Keracunan Sianida, 150 Ekor Sapi di Gorontalo Mati

Kompas.com - 10/02/2016, 16:53 WIB
Ilustrasi sapi KOMPAS.com/ JunaediIlustrasi sapi
|
EditorErvan Hardoko

GORONTALO, KOMPAS.com — Sebanyak 150 ekor sapi mati mendadak di Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo.

Peristiwa yang menghebohkan masyarakat ini terjadi sejak Desember tahun lalu. Tidak ada kejadian tertentu yang menyebabkan ratusan sapi yang awalnya sehat itu tiba-tiba mati.

Awalnya, masyarakat tidak menaruh curiga saat ternak mereka tiba-tiba mati. Bagi mereka, matinya sapi-sapi itu dianggap wajar karena diduga sakit atau penyebab lain.

Namun, semakin hari masyarakat mulai bingung dengan makin banyaknya sapi yang sekarat dan tidak lama kemudian mati di ladang atau di sawah.

Mereka mencari tahu penyebab matinya ternak mereka, tetapi tidak ada jawaban yang memuaskan.

Pada kematian sapi yang ke-86, akhirnya warga Bongomeme melaporkan masalah tersebut kepada pemerintah setempat.

Dinas Perikanan, Kelautan, dan Peternakan Kabupaten Gorontalo akhirnya turun tangan. Mereka mengundang petugas dari Balai Besar Veteriner Maros, Sulawesi selatan, untuk melakukan pengujian di lapangan.

"Hasilnya positif sianida," kata Vivi Thayeb, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Perikanan, Kelautan, dan Peternakan Gorontalo, Rabu (10/2/2016).

Pada Selasa (9/2/2016), petugas dinas menemukan seekor sapi yang sekarat. Di dekat tubuh sapi tersebut, terdapat botol berisi cairan yang diduga merupakan bahan kimia.

"Kami akan periksa sisa cairan itu di laboratorium lagi. Kalau wabah penyakit, kita akan tangani, tetapi kalau keracunan sianida, itu bukan lagi ranah dinas," ujar Vivi.

"Kami akan membuat surat edaran kepada camat dan BP3K se-Kabupaten Gorontalo agar masyarakat tidak mengikat sapi tanpa pengawasan pemilik. Kasus ini juga sudah dilaporkan ke kepolisian," kata Vivi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Regional
Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Regional
Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Regional
Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X