Kompas.com - 24/02/2016, 17:53 WIB
Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sultra, Yunan Harjaka dan penyidik Pidsus menunjukkan uang senilai Rp 2,3 Miliar yang dikembalikan oleh tersangka dugaan korupsi pembangunan kantor bupati Konawe Utara KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATIWakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sultra, Yunan Harjaka dan penyidik Pidsus menunjukkan uang senilai Rp 2,3 Miliar yang dikembalikan oleh tersangka dugaan korupsi pembangunan kantor bupati Konawe Utara
|
EditorErlangga Djumena
KENDARI, KOMPAS.com - Bupati Konawe Utara Aswad Sulaiman yang menjadi tersangka dugaan korupsi proyek pembangunan kantor bupati Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra) mengembalikan dana Rp 2,3 miliar dari total anggaran proyek sebesar Rp 15,8 miliar.

Proyek pembangunan kantor bupati Konut itu dibangun selama tiga tahap mulai tahun 2008 hingga 2012.

Wakil kepala kejaksaan tinggi Sultra, Yunan Harjaka mengatakan, proses penyidikan tetap lanjut meski tersangka telah mengembalikan dana kerugian negaranya.

"Jadi dana yang dikembalikan Rp 2,3 miliar untuk tahap 3 oleh bupati Konawe Utara. Kita hargai itikad baiknya karena mungkin beliau merasa sebagai pimpinan daerah yang bertanggung jawab atas kasus ini. Uang ini disimpan di bank BRI cabang Kendari melalui rekening lain kejaksaan tinggi Sultra," kata Yunan di kantor Kejati Sultra, Rabu (24/2/2016).

Pengembalian dana itu, lanjut Yunan, dimungkinkan bisa meringankan hukuman terhadap bupati Konawe Utara itu.

"Memang tidak menghapus perbuatan pidananya, tetapi bisa meminimalkan beban hukumannya nanti," ujarnya.

Yunan menambahkan, penetapan tersangka terhadap Aswad Sulaiman karena penunjukkan lansung oleh bupati Konawe Utara (Konut) dalam proyek tersebut. Kasus ini terungkap setelah pihak kejaksaan tinggi Sultra mendapat laporan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menemukan kelebihan pembayaran dan menyalahi kontrak kerja, sehingga menimbulkan kerugian negara hingga Rp 2,3 miliar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Proyek tersebut dianggarkan Rp 15,8 miliar yang dibagi dalam dua tahap dari tahun 2008-2010. Tahap pertama tahun 2008 sebesar Rp 7,3 miliar.

Kemudian pada 2009 kembali dianggarkan sebesar Rp 2,4 miliar. Sedangkan pada tahap dua dianggarkan sebesar Rp 5,9 miliar. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Voni Bintang Nusantara tanpa melalui proses tender dan mendapat persetujuan dari Bupati Konawe Utara Aswad Sulaeman.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.