Nyepi, Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk Tutup Selama 2 Hari

Kompas.com - 07/03/2016, 12:11 WIB
Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Kompas.com/Ira RachmawatiPelabuhan Ketapang Banyuwangi.
|
EditorCaroline Damanik
BANYUWANGI, KOMPAS.com - Jalur penyeberangan Selat Bali ditutup selama dua hari sejak Selasa (9/3/2016) jam 23.00 dan dibuka kembali pada Kamis (10/3/2016) pukul 04.00. Penutupan tersebut untuk menghormati umat Hindu di Bali yang merayakan Nyepi.

Penutupan jalur penyeberangan berdasarkan surat edaran Gubernur Bali Nomor : 003.2.1777735/DPIK tertanggal 28 Oktober 2015 tentang pelaksanaan hari raya Nyepi tahun baru Caka 1938.

Saat dihubungi Kompas.com, Senin (7/3/2016), General Manajer (GM) PT Indonesia Ferry (Persero) ASDP Ketapang, M Yusuf Hadi menjelaskan sudah menyediakan tempat parkir saat penutupan pelabuhan di sekitar pelabuhan Ketapang Banyuwangi untuk mencegah penumpukan kendaraan.

Pihaknya juga telah menambah kapal dari 29 menjadi 35 kapal dengan tujuh dermaga yang telah disiapkan.

"Nanti juga akan dipercepat proses bongkar muatnya agar tidak terlalu lama," ungkapnya.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi antrenya kendaraan karena jelang Nyepi, jumlah kendaraan akan meningkat. Pihaknya sudah menyiapkan tempat sandar kapal di Lanal Banyuwangi, di Pelabuhan Ketapang, dan tempat parkir kapal yang ada di belakang hotel Banyuwangi Beach.

Sementara itu, Kapolres Banyuwangi AKBP Bastoni Purnama menjelaskan ada empat kantong parkir, masing-masing di Stasiun KA Ketapang, parkir ASDP, Watudodol dan lahan kosong di Bulusan.

"Nanti akan ditempatkan beberapa aparat di pelabuhan untuk jaga-jaga," ucap Bastoni.
Kapolda: Labora Menyerahkan Diri karena Kehabisan Bekal



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Pengakuan ASN yang Terobos Ruang Isolasi dan Merekam Video

Ini Pengakuan ASN yang Terobos Ruang Isolasi dan Merekam Video

Regional
Kasus Corona dari Klaster Kantor Gubernur Jambi Bertambah

Kasus Corona dari Klaster Kantor Gubernur Jambi Bertambah

Regional
Penambahan Kasus Corona di Riau Kembali Catat Rekor Tertinggi

Penambahan Kasus Corona di Riau Kembali Catat Rekor Tertinggi

Regional
Bersalaman dengan Pasien Covid-19 di Ruang Isolasi, Oknum ASN: Petugas, Catat Nama Saya

Bersalaman dengan Pasien Covid-19 di Ruang Isolasi, Oknum ASN: Petugas, Catat Nama Saya

Regional
2 Pedagang Positif Corona, Pasar Terbesar di Kabupaten Tegal Ditutup

2 Pedagang Positif Corona, Pasar Terbesar di Kabupaten Tegal Ditutup

Regional
Kisah Cinta Koestomo, Urus Istrinya yang Lumpuh 19 Tahun, Terpaksa Tinggalkan Pekerjaan

Kisah Cinta Koestomo, Urus Istrinya yang Lumpuh 19 Tahun, Terpaksa Tinggalkan Pekerjaan

Regional
Kisah Pilu Koestomo Si Tukang Sepatu, Tak Lagi Bekerja karena Merawat Anak dan Istrinya yang Lumpuh

Kisah Pilu Koestomo Si Tukang Sepatu, Tak Lagi Bekerja karena Merawat Anak dan Istrinya yang Lumpuh

Regional
Gowes ke Magelang, Ganjar Disambut Pelaku UKM dengan Antusias

Gowes ke Magelang, Ganjar Disambut Pelaku UKM dengan Antusias

Regional
ASN Terobos Ruang Isolasi dan Salaman dengan Pasien Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Diisolasi

ASN Terobos Ruang Isolasi dan Salaman dengan Pasien Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Diisolasi

Regional
Raih Nilai Tertinggi, Peserta SKB CPNS Ini Jawab Semua Soal dengan Benar

Raih Nilai Tertinggi, Peserta SKB CPNS Ini Jawab Semua Soal dengan Benar

Regional
Cegah Klaster Keluarga, RS Lapangan Akan Dibangun di Kota Malang

Cegah Klaster Keluarga, RS Lapangan Akan Dibangun di Kota Malang

Regional
Video Viral Seorang ASN Terobos Ruang Isolasi dan Salaman dengan Pasien Covid-19

Video Viral Seorang ASN Terobos Ruang Isolasi dan Salaman dengan Pasien Covid-19

Regional
Pemilik PO Pelangi Dijerat Pasal Narkotika dan Pencucian Uang

Pemilik PO Pelangi Dijerat Pasal Narkotika dan Pencucian Uang

Regional
 Pelaku Mengaku Bakar Bendera Merah Putih karena Hubungan Cinta dengan Pria Malaysia Tak Direstui Keluarga

Pelaku Mengaku Bakar Bendera Merah Putih karena Hubungan Cinta dengan Pria Malaysia Tak Direstui Keluarga

Regional
Perusahaan Tertutup ke Satgas, Kasus Covid-19 Diprediksi Jebol dari Klaster Pekerja Pabrik

Perusahaan Tertutup ke Satgas, Kasus Covid-19 Diprediksi Jebol dari Klaster Pekerja Pabrik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X