia, juga terdapat tiga pabrik baru. “Tapi saya lupa nama tiga pabrik baru semen ini. Yang saya ingat, mereka adalah perusahaan semen asal China,” lanjut Ony.

Hadirnya lima perusahaan semen di Tuban, dijelaskan oleh Ony, telah mencakup lahan sekitar 1.000 hektar dan banyak di antaranya memang langsung bersinggungan dengan perumahan penduduk sekitar.

“Dengan begitu, tidak menutup kemungkinan pencemaran yang diakibatkan oleh pabrik semen, akan mempengaruhi kesehatan warga sekitar. Namun ini butuh penelitian lebih lanjut dan mendalam, supaya bisa benar-benar dipastikan kebenarannya,” tutup Ony.

Sementara itu, sampai berita ini diturunkan, pimpinan PT Semen Indonesia yang mempunyai kantor pusat di Kabupaten Gresik, belum dapat ditemui dan dihubungi untuk meminta konfirmasi. Kantor PT Semen Indonesia terlihat sepi, karena bertepatan dengan liburan akhir pekan, Sabtu dan Minggu.

(Baca juga: Rentang 45 Hari, 61 Warga Desa di Tuban Meninggal Dunia)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.