Helikopter TNI-AD yang Jatuh di Poso Dipakai untuk Kejar Kelompok Santoso - Kompas.com

Helikopter TNI-AD yang Jatuh di Poso Dipakai untuk Kejar Kelompok Santoso

Kompas.com - 20/03/2016, 21:56 WIB
Mansur K105-13 Foto Suasana evakuasi Korban Pesawat Heli TNI

POSO, KOMPAS.com - Satu helikopter milik TNI-AD jatuh di Dusun Petirobajo, Kelurahan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Minggu (20/3/2016) sekitar pukul 17.55 Wita. Sebanyak 13 orang yang berada di dalam helikopter tersebut dilaporkan tewas.

Termasuk di dalamnya Komandan Korem 132 Tadulako Kolonel Inf Saiful Anwar dan Kapenrem Mayor Inf Fakit Rasyid.

Helikopter itu diduga jatuh dan terbakar karena cuaca buruk. Heli itu dalam perjalanan dari Napu Lore Peore menuju Poso.

Heli yang digunakan dalam gelar operasi pengejaran kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso alias Abu Wardah dengan sandi Tinombala 2016 ini jatuh di perkebunan warga, tepatnya di sungai kecil yang kering.

Dalam gelar operasi Tinombala 2016, heli TNI-AD ini digunakan sebagai sarana transportasi pengangkutan logistik dan pasukan dari dan menuju wilayah Napu Lore Peore.

Pantauan Kompas.com di lokasi, kondisi helikopter yang hancur dengan kondisi 80 persen terbakar ini dijaga ketat aparat keamanan TNI dan Polri.

Seluruh penumpang dan awak kru yang menjadi korban langsung dibawa ke RSUD Poso yang berjarak 15 kilometer dari lokasi jatuh.

Kapolres Poso, AKBP Rony Suseno ketika dikonfirmasi mengatakan, seluruh penumpang yang berjumlah 13 orang, termasuk kru yang berada dalam heli meninggal dunia.

“Helikopter TNI-AD ini jatuh dalam perjalan dari Lore ke Poso. Terbang dari sana (Napu) jam 17.00 Wita, dan sudah mau sampai di Poso. Tapi karena cuaca buruk pukul 17.55, heli jatuh,” kata Kapolres.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorSandro Gatra

Close Ads X